Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Hari Pahlawan Nasional November 10, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Pelajaran hidup , 2comments

Hari ini kita memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia. Walaupun sejarah menyebutkan hari Pahlawan merupakan peringatan Pertempuran di Surabaya, namun hari ini dinyatakan sebagai hari nasional di Indonesia karena menginspirasi perjuangan dalam rangka mendapatkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk itu tidak ada salahnya saya menuliskan sebuah artikel tentang Pertempuran arek-arek surabaya dengan para penjajah. Tulisan tentang Pertempuran Surabaya ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa inggris yang berjudul Battle of Surabaya.

sedikit kisah tentang pertempuran surabaya

10 Tip menjadi Pribadi yang disukai August 15, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , add a comment

Dapet tips dari forum tentang bagaimana cara menjadi seseorang atau pribadi yang disukai banyak orang. Tentunya ini merupakan dambaan setiap orang sehingga memiliki pergaulan yang luas. Berikut saya rangkum sepuluh tip tersebut : (more…)

10 Kualitas Pribadi yang Disukai July 23, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , add a comment

Dalam membangun hubungan dengan orang lain, maka ada kualitas pribadi yang akan membantu Anda dalam membangun relasi yang baik ini. Berikut saya rangkum dari sumbernya berupa 10 kualitas pribadi yang Disukai orang :

  1. Sifat tulus atau ketulusan : sifat ini menyebabkan orang lain nyaman dengan Anda, tidak ada kebohongan atau pura-pura dengan berbagai alasan yang mengada-ada.
  2. Kerendahan hati : siapapun akan menyukai orang yang tidak sombong, bagai padi semakin merunduk semakin berisi.
  3. Kesetiaan : memiliki komitmen dan tidak melanggar janjinya adalah sesuatu yang langka dan diidam-idamkan setiap orang.
  4. Bersikap positif : selalu melihat sisi positif dari suatu kejadian. Lebih suka membicarakan kebaikan orang lain daripada keburukan orang lain.
  5. Ceria : siapapun akan senang jika berhubungan dengan orang berkepribadian ceria karena ia akan selalu menghidupkan suasana Anda.
  6. Bertanggung jawab : orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh. Sehingga ia akan berusaha meminimalisir kesalahan. Bila terjadi kesalahan pun ia akan bersedia menanggungnya.
  7. Percaya diri : berarti ia bisa menghargai dirinya dengan baik, begitu pula menghargai diri orang lain karena ia mengetahui apa yang baik dan buruk terhadap dirinya dan orang lain.
  8. Kebesaran jiwa : mampu memaafkan orang lain dan bisa tegar ketika menghadapi masalah.
  9. Easy going : tidak suka membesar-besarkan masalah kecil malah berusaha mengecilkan setiap masalah.
  10. Memiliki empaty : sifat yang mengagumkan, ia mampu menjadi pendengar yang baik. Ketika terjadi konflik ia akan menempatkan diri sebagai penengah.

Apakah anda workaholic? July 14, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Studi Kasus , add a comment

Kalo kita mendengar istilah yang diakhiri dengan aholic, biasanya ini berhubungan dengan kecanduan atau ketagihan terhadap sesuatu. Namun jarang yang menggunakan istilah ini untuk kecanduan terhadap obat-obatan dan alkohol, sesuatu yang berkonotasi negatif. Ada padanan kata yang sering digunakan untuk digabungkan dengan kata aholic, yaitu workaholic.

Saya tidak tahu sejarah kata ini, karena saya coba cari di kamus tidak ketemu, namun di wikipedia disebutkan sebagai kecanduan untuk bekerja. Menarik bukan, biasanya orang malas untuk bekerja, tapi ini ada yang sampai kecanduan untuk bekerja.

Tentu sebuah fenomena yang aneh, karena normalnya orang lebih suka untuk bekerja secukupnya. Apakah ini berarti workaholic dapat disematkan kepada orang yang bekerja seharian penuh, seminggu penuh sehingga tidak ada istilah libur bagi dirinya? Ini berarti juga pegawai yang sering lembur termasuk workaholic juga? Menurut artikel di Wall Street, seseorang dikatakan terjangkit workaholic jika :

  1. Keasyikan dengan pekerjaannya : workaholicer cenderung susah untuk meninggalkan pekerjaan di rumah atau alasan sosial. Mereka berusaha menghindari cuti sakit dan liburan. Hal ini membahayakan kesehatan mereka. Jika mereka berlibur biasanya membawa pekerjaannya juga.
  2. Tidak nyaman untuk mendelegasikan pekerjaannya : kebanyakan mereka susah mendelegasikan pekerjaan mereka karena mereka ingin mengontrol pekerjaan tersebut.
  3. Mengabaikan aspek lain dalam kehidupannya : mereka lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan kehidupan pribadinya. bahkan mereka tidak menghadiri pemakaman orang terdekatnya.
  4. Menggabungkan semua aspek kehidupannya dengan pekerjaannya : karena antara kesenangan dan pekerjaan bagi mereka tidak ada bedanya, jadi pekerjaan sudah memenuhi pikirannya. Dan cenderung pekerjaan menjadi hobinya.
  5. Menyembunyikan pekerjaannya : Seperti halnya kecanduan lainnya, iya akan berusaha menyembunyikan kecanduannya. Dengan perkembangan teknologi, sebuah perangkat elektronik dapat menyembunyikan arsip-arsipnya yang dahulu memenuhi lemari kerja nya.

Jadi dapat disimpulkan workaholic sebagai kecanduan untuk bekerja karena iya menyenangi pekerjaannya namun dalam taraf yang tidak wajar. Sehingga orang ini mengabaikan banyak aspek dalam kehidupannya. Mungkin bagi orang yang telah menemukan jalan usahanya, iya akan bertambah semangat dan semangat terus. Namun jangan lupa bahwa manusia memiliki sifat tamak yang akhirnya iya akan selalu berusaha untuk mencapai lebih dari yang sekarang. Sebaiknya berhati-hatilah jika Anda termasuk 5 kriteria tadi, karena pengabaian Anda terhadap aspek lain kehidupan Anda, akan merugikan orang di sekitar Anda.

Saya sertakan link yang berisi beberapa pengalaman untuk bisa keluar dari jerat workaholic, silahkan baca di sini

Cara pandangan masyarakat Barat dan Asia July 7, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , 1 comment so far

Artikel ini didapat dari Forum. Mungkin tidak seluruhnya benar, tapi cukup menarik dan lucu juga untuk dibaca.

Ada beberapa hal yang dirangkum tentang perbedaan cara pandang masyarakat Barat dan Asia :

  1. Cara beropini
    – Orang Barat : langsung to the point
    – Orang Asia : muter-muter dulu apalagi opininya beda paham
  2. Cara menjalani hidup
    – Orang Barat : individualis, suka mikirin diri sendiri
    – Orang Asia : demen kumpul rame-rame dengan sodara, ngurusin masalah keluarga
  3. Ketepatan waktu
    – Orang Barat : on time
    – Orang Asia : in time
  4. Hubungan dan koneksi
    – Orang Barat : menghubungi orang-orang yang diperlukan saja
    – Orang Asia : semua teman, semua sodara, relasi luas, bisnis lancar
  5. Kalo marah
    – Orang Barat : marah ya marah
    – Orang Asia : marah tapi ramah
  6. Menunggu antrian
    – Orang Barat : biasa ngantri teratur
    – Orang Asia : rebutan dong, siapa cepat dia dapet
  7. Hari libur di akhir pekan
    – Orang Barat : Menikmati weekend sendiri-sendiri
    – Orang Asia : doyan ke tempat-tempat ramai, mall, dll
  8. Pesta
    – Orang Barat : bebas-bebas aja berkelompok dengan grupnya sendiri
    – Orang Asia : semua fokus ke satu acara party yang di-arrange EO
  9. Di dalam Restoran
    – Orang Barat : ngobrol pelan-pelan
    – Orang Asia : ribut ngobrol keras-keras dan ketawa-ketiwi, ga peduli meja sebelah
  10. Jalan-jalan atau hiking
    – Orang Barat : demen lihat-lihat aja sambil menikmati pemandangan
    – Orang Asia : yang penting foto-foto untuk memory, pemandangan jadi latar belakang
  11. Menangani masalah
    – Orang Barat : tabrak aja yang penting masalah terpecahkan
    – Orang Asia : sebisa mungkin menghindari masalah, atau jangan sampai meninggalkan jejak
  12. Makan 3 kali sehari
    – Orang Barat : makan kenyang 1 kali sehari
    – Orang Asia : 3x makan, ya kudu 3x kenyang
  13. Transportasi
    – Orang Barat : dulu pake mobil, sekarang udah perhatian dengan lingkungan hidup dan ga polusi
    – Orang Asia : dulu sengsara pake sepeda, sekarang gengsi dong ga pake mobil
  14. Hidup di masa tua
    – Orang Barat : sendirian di masa tua, paling ditemani hewan peliharan
    – Orang Asia : masa tua ga bakalan kesepian, asal bantu ngemong cucu ya
  15. Mood dan cuaca
    – Orang Barat : logikanya, hujan ya bikin repot
    – Orang Asia : banyak hujan, banyak hoki ya
  16. Bos atau pimpinan
    – Orang Barat : bos juga bagian dari tim
    – Orang Asia : bos itu dewa yang ditakuti
  17. Apa yang nge-Tren
    – Orang Barat : makanan Asia yang menyehatkan
    – Orang Asia : makanan barat yang bergengsi
  18. Anak-anak
    – Orang Barat : tidak apa-apa punya anak, tapi anak harus berjuang sendiri
    – Orang Asia : jatuh bangun demi anak, segala-galanya demi anak, sang penerus generasi

Artikel ini bisa anda download beserta ilustrasi gambarnya di sini ( 300-an KB )

Renungan tentang Nasib dan Takdir July 1, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Rhonda Byrne - The Secret , 8comments

Nasib dan Takdir merupakan dua kata yang sering menjadi alasan kegagalan atau keberhasilan seseorang. Kata nasib lebih mengacu pada hasil yaitu sukses atau gagal, sedangkan Takdir mengacu pada jalan hidup seseorang. Maka ketika orang menemui kegagalan, ia akan berucap emang sudah nasibku begini. Begitu pula jika seseorang mencapai kesuksesan, maka orang lain akan berkata orang itu memiliki nasib yang baik. Sedangkan takdir akan diucapkan kepada orang yang menjalani profesi beda dari dirinya, contohnya takdirnya adalah sebagai pemimpin bangsa, takdirnya sebagai pengusaha, takdirnya sebagai pemulung ataupun pengemis.

Opini lain yang berkaitan dengan Nasib dan Takdir adalah sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Saya yakin anda sering menjumpai orang dengan pengertian seperti ini ataupun mungkin diri anda sendiri. Ada sebagian orang yang berpikir lebih baik, bahwa nasib dan takdir dapat diubah tapi susah sekali melakukannya. Yah paling tidak orang ini memiliki sedikit pikiran positif tentang kehidupan ini.

(more…)