Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Sudahkah Anda menemukan sebuah Hidden Business? August 7, 2008

Posted by admin in : Article, Opini , add a comment

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya Hidden Business itu. Kalo diterjemahkan ke bahasa berarti Bisnis tersembunyi dan kenapa hal ini bisa begitu menarik bagi saya. Sebelumnya saya menerima email promosi tentang suatu bisnis dan diembel-embeli dengan bahasa hidden business.

Kemudian saya mencoba untuk mencari lebih detail tentang hal ini. Hidden business atau bisnis tersembunyi bukan berarti sebuah bisnis yang perlu ditutup-tutupi atau pun disembunyikan oleh pelaku bisnisnya. Tapi malah sebaliknya pelaku bisnis harus menemukan dan mengungkap bisnis ini untuk mendapat hasilnya.

Sifat dari bisnis ini adalah berhubungan dengan sesuatu yang tidak terduga. Lebih dari itu jarang orang mengetahuinya dengan baik atau bersifat mudah diacuhkan. Namun lucunya bisa menghasilkan sesuatu bagi Anda dalam artian penghasilan.

Saya bisa menganggapnya sebagai harta karun yang terpendam, sesuatu yang bisa kita gali karena kita memiliki sedikit petunjuk tentang harta tersebut. Jika kita tekun dan teliti maka kita akan bisa menemukannya.

Saya yakin di luar sana banyak orang yang sudah menemukan harta karun ini dimana banyak orang yang mengacuhkannya. Sama seperti ketika banyak orang meremehkan bisnis baru Anda akan bisa berhasil. Namun dengan tekad yang kuat dan tekun menjelajahi bisnis Anda maka Anda akan bisa menemukan harta karun tersebut.

Sebagai contoh siapa yang menyangka Bob Sadino mencapai kesuksesan dengan berjualan telur. Begitu juga siapa yang menyangka sampah bisa menghasilkan duit. Dan juga siapa yang menyangka kegiatan bloging bisa menghasilkan pemasukan yang berlimpah.

Mari kita bersemangat untuk menemukan harta karun terpendam bagi Anda dan orang di sekitar Anda. Ga peduli orang berkata apa namun Anda yakin berhasil. Semoga semua usaha Anda mencapai kesuksesan!

Ada apa dengan BBM May 23, 2008

Posted by admin in : Article, Opini , add a comment

Sebuah pendapat yang menarik yang disampaikan oleh sdr. Goenardjoadi Goenawan

Saat ini marak demo anti kenaikan BBM.  Di beberapa daerah malah ibu-ibu rumah tangga ikut teriak mengeluh kesah mohon agar BBM idak naik, dan pemerintah lebih memperdulikan rakyat kecil.

Namun kelihatannya rencana kenaikan harga BBM dalam satu dua hari ini tidak dapat dicegah.  Seperti menunggu palu godam, kepala rakyat kecil sudah terpekik oleh jeritan penderitaan, dan harus menerima pukulan terakhir.

Kalau dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Brazil, atau Argentina, kelihatannya disana kondisi sungguh rawan.  Sedikit saja terjadi inflasi, atau devaluasi hanya 20% rakyat sudah bakar segala macam minimarket.  Sedangkan di Indonesia, kenaikan BBM Oktober 2005 sampai 2 kali lipat masih belum membuat rakyat bergerak.

Mengapa?

(more…)

Terjajah ExxonMobil di Blok Cepu – Kwik Kian Gie May 16, 2008

Posted by admin in : Article, Opini , 2comments

Ditulis oleh Kwik Kian Gie

Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi – apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusaha an asing.

(more…)

Mengapa uang semakin susah dicari May 15, 2008

Posted by admin in : Article, Opini , add a comment

Ditulis oleh Goenardjoadi Goenawan

Dulu sekitar tahun 1991 ketika menghadiri sebuah acara pembukaan Hero Supermarket saya mendengar pidato Muhamad Saleh Kurnia pendiri Hero mengatakan bahwa dirinya membesarkan Hero, dengan menambah banyak cabang, tujuannya bukan profit.  Paling tidak tujuan prioritas pertama di benaknya bukan itu.  Lalu apa?  Jawabnya: tujuannya adalah untuk menciptakan lapangan kerja.  Dia sungguh ingin supaya paling tidak Karyawan Hero bisa menghidupi keluarganya masing-masing.

Setelah berjalan 17 tahun kemudian saya sudah lupa dengan perkataan Pak MS Kurnia tersebut.  Lagipula apa benar bahwa pemilik sebuah bisnis lebih memikirkan nafkah penghidupan karyawannya?  Apa benar begitu?  Saya masih sangsi.

Lalu setelah berjalan 17 tahun saat ini kondisi ekonomi benar-benar terpuruk. Begitu banyak PHK, pabrik tutup, pengusaha banyak yang memilih pensiun.  Akibatnya, begitu banyak pengangguran, pengurangan karyawan berlaku selama ini.  Kalau dulu menjadi pengangguran adalah momok rasa malu, maka sekarang menjadi pengangguran sudah menjadi profesi wajar.  Setiap keluarga beranak empat, maka yang dua bekerja dan dua lainnya mengantar jemput.  Ini banyak merata terjadi di kota-kota besar.

Mengapa ini bisa terjadi?

(more…)