
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi - Kisah Orang Sukses</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Nov 2009 04:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mbah Surip: I love you full</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran hidup]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[ Kaget dan tidak menyangka, Mbah Surip meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="mbah-surip" src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah-surip.jpg" alt="mbah surip - i love you full" width="200" height="301" align="left" /> Kaget dan tidak menyangka, <strong>Mbah Surip</strong> meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band dan penyanyi baru.</p>
<p>Mbah surip adalah seorang seniman dengan ciri khas rambut gimbalnya (ciri khas penyanyi genre reggae juga) dan ketawanya yang khas. Salam khasnya yang terkenal adalah &#8220;<strong>I LOVE YOU FULL</strong>&#8220;, mengingatkan kita akan salam Michael Jakson. Mbah surip juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, hal ini dapat dilihat dari cara berdandan dan instrument gitar tua miliknya.</p>
<p>Tapi siapa sebenarnya Mbah surip, mengapa baru di usia tua-nya Beliau bisa menelurkan sebuah karya besar yang akan diingat oleh pecintanya.<span id="more-177"></span></p>
<p><strong>Profil Mbah Surip</strong></p>
<p>Beliau dilahirkan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 5 Mei 1949, yaitu sekitar 59 tahun yang lalu. Nama Aslinya adalah Urip Ariyanto. Beliau juga seorang bergelar insinyur yang berhasil diraih ketika kuliah di Universitas Sunan Giri, Surabaya (Sarjana Kimia). Selain insinyur ia juga memiliki gelar MBA.</p>
<p>Sebagai seorang yang terpelajar, Mbah surip pernah mencoba beberapa pekerjaan teknik seperti pengeboran minyak, bidang kelistrikan, bangunan dan borongan. Pengeboran minyak dilakoni selama 10 tahun. Pekerjaan ini mengantarkan beliau ke luar negeri. Beliau pernah bekerja di Indonesia, Kanada, Texas, Yordania, dan California.</p>
<p>Mengenai nama Mbah Surip, beliau pernah berkata :</p>
<blockquote><p>&#8220;Nah, itu, saya bingung lagi. Wong, saya bisa juga cari ketela, ubi, buat bayar sekolah. Sayur basi saya kumpulkan untuk biaya sekolah. Saya senang sekolah. Ada S-1, MBA, akhirnya ya jadi mbah. Saya punya ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs, sama insinyur dan MBA. Termasuk, saya mempelajari geologi,&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>Mbah Surip sebagai seniman</strong></p>
<p>Sebagai seorang yang nyentrik dan kadang dipandang sebelah mata, ternyata Mbah Surip memiliki jiwa seni yang mulai dihargai ketika beliau berusia tua. Bahkan Royalti atas nada dering lagu Tak gendong saja dikabarkan sudah mencapai angka milyaran rupiah. Sebuah fenomena yang luar biasa dari sebuah kesederhanaan.</p>
<p>Kesuksesaan yang dicapainya saat ini bukanlah sesuatu yang instan, ini merupakan kristalisasi keringat selama 20 tahun menjalani profesi sebagai pengamen jalanan. Bahkan Tukul sendiri sudah mengenal sosok Mbah Surip sejak tahun 80-an. Menurut Tukul, yang paling diingat dari sosok Mbah Surip adalah kopi. Kopi sepertinya tidak pernah terpisahkan dari Mbah Surip.</p>
<p>Sebagai seorang pengamen di jalanan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Beliau rela untuk tidur beralasan koran di emperan toko. Sebagai pengamen yang unik, bahkan beliau sudah mampu menerbitkan beberapa album, seperti &#8216;Ijo Royo-royo&#8217;, &#8216;Indonesia&#8217;, &#8216;Barang Baru&#8217; dan &#8216;Reformasi&#8217;. Walaupun baru sebatas dijajakan di warung dan wc sekitar terminal blok M.</p>
<p>Akhirnya tahun 2008, Falcon Record mengontrak Mbah Surip dan dalam proses pemilihan lagu, Falcon pun merilis single &#8216;Tak Gendong&#8217; pada April 2009. Walaupun sebenarnya Lagu Tak Gendong sudah diciptakan pada tahun 1983 saat Beliau bekerja di Amerika Serikat. Inti lagu ini berisi pembelajaran, yaitu, payur tempat manusia belajar salah menjadi benar. Hal menarik dari Mbah Surip, walaupun Beliau suka berdandan ala penyanyi reggea ternyata beliau bukanlah penggemar tokoh reggae Bob Marley.</p>
<p>Salam khas nya <strong>I love you full</strong>, ditujukan untuk mencintai semua makhluk. Mbah surip adalah orang yang suka belajar, ia juga menyukai filsafat, hingga tak jarang kata-katanya mengandung filosofi yang sangat dalam.</p>
<blockquote><p>&#8220;Maksudnya i love you full, cintaku adalah segalanya. Itu adalah jargon Mbah. Jadi, cintaku untuk semua manusia, tumbuh-tumbuhan, dan Tuhan. Untuk semua,&#8221;</p></blockquote>
<p>Terima Kasih <strong>Mbah Surip</strong> yang telah meninggalkan pelajaran hidup tentang semangat dan tawamu kepada Kami.</p>
<p><em>dikutip dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada 1001 peluang disekitar Anda</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/ada-1001-peluang-disekitar-anda/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/ada-1001-peluang-disekitar-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 01:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Teringat akan kata-kata pak Bob Sadino, &#8220;Ada 1001 peluang di sekitar Anda&#8221;. Dahulu saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mengada-ada, bagaimana mungkin ada 1001 peluang ketika tidak satu pun terlihat bisa menjadi peluang bagi kita. Jika satu tidak ada bagaimana mungkin 100, 200 atau 1000? Sehingga sempat terpikir jika peluang itu hanya dapat ditemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teringat akan kata-kata pak <a href="http://www.jualanbuku.com/category/people-power/bob-sadino/">Bob Sadino</a>, &#8220;Ada 1001 peluang di sekitar Anda&#8221;. Dahulu saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mengada-ada, bagaimana mungkin ada 1001 peluang ketika tidak satu pun terlihat bisa menjadi peluang bagi kita. Jika satu tidak ada bagaimana mungkin 100, 200 atau 1000? Sehingga sempat terpikir jika peluang itu hanya dapat ditemukan dengan keberuntungan dan sayangnya keberuntungan tersebut tidak pernah menghinggapi kita.</p>
<p>Dengan berjalannya waktu, sedikit-sedikit kata-kata tersebut memberikan bukti. Memang ada banyak peluang di sekitar kita, kita bisa menganggap peluang tersebut adalah sebuah masalah. Mengapa masalah bisa menjadi peluang? Sejauh yang kita ketahui masalah adalah sesuatu yang membebani kita. Masalah adalah sesuatu yang kita hindari dan tidak berguna untuk dihadapi.</p>
<p>Kita diberikan peluang untuk memecahkan masalah yang tidak banyak orang ingin memecahkannya. Dan sering kali ketika kita memecahkan sebuah masalah maka peluang itu menjadi sukses bagi Anda. Kalau diambil contoh seperti misalnya Bill Gates, Ia berusaha untuk memecahkan masalah tentang terbatasnya akses komputer di kalangan masyarakat karena mahal dan susah digunakan. Bill Gates memecahkan masalah dengan memanfaatkan personal computer yang berharga jauh lebih murah dari UNIX computer dan mengembangkan sistem operasi Windows yang mudah digunakan.</p>
<p><span id="more-173"></span>Bill gates adalah contoh sukses besar dalam pemecahan masalah. Di sekitar anda, mungkin Anda pernah melihat sukses-sukses kecil karena mereka berhasil memecahkan masalah. Contoh realnya bisa dilihat dari perkembangan alat-alat pertanian, alat-alat transportasi, alat-alat elektronik, dan alat-alat konstruksi. Semua itu karena mereka bisa memecahkan sebuah masalah.</p>
<p>Jadi bagi orang yang jeli, masalah adalah peluang bagi mereka. Namun disini bukan berarti kita menjadi orang yang suka membuat masalah, namun kita seharusnya adalah orang yang bisa memecahkan masalah. Dengan membiasakan diri untuk memecahkan masalah-masalah kecil maka kita akan terbiasa untuk menciptakan peluang.</p>
<p>Kita tidak harus memanfaatkan 1001 peluang disekitar Anda, tapi pilihlah beberapa yang sesuai dengan minat Anda dan kemampuan Anda saat ini. Jika Anda suka bunga Anda bisa mencari cara untuk membuat tanaman semakin semerbak dan semakin menarik. Jika Anda suka pelihara binatang, mungkin anda bisa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit atau mungkin cara menernakannya. Jika Anda berhasil memecahkan masalah tersebut, anda bisa menjual ide tersebut bukan?</p>
<p>Keberuntungan yang disebutkan di paragraf satu sebenarnya bisa dilatih, sehingga kita bisa selalu dihinggapi keberuntungan. Artikel berikut memberikan penjelasan tentang <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/">Faktor keberuntungan yang dimiliki oleh beberapa orang</a>.</p>
<p>Semoga artikel yang sangat singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua. Semoga anda bisa menemukan keberuntungan itu dan memanfaatkan peluang di sekitar Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/ada-1001-peluang-disekitar-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Buku &#8220;15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan&#8221;</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/07/10/sinopsis-buku-15-jurus-antirugi-buka-usaha-rumah-makan/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/07/10/sinopsis-buku-15-jurus-antirugi-buka-usaha-rumah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[web-info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Jangan punya anggapan mengelola rumah makan itu gampang. Usaha ini juga termasuk berisiko tinggi dan rumit. Hengky Eko (Cak Eko), pendiri jaringan franchise Bakso Malang Kota “Cak Eko” yang kini memiliki lebih dari 70 gerai, menawarkan resep jitunya di buku &#8220;15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan&#8221;.
Menurut Cak Eko, bisnis rumah makan bukanlah bisnis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-166" title="15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan" src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/07/15_Jurus.jpg" alt="15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan" width="194" height="194" align="left" />Jangan punya anggapan mengelola rumah makan itu gampang. Usaha ini juga termasuk berisiko tinggi dan rumit. Hengky Eko (Cak Eko), pendiri jaringan franchise Bakso Malang Kota “Cak Eko” yang kini memiliki lebih dari 70 gerai, menawarkan resep jitunya di buku &#8220;15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan&#8221;.</p>
<p>Menurut Cak Eko, bisnis rumah makan bukanlah bisnis yang sederhana. “Sebenarnya mengelola bisnis jenis ini sangat kompleks dengan berbagai permasalahan baik yang bersifat teknis maupun nonteknis,” ujar Cak Eko dalam bukunya. Problematika yang harus dihadapi pebisnis rumah makan, katanya, lebih tinggi jika dibandingkan usaha di bidang lain. Karena itu, &#8220;Bisnis rumah makan juga termasuk bisnis yang memiliki risiko tinggi,” ujarnya.</p>
<p><span id="more-165"></span>Namun di samping sisi yang memiriskan itu, bisnis rumah makan merupakan bisnis yang menjanjikan keuntungan yang besar. Marjinnya bisa 50% hingga 100%, kata Cak Eko. Keuntungan besar ini sudah bukan rahasia lagi. Karena itu bisnis ini selalu dipadati pelaku. Ibaratnya, mati satu tumbuh seribu. Lalu bagaimana supaya menjalankan bisnis ini tak terjerumus ke jurang kebangkrutan? Untuk itulah Cak Eko menulis buku ini. Judulnya saja sudah menggambarkan apa yang ingin diinformasikannya: 15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan.</p>
<p>Salah satu dari 15 jurus itu adalah promosi. Cak Eko menyorot soal pentingnya peran media massa menulis profil bisnisnya. Ini memang berkaca dari pengalamannya dengan media. Boleh dibilang, hampir semua media yang berhubungan dengan dunia kewirausahaan pernah menulis tentang bisnis Cak Eko. Bahkan media televisi pun menayangkan profilnya. Pendeknya, makin banyak media yang menuliskan bisnisnya, bisnisnya pun berkembang dengan pesat. Jumlah gerai yang lebih dari 70 saat ini jadi buktinya.</p>
<p>Buku &#8220;15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan&#8221; ini hadir memberikan jurus, kiat-kiat, strategi serta panduan yang praktis bagi Anda yang ingin terjun di usaha warung/resto/ rumah makan ataupun yang sudah berkecimpung lama di usaha ini namun belum mengalami kemajuan berarti.</p>
<p>Mengulas secara lengkap dan tuntas 15 jurus yang penuh dengan tip dan strategi yang bisa Anda praktikkan agar terhindar dari kerugian, antara lain bagaimana cara menangkap ide dan peluang makanan yang pas untuk dijual, menciptakan merek yang unik dan pas, memilih lokasi yang strategis, mengelola SDM, menentukan harga, menerapkan pelayanan yang prima, membuat promosi yang jitu, mengelola keuangan, mengontrol kegiatan produksi, menaklukkan kompetitor, dan yang tidak kalah penting menggairahkan suasana.</p>
<p>***</p>
<p>Editor&#8217;s Note:<br />
Jurus-jurus yang ditulis di buku ini berasal dari pengalaman penulis dan pengusaha-pengusaha bidang rumah makan yang telah sukses.</p>
<p>***</p>
<p>Ir. Henky Eko Sriyantono, MT atau biasa dipanggil Cak Eko, saat ini menjabat sebagai manajer di sebuah BUMN besar. Sebelum sukses mengembangkan bisnis waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko, ia sudah mengalami masa jatuh bangun dalam berbisnis. Di sela-sela kesibukannya berbisnis dan bekerja, peraih penghargaan Indonesian Creative Innovative Award dan Indonesia Small Medium Business Entrepreneur Award ini aktif sebagai pembicara seminar, motivator, dan trainer.</p>
<p>***<br />
Penulis : Ir. Henky Eko S., M.T<br />
Penerbit : Elexmedia Komputindo<br />
Harga : Rp 28.800<br />
Target Pembaca: Anda yang baru memulai atau sudah lebih dulu terjun di bisnis kuliner baik berupa warung maupun rumah makan<br />
Gambar cover depan : terlampi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/07/10/sinopsis-buku-15-jurus-antirugi-buka-usaha-rumah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesuksesaan seseorang harus dilihat secara bijak</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/06/20/kesuksesaan-seseorang-harus-dilihat-secara-bijak/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/06/20/kesuksesaan-seseorang-harus-dilihat-secara-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 09:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/06/20/kesuksesaan-seseorang-harus-dilihat-secara-bijak/</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 3 bulan saya tidak sempat menulis atau men-sharing artikel untuk pengunjung jualanbuku.com. Sepertinya saya kehilangan mood untuk menulis atau mungkin kehilangan fokus karena disibukkan dengan kerjaan di dunia nyata. Sebenarnya ada banyak draft artikel yang sudah saya siapkan, cuman karena data-datanya masih belum lengkap jadi saya belum bisa mempostingnya.
Melalui artikel ini saya ingin mengangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 3 bulan saya tidak sempat menulis atau men-<em>sharing</em> artikel untuk pengunjung jualanbuku.com. Sepertinya saya kehilangan <em>mood</em> untuk menulis atau mungkin kehilangan fokus karena disibukkan dengan kerjaan di dunia nyata. Sebenarnya ada banyak <em>draft</em> artikel yang sudah saya siapkan, cuman karena data-datanya masih belum lengkap jadi saya belum bisa mempostingnya.</p>
<p>Melalui artikel ini saya ingin mengangkat topik tentang Kesuksesaan yang selalu didambakan orang. Walaupun pada kenyataannya banyak orang ingin sukses tapi tidak mau berusaha, lebih parah lagi menganggap kesuksesaan adalah suatu yang mustahil bagi dirinya. Mungkin kita pernah mendengar pendapat seseorang ketika melihat orang lain yang sudah sukses. Seringkali cibiran sinis, ah itu kan karena mereka punya modal makanya bisa membuka usaha yang besar. Atau mungkin perkataan: seandainya saya juga diberikan peluang yang sama, maka saya juga pasti berhasil. Sedangkan yang pesimis berkata mereka orang hebat dan pintar, jika dibandingkan dengan saya yang bodoh dan lemah pasti susah mencapai kesuksesaan mereka.</p>
<p><span id="more-164"></span>Seperti halnya dengan pohon beringin yang besar pasti memiliki akar yang kokoh untuk menahan setiap goncangan. Pernahkah terpikir di benak Anda bahwa pohon beringin pun berasal dari bibit kecil yang tumbuh menjadi pohon besar yang kuat menghadapi goncangan. Dalam proses menjadi besar tentunya pohon ini seringkali mendapat cobaan hingga ke batas limit daya tahan mereka. Yang lemah akan mati, yang kuat bakalan tumbuh hingga menjadi pohon raksasa.</p>
<p>Setiap bisnis yang sukses selalu diawali dari suatu yang kecil, yang kuat bertahan menghadapi setiap masalah yang datang sedangkan yang lemah akan hilang dari peredaran. Selain itu di balik bisnis yang sukses selalu ada pribadi yang berjiwa besar, memiliki pengalaman yang tinggi dalam menghadapi setiap masalah. Untuk mencapai sukses saat ini, pribadi tersebut pasti pernah mengalami jatuh bangun dalam proses tersebut.</p>
<p>Anda mungkin sering melihat pribadi tersebut dalam bisnis yang sukses. Kita bisa menyebutkan pribadi tersebut seperti <a href="http://www.jualanbuku.com/category/people-power/bob-sadino/">Bob Sadino</a>, <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/">Mr Joger</a>, atau mungkin pak <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/02/10/siapa-berani-miskin/">Sigit Agus Himawan</a>. Hal ini jika dilihat dengan bijak akan memberikan semangat atau motivasi dalam hidup. Motivasi yang dapat meningkatkan keyakinan kita bahwa kita pun bisa sukses. Bagi yang tidak bijak, maka bukan pribadi kokoh yang dilihatnya, tetapi rupa bisnis yang sukses tersebut yang dilihatnya, sehingga seringkali memunculkan pikiran negatif seperti kesinisan, putus asa, hilang semangat dan lain-lain.</p>
<p>Kesuksesaan adalah masalah waktu saja bagi pribadi yang berusaha dengan sekuat tenaga dalam menghadapi setiap masalah dan rintangan dalam proses pencapaian tersebut. Pribadi tersebut tidak akan berhenti ketika menemui masalah, namun Ia akan memecahkan masalah tersebut dan naik ke tingkat selanjutnya.</p>
<p>Saya jadi ingat kata-kata bijak yang sering diucapkan oleh pak Andrie Wongso, &#8220;Jika kita lemah terhadap kehidupan maka kehidupan yang akan keras kepada kita, namun sebaliknya jika kita kuat/gigih terhadap kehidupan maka kehidupan akan bersifat lembut kepada kita&#8221;. Kata yang sangat cocok untuk menggambarkan pribadi yang bisa mencapai kesuksesaan dalam hidup.</p>
<p>Semoga artikel yang sederhana ini bisa membuka mata Anda dalam mengamati sebuah kesuksesaan yang dicapai orang lain. Jadikan itu sebagai cambuk dan capailah kesuksesaan Anda dengan keyakinan yang kuat. Jangan mencibir atau patah semangat ketika melihat kesuksesaan orang lain. Niscaya Anda bisa memetik manfaat yang besar dari kesuksesaan orang lain. Salam Sukses</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/06/20/kesuksesaan-seseorang-harus-dilihat-secara-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlakukan dengan baik</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 00:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah yang ditulis oleh Daniel Iswahyudi di website andriewongso.com patut untuk kita baca. Sangat menggugah, berikut adalah penuturannya sesuai sumber artikel.
Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, bahwa apa yang kita berbuat kepada orang lain, barangkali akan cepat kita lupakan, tetapi tanpa kita sadari akan membekas dalam hati orang lain.
Peristiwa ini terjadi di penerbangan Trans-Atlantik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kisah yang ditulis oleh Daniel Iswahyudi di website andriewongso.com patut untuk kita baca. Sangat menggugah, berikut adalah penuturannya sesuai sumber artikel.</p>
<p>Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, bahwa apa yang kita berbuat kepada orang lain, barangkali akan cepat kita lupakan, tetapi tanpa kita sadari akan membekas dalam hati orang lain.</p>
<p>Peristiwa ini terjadi di penerbangan Trans-Atlantik pada 14 Oktober 1998. Seorang wanita duduk di sebelah seorang pria kulit hitam. Si wanita nampak gelisah, bertanya pada pramugari untuk mencarikan tempat duduk kosong lain, sebab dia tak ingin duduk di sebelah orang yang tak menyenangkan.</p>
<p><span id="more-162"></span>Pramugari mengatakan bahwa pesawat itu penuh, tapi ia akan mencoba memeriksa kalau-kalau ada tempat duduk kosong di kelas satu. Segenap penumpang lain yang memperhatikan kejadian itu merasa terkejut dan kesal. Bukan saja karena wanita itu bersikap kasar dan keterlaluan, tapi bahwa wanita itu kemungkinan bisa dipindahkan ke kelas satu.</p>
<p>Pria yang duduk di sebelah wanita itu merasa sangat tidak nyaman melihat semua kejadian itu, tapi cukup menguasai diri dan tidak bereaksi. Suasana di kabin pesawat terasa penuh ketegangan. Sementara wanita tadi tampak puas, karena merasa akan dipindahkan ke kabin kelas satu, menjauhi penumpang tak menyenangkan di sebelahnya.</p>
<p>Beberapa menit kemudian pramugari tadi kembali dan memberitahu wanita tadi:</p>
<p>&#8220;Maaf, bu. Seluruh tempat duduk pada penerbangan ini betul-betul penuh. Untunglah saya menemukan satu tempat duduk dosong di kabin kelas satu. Tapi perlu sedikit waktu, sebab untuk membuat perubahan demikian saya harus mendapatkan ijin dari kapten pesawat. Beliau mengatakan bahwa kami tak seharusnya memaksa orang duduk di samping orang yang tak menyenangkan dan memerintahkan saya melakukan perubahan segera.&#8221;</p>
<p>Penumpang lain tak percaya dengan apa yang mereka dengar dan wanita tadi dengan ekspresi kemenangan di wajahnya, bersiap-siap untuk bangun meninggalkan tempat duduknya.</p>
<p>Kemudian pramugari tadi berpaling kepada pria berkulit hitam di sebelah penumpang wanita tadi dan berkata: &#8220;Tuan&#8230; bersediakah anda direpotkan sejenak ikut saya pindah ke kabin kelas satu? Atas nama penerbangan ini, kapten mohon maaf telah memberikan tempat duduk di sebelah orang yang kurang menyenangkan. &#8221;</p>
<p>Dan seluruh penumpang di kabinpun bertepuk tangan. Mereka berdiri memberikan penghargaan akan solusi atas sikon demikian yang dilakukan awak kabin dengan sangat baik</p>
<p>Tahun itu, sang kapten dan pramugarinya menerima penghargaan atas tindakan mereka di penerbangan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, pihak perusahaan menyadari mereka belum memprioritaskan pelatihan yang cukup terhadap para karyawannya. Perusahaan Penerbanganpun segera melakukan perubahan! Sejak peristiwa tadi, di semua kantor mereka dan dalam tampilan yang terlihat jelas oleh semua orang, terpampang tulisan sebagai berikut:</p>
<p>Orang bisa melupakan apa yang anda ucapkan pada mereka.<br />
Orang bisa melupakan apa yang anda perbuat terhadap mereka.<br />
Tetapi mereka tak akan pernah melupakan kesan yang anda tinggalkan di hati mereka.</p>
<p>Jadi benarlah apa yang pernah dikatakan orang bijak: &#8220;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.&#8221; Kalau kita ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Kalau kita ingin dikasihi, kasihilah orang lain. Kalau kita ingin selalu menerima yang baik, maka perlakukanlah orang lain dengan baik.</p>
<p>Orang lain itu bisa berarti orang-orang di sekitar kita: Istri, Suami, Anak, Orang tua, Atasan, Bawahan, Relasi, atau bahkan seorang Office Boy dan pembantu kita.</p>
<p>Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-2615-Artikel_Anda-Perlakukan_Dengan_Baik<br />
Penulis : <strong>Daniel Iswahyudi </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor Keberuntungan: mengapa beberapa orang dihinggapi keberuntungan</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 12:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel menarik yang ditulis oleh Richard Wiseman tentang mengapa ada beberapa orang yang selalu dihinggapi keberuntungan sedangkan kebanyakan orang susah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Richard Wiseman adalah penulis &#8216;The Luck Factor&#8217; dan seorang pengajar di University of Hertfordshire.
Pertanyaan tentang keberuntungan membawanya untuk meneliti tentang faktor ini sekitar 10 tahun yang lalu. Ia bertanya-tanya mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel menarik yang ditulis oleh Richard Wiseman tentang mengapa ada beberapa orang yang selalu dihinggapi keberuntungan sedangkan kebanyakan orang susah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Richard Wiseman adalah penulis &#8216;The Luck Factor&#8217; dan seorang pengajar di <em>University of Hertfordshire</em>.</p>
<p>Pertanyaan tentang keberuntungan membawanya untuk meneliti tentang faktor ini sekitar 10 tahun yang lalu. Ia bertanya-tanya mengapa sebagian orang selalu berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat pula. Sedangkan yang lainnya terus menerus kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.</p>
<p>Ia kemudian menulis iklan di koran nasional setempat. Ia meminta orang yang merasa secara konsisten beruntung dan tidak beruntung untuk menghubungi dirinya. Melalui iklan tersebut ia bertemu dengan ratusan orang yang tidak &#8216;biasa&#8217; dan selama bertahun-tahun mewancarai mereka. Ia memonitor orang-orang tersebut dan meminta mereka mengambil bagian dalam eksperimen.</p>
<p><span id="more-161"></span>Richard mengamati bahwa walaupun kebanyakan orang tidak menyadari apa penyebab keberuntungan mereka, namun dari cara berpikir dan kebiasaan mereka sangat berhubungan erat dengan keberuntungan dan ketidakberuntungan. Hasil ini juga mengabaikan kemungkinan dicap untung-untungan, karena kenyataannya orang beruntung selalu bertemu dengan keberuntungan sedangkan orang tidak beruntung tidak pernah bertemu dengan keberuntungan.</p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan sebuah test untuk melihat apakah ada perbedaan kemampuan di antara orang-orang ini dalam menemukan keberuntungan tersebut. Ia memberikan sebuah koran kepada orang beruntung dan tidak beruntung, kemudian menyuruh mereka menghitung berapa banyak foto di koran tersebut.</p>
<p>Richard menempatkan teks ukuran besar di sebuah halaman yang memenuhi setengah halaman dengan font sebesar 2 inci bertuliskan <span>&#8216;Tell the experimenter you have seen this and win $50&#8242; artinya &#8216;katakan ke peng-eksperimen Anda kalo Anda melihat tulisan ini dan dapatkan $50&#8242;.</span> Walaupun tulisan tersebut terpampang dengan jelas di sebuah halaman, namun kebanyakan orang tidak beruntung tidak memperhatikannya, sedangkan orang beruntung memperhatikan tulisan tersebut.</p>
<p>Orang tidak beruntung umumnya lebih tertekan daripada orang beruntung. Kekhawatiran karena tekanan telah mengganggu kemampuannya untuk menghadapi hal yang tidak diharapkan. Hasilnya mereka terlalu fokus untuk mencari hal lain. Seperti ketika mereka menghadiri suatu pesta, mereka mencari calon partner yang sempurna, namun kehilangan kesempatan untuk mencari teman yang baik. Contoh lain ketika &#8216;orang tidak beruntung&#8217; mencari iklan di koran untuk suatu jenis pekerjaan, mereka malah melewatkan jenis pekerjaan menarik lainnya.</p>
<p>Orang beruntung lebih relaks dan terbuka, sehingga mereka bisa melihat hal lain selain yang dicari. Berdasarkan penelitian ini, Richard menemukan ada prinsip-prinsip yang dipegang oleh &#8216;orang beruntung&#8217; untuk menemukan keberuntungannya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mereka terlatih menciptakan dan melihat kemungkinan peluang baik</li>
<li>Membuat keputusan baik berdasarkan intuisinya</li>
<li>Menciptakan ramalan menggunakan ekspektasi positif</li>
<li>Mengembangkan sifat ulet untuk mengubah nasib buruk menjadi baik</li>
</ol>
<p>Pertanyaan selanjutnya yang muncul dibenak Richard adalah apakah prinsip ini bisa digunakan untuk menciptakan keberuntungan pada orang-orang. Kemudian ia mengumpulkan beberapa relawan yang bersedia menjalankan latihan selama sebulan untuk berpikir dan berlaku seperti orang beruntung. Dan hasilnya mengagumkan, latihan tersebut membantu mereka menemukan keberuntungan, mendengar intuisi mereka, berharap beruntung, dan lebih tahan terhadap nasib buruk. 80 persen dari relawan lebih bahagia, lebih puas dan lebih penting lagi adalah lebih beruntung.</p>
<p>&#8216;Orang beruntung&#8217; menjadi lebih beruntung dan &#8216;orang tidak beruntung&#8217; menjadi beruntung setelah menjalani latihan ini. Rihard merasa sudah menemukan Faktor keberuntungan yang susah dipahami ini, ia kemudian memberikan 4 tip untuk menjadi beruntung:</p>
<ol>
<li>Dengarkan insting baik Anda karena biasanya insting tersebut benar adanya</li>
<li>Jadilah orang yang terbuka terhadap pengalaman baru dan lepas dari rutinitas sehari-hari</li>
<li>Luangkan waktu beberapa menit untuk memikirkan hal-hal yang sudah berjalan baik hari itu</li>
<li>Visualisasikan bahwa Anda menjadi beruntung sebelum menerima telepon atau aktifitas lainnya</li>
</ol>
<p>Semoga hari-hari Anda beruntung dan bekerja dengan baik.</p>
<p>Orang paling bahagia di dunia bukanlah orang yang tidak memiliki masalah satupun, tetapi adalah orang yang bisa belajar hidup dengan sesuatu yang tidak sempurna atau kurang sempurna.</p>
<p>Diterjemahkan dari artikel berbahasa inggris, semoga bermanfaat<br />
<em>http://timesofindia.indiatimes.com/articleshow/msid-3896391,prtpage-1.cms</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran yang bisa diambil dari kesabaran</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 05:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut saya dapatkan dari mailist dan saya posting lagi disini karena menarik untuk dibaca dan direnungi. Catatan penggunaan &#8220;saya&#8221; dalam cerita merujuk pada penulis email ini, jadi bukan merupakan pengalaman pribadi saya. Selamat membaca.
Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar di sebuah hotel, saya melihat suatu kejadian yang menarik, bagaimana seseorang menghadapi orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel berikut saya dapatkan dari mailist dan saya posting lagi disini karena menarik untuk dibaca dan direnungi. Catatan penggunaan &#8220;saya&#8221; dalam cerita merujuk pada penulis email ini, jadi bukan merupakan pengalaman pribadi saya. Selamat membaca.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar di sebuah hotel, saya melihat suatu kejadian yang menarik, bagaimana seseorang menghadapi orang yang penuh emosi.</p>
<p>Saat itu pukul 17.00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu yang baru datang. Orang yang persis di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah..<br />
Pegawai tersebut berkata, &#8220;Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar &#8217;single&#8217; untuk Anda.&#8221;<br />
<span id="more-158"></span>&#8220;Single?!&#8221; bentak orang itu. &#8220;Saya memesan double!&#8221;</p>
<p>Pegawai tersebut berkata dengan sopan, &#8220;Coba saya periksa sebentar.&#8221;</p>
<p>Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, &#8220;Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada, tetapi semua kamar double sudah penuh.&#8221;</p>
<p>Tamu yang berang itu berkata, &#8220;Saya tidak perduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia mulai bersikap &#8216;Anda-tahu-siapa- saya&#8217; lalu berkata, &#8220;Saya akan usahakan agar Anda di pecat. Anda lihat nanti.. Saya akan buat Anda di pecat.&#8221;</p>
<p>Di bawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela, &#8220;Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, sang tamu yang benar-benar marah itu berkata, &#8220;Saya tidak akan mau tinggal di kamar yang terbagus di hotel ini sekarang, manajemennya benar-benar buruk.&#8221;  Lalu ia pun pergi keluar.</p>
<p>Saya menghampiri meja penerimaan tamu sambil berpikir, si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis-habisan. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yang ramah sekali, &#8220;Selamat malam, Tuan.&#8221;</p>
<p>Ketika ia mengerjakan hal yang rutin, yaitu mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, &#8220;Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar-benar sabar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, Tuan&#8221; katanya. &#8220;Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, dia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan isterinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali dia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya. &#8221;</p>
<p>Pegawai tadi menambahkan, &#8220;Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221;</p>
<p>Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukun Cilik Ponari: Air batu sakti jombang diproduksi masal</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/18/dukun-cilik-ponari-air-batu-sakti-jombang-diproduksi-masal/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/18/dukun-cilik-ponari-air-batu-sakti-jombang-diproduksi-masal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 02:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[OOT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/18/dukun-cilik-ponari-air-batu-sakti-jombang-diproduksi-masal/</guid>
		<description><![CDATA[Entah siapa yang membuat gambar kreatif ini, namun idenya bisa membuat kita tertawa. Menggunakan gambar dari produk minuman berion terkenal di Indonesia, Ia menggabungkan fenomena unik segar yang terjadi di Jombang. Jombang dua tahun terakhir ini memang sering menjadi headline surat kabar cetak maupun televisi. Pertama kita mengenal sosok Ryan di tahun 2008 dengan pembunuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah siapa yang membuat gambar kreatif ini, namun idenya bisa membuat kita tertawa. Menggunakan gambar dari produk minuman berion terkenal di Indonesia, Ia menggabungkan fenomena unik segar yang terjadi di Jombang. Jombang dua tahun terakhir ini memang sering menjadi headline surat kabar cetak maupun televisi. Pertama kita mengenal sosok Ryan di tahun 2008 dengan pembunuhan kejinya. Tahun 2009 ada dukun cilik Ponari yang memiliki batu sakti dan konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.</p>
<table>
<tr>
<td><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan1.jpg" title="Ponari Sweet 1" target="_blank"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan1.thumbnail.jpg" alt="Ponari Sweet 1" /></a></td>
<td><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan2.jpg" title="Ponari Sweet 2" target="_blank"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan2.thumbnail.jpg" alt="Ponari Sweet 2" /></a></td>
<td><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan3.jpg" title="Ponari Sweet 3" target="_blank"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/iklan3.thumbnail.jpg" alt="Ponari Sweet 3" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3"><em>Air batu sakti jombang telah diproduksi secara massal</em></td>
</tr>
</table>
<p><span id="more-154"></span>Gambar di atas dibuat mungkin ingin menunjukan rasa keprihatinan terhadap kondisi negara kita saat ini. Di tengah mahalnya biaya hidup termasuk biaya kesehatan yang semakin menjerat rakyat kecil di jurang kemiskinan, dukun cilik Ponari memberikan harapan kesembuhan bagi anggapan sebagian rakyat Indonesia. Tiap hari ada ribuan orang yang rela mengantri untuk mendapatkan air rendaman batu sakti milik Ponari.</p>
<p>Apakah rakyat sudah tidak percaya dengan kemampuan dokter atau malah mereka percaya tapi tidak mampu untuk membayar biaya kesehatan. Tentunya pemerintah harusnya lebih jeli menanggapi setiap fenomena yang terjadi di Indonesia. Walaupun tidak bisa dipungkiri pengobatan alternatif telah memberikan kesembuhan bagi banyak orang, baik dari lapisan bawah, menengah hingga lapisan kelas atas.</p>
<p>Entah sugesti atau memang kebesaran Tuhan, Musali, 60, warga Ngoro, Jombang, sembuh dari lumpuh total yang telah dideritanya selama 5 tahun setelah meminum air batu sakti milik dukun cilik Ponari. Cerita lain dari Haji Nawawi asal Jombang juga, Ia mengaku sembuh dari penyakit linu tulang yang telah diderita selama 3 tahun. Sebelumnya ia telah berobat rutin di rumah sakit namun tidak sembuh-sembuh.</p>
<p>Selain cerita kesembuhan, banyak juga yang tidak merasakan efek penyembuhan setelah meminum air batu sakti milik Ponari. Ada yang mengatakan diperlukan keyakinan terhadap kasiat batu tersebut. Walaupun demikian tetap saja orang mengantri untuk mendapatkannya hingga terjadi korban jiwa. Terakhir keluarga Ponari memutuskan menutup praktek dukun cilik Ponari karena Ponari kewalahan melayani &#8220;pasiennya&#8221;.</p>
<p>Ketua Komnas perlindungan Anak, Kak Seto bahkan harus turun tangan karena aktifitas ini menyebabkan si Dukun Cilik harus meninggalkan bangku sekolah. Walaupun menurut pengakuan Ponari, Ia senang menyembuhkan orang namun kalau ramai ia bisa kelelahan dan jatuh sakit.</p>
<p>Ya demikianlah kondisi kita saat ini, kita bisa menyebut fenomena-fenomena ini unik di dunia, mulai dari berebut sakat, premanisme, korban lumpur lapindo, hingga fenomena Dukun Cilik Ponari. Semua ini tak lepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kemiskinan yang mendera negeri ini. Selain itu hal ini merupakan cermin dari keputusasaan masyarakat kecil terhadap kehidupannya. Ada pepatah mengatakan pemimpin mencerminkan bawahannya. Semoga pemerintah memiliki solusi yang jitu bukan hanya janji-janji politikus ketika berkampanye.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/18/dukun-cilik-ponari-air-batu-sakti-jombang-diproduksi-masal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produk atau Sistemnya?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk dijual sehingga ia selalu menganggap produk adalah yang terpenting. Sedangkan pemilik bisnis lebih mementingkan sistem yang baik walaupun tidak mengesampingkan faktor produk yang baik.</p>
<p>Anda pasti mengenal <em>brand</em> / <em>franchise</em> terkenal seperti KFC, Dunkin Donuts, MacDonald atau mungkin Anda pernah makan di resto atau cafe yang setiap pegawainya tersenyum dan menyapa Anda ketika Anda lewat. Anda mungkin tertarik dengan keramahan mereka, kemudian Anda diantar dan dipersilahkan duduk di ruangan yang nyaman. Kemudian Anda disuguhi daftar makan dan memesan beberapa makanan yang bernama kebarat-baratan. Mungkin setelah Anda makan Anda berpikir bahwa makanan seperti ini bisa Anda dapatkan di warung makan biasa dengan rasa lebih enak dan tentunya harga lebih murah. Namun mengapa resto atau cafe tersebut masih bisa bertahan dan meningkatkan labanya?</p>
<p><span id="more-153"></span>Saya yakin ada banyak orang yang bisa membuat ayam goreng lebih lezat dari KFC, atau bisa membuat donut lebih empuk dan enak daripada Dunkin Donuts, tetapi mengapa sampai sekarang tidak banyak yang bisa menjadi kompetitor serius bagi mereka? bahkan semakin banyak saja Investor yang membeli <em>franchise</em> mereka. Ini dikarenakan ada perbedaan diantara produk dan sistem.</p>
<p>Kita juga pasti sering melihat beberapa produk bagus yang baru beredar namun dalam hitungan waktu menghilang. Ada banyak MLM baru juga dengan produk yang bagus tapi tidak ditunjang dengan sistem yang baik lenyap ditelan waktu. Atau ada karyawan dari sebuah perusahaan sukses, keluar dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan karena yakin bisa memproduksi produk yang lebih bagus dari perusahaan tersebut, namun dalam hitungan tahun bisnisnya menurun dan akhirnya tutup. Walaupun banyak yang berhasil di tahun-tahun awal berdiri, namun akhirnya kewalahan ketika bisnisnya menanjak.</p>
<p>Ada 4 kuadran penghasilan seperti sering diucapkan oleh Robert T Kiyosaki, yaitu Karyawan (<em>Employee</em>), Pemilik Bisnis kecil (<em>Self-Employeed</em>), Pemilik Bisnis Besar (<em>Business Owner</em>), dan <em>Investor</em>. Karyawan sangat bergantung dengan kuadran B (Business Owner), jika perusahaan bangkrut maka karyawan adalah pihak yang tidak aman. Walaupun banyak yang menganggap menjadi karyawan adalah profesi yang aman karena selalu mendapatkan penghasilan tiap bulannya. Perhatikan saja saat ini, begitu banyak PHK yang terjadi karena krisis. Perusahaan bisa saja membekukan usahanya di saat krisis dan membuka lagi ketika situasi sudah membaik. Toh pemilik bisnis sudah memiliki kekayaan yang cukup untuk bertahan di saat krisis.</p>
<p>Kuadran S ( <em>Self-Employeed </em>) diisi oleh tenaga ahli yang melakukan usaha sendiri, seperti designer, tukang cukur, salon, penjual toko kelontong, dokter praktek di rumah, atau tenaga ahli lainnya. Hasil memang lebih besar, namun perlu diingat kita memiliki batas dalam fisik. Jika sampai usia tua kita menjalankan pekerjaan sendiri maka bisa dipastikan kesehatan Anda akan cepat memburuk dan kemungkinan waktu untuk keluarga akan berkurang karena kita sibuk di bisnis tersebut.</p>
<p>Kuadran B (Business Owner) adalah pemilik bisnis yang tangguh. Saya sebut tangguh karena telah membangun sistem yang baik dan mempekerjaan orang-orang pintar. Hampir tidak ada campur tangan dari B dalam bisnisnya karena perusahaannya sudah berjalan dengan sendirinya sesuai sistem yang dibangunnya. Semua urusan kantor dan <em>client</em> diurus oleh manajernya. Ia bahkan bisa meninggalkan perusahaannya beberapa saat dan di saat kembali menemukan perusahaannya tetap berjalan dan bahkan lebih baik.</p>
<p>Kuadran Investor adalah orang yang memiliki modal yang besar dan mampu berinvestasi dengan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi. Seringkali Investor membeli sistem dari Kuadran B karena mereka malas membangun sistem dari awal. Membeli sistem dari kuadran B lebih dikenal dengan nama membeli <em>franchise</em>, contohnya KFC dan MacDonald. Jika Anda punya uang lebih maka Anda bisa membeli sistem mereka dan semua itu sudah berjalan tanpa campur tangan Anda.</p>
<p>Jadi disini sistem lebih penting daripada produk. Jika Anda tidak percaya bahwa jika Anda bisa membuat ayam goreng atau donut yang lebih lezat maka Anda bisa mengalahkan mereka, coba jawab dulu pertanyaan ini:</p>
<ul>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk menstandarkan rasa di seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda bisa mendistribusikan ribuan kilo bahan pembuat donut ke seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk pemasaran?</li>
<li>Apakah Anda memiliki karyawan yang tangguh?</li>
<li>Apakah Anda bisa membuat depot Anda seragam baik dari interior, seragam pegawai maupun salam khas selamat datang dan terima kasih?</li>
<li>mungkin pertanyaan paling penting, Apakah Anda masih perlu untuk terlibat penuh dengan usaha Anda?</li>
</ul>
<p>Masih banyak pertanyaan lain yang bisa saya ajukan seperti apakah Anda memiliki <em>planning</em> atau rencana untuk mengembangkan usaha Anda. Namun saya kira pertanyaan di atas sudah cukup menjelaskan pentingnya sebuah sistem jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dan sukses.</p>
<p>Jadi jika Anda ingin terjun ke bisnis atau mendirikan sebuah usaha, maka hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah sistem bisnis tersebut. Ketika sistem itu berjalan dengan baik maka campur tangan Anda akan semakin sedikit dan akhirnya Anda bisa melakukan aktifitas lain bersama keluarga atau mendirikan usaha lain. Produk memang penting tapi pikirkan dahulu sistemnya.</p>
<p>Untuk membangun bisnis besar memang diperlukan sistem dan produk yang baik. Coba pelajari ilmu bisnis seperti yang diajarkan bagi lulusan MBA atau jika punya uang lebih Anda bisa membeli sistem <em>franchise</em> dan mempelajarinya. Karena sistem mereka sudah direncanakan dan diuji dengan baik. Saran Robert T Kiyosaki adalah mengikuti MLM yang baik, karena dengan modal yang relatif kecil Anda bisa belajar tentang bisnis besar. MLM yang baik akan membantu anggotanya dalam mengembangkan jaringannya.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p><em>Catatan : untuk lebih jelasnya silahkan baca buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Berani Miskin?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/10/siapa-berani-miskin/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/10/siapa-berani-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 02:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/10/siapa-berani-miskin/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini bukan ingin menyoroti kemiskinan di negeri ini, bukan juga ingin mengkritik pemerintah karena tidak mampu mengatasi kemiskinan di Indonesia. Namun saya ingin menyoroti tentang &#8220;keberanian untuk hidup miskin&#8221;. Mungkin bagi sebagian besar orang hal ini adalah sesuatu yang aneh dan harus selalu dihindari. Mengapa kita perlu bertindak ekstrim dengan memilih hidup susah?
Sebagian kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/sigit-agus-himawan.jpg" title="sigit agus himawan" target="_blank"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/sigit-agus-himawan.thumbnail.jpg" alt="sigit agus himawan" align="left" /></a>Artikel ini bukan ingin menyoroti kemiskinan di negeri ini, bukan juga ingin mengkritik pemerintah karena tidak mampu mengatasi kemiskinan di Indonesia. Namun saya ingin menyoroti tentang &#8220;keberanian untuk hidup miskin&#8221;. Mungkin bagi sebagian besar orang hal ini adalah sesuatu yang aneh dan harus selalu dihindari. Mengapa kita perlu bertindak ekstrim dengan memilih hidup susah?</p>
<p>Sebagian kecil orang telah memahami konsep ini dan berhasil lepas dari jeratan kenikmatan jabatan semu di perusahaan. Ya, jadi yang saya maksud <strong>keberanian untuk hidup miskin</strong> adalah keberanian untuk melepaskan jabatan Anda di perusahaan dan beralih menjadi seorang pengusaha. Dari seorang karyawan yang selalu mendapat gaji tetap menjadi seorang pengusaha yang tidak berpenghasilan tetap.</p>
<p><span id="more-151"></span>Banyak orang lebih mencari <em>keamanan finansial</em> daripada <em>kebebasan finansial</em>. Dengan bekerja di sebuah perusahaan mereka mengira bahwa mereka sudah aman secara finansial apalagi jika gaji mereka juga besar. Sebenarnya perusahaan berusaha untuk menyamarkan <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/01/06/setiap-orang-dilahiran-dengan-bakat-cerdas/">kecerdasan Anda</a> dengan menawarkan jabatan dan pekerjaan yang tampak menarik.</p>
<p>Namun semakin besar gaji Anda maka semakin kecil waktu yang bisa Anda manfaatkan untuk menggali potensi diri Anda. Semakin tinggi jabatan Anda semakin sedikit waktu Anda untuk berlibur dan berkumpul dengan keluarga. Jadi sebagian besar orang tidak menyadari pentingnya <em>Kebebasan Finansial</em>.</p>
<p>Keamanan Finansial yang mereka dambakan ternyata sudah terbukti tidak aman, karena karyawan adalah bagian yang mudah di PHK ketika kondisi perusahaan memburuk seperti saat krisis global ini. Jadi sangat penting bagi Anda untuk memikirkan tentang cara mencapai Kebebasan Finansial.</p>
<p>Sebuah kisah dari Banyuwangi akan saya gunakan untuk menjelaskan maksud dari &#8220;berani miskin&#8221;. Beliau adalah <strong>Sigit Agus Himawan</strong> kelahiran Banyuwangi yang sukses menjadi &#8220;bos sampah&#8221;. Ini dikarenakan buah dari keberaniannya untuk memilih hidup miskin. Dimulai ketika lulus dari teknik kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Pak Sigit seperti kebanyakan orang berusaha melamar pekerjaan di sana-sini.</p>
<p>Akhirnya Pak Sigit diterima sebagai karyawan di sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta. Pekerjaan ini membuatnya bisa mengunjungi negara lain. Dan ketika mengunjungi negara China, Pak Sigit sempat melihat <em>home industry</em> yang tumbuh begitu pesat saat itu. Hal itu menyebabkan Pak Sigit bosan menjadi seorang pegawai dan ingin memiliki usaha sendiri.</p>
<p>Dengan tekad yang kuat pak Sigit berhenti dari pekerjaan tersebut walaupun gaji nya cukup besar untuk ukuran saat itu, yaitu 6,5jt. Hal ini dikarenakan keyakinan pak Sigit bahwa masa depannya lebih terjamin jika ia sukses berusaha sendiri. Keluar dari perusahaan beliau tinggal di Pacet, Mojokerto. Perubahaan drastis dari pegawai bergaji besar menjadi tidak berpenghasilan.</p>
<p>Untuk sekedar menghidupi  keluarganya, pak Sigit menjual karbol buatannya sambil melirik peluang bisnis di sekitarnya. Salah satu yang menarik untuk dijadikan objek penelitian adalah kotoran sapi karena di sekitarnya banyak terdapat kotoran sapi. Dari hal itu ia berpikir untuk melakukan sesuatu terhadap sampah apalagi banyak orang yang tidak mau bermain di lahan itu. &#8220;Nyium baunya aja orang sudah malas&#8221;, kata pak Sigit.</p>
<p>Dari sini pak Sigit mulai belajar tentang ilmu pertanian untuk mengolah sampah. Untuk meningkatkan pengetahuannya, pak Sigit sampai tinggal di TPA Bantar Gebang Bekasi selama setahun. &#8220;Kalau mau menjadi sahabat sampah, kita harus bicara dulu dengannya. Pendekatan,&#8221; tuturnya filosofis.</p>
<p>Hal ini juga mengharuskan pak Sigit menjadi pemulung dan tinggal di sekitar TPA dalam sebuah rumah seadanya dari papan. &#8220;Pokoknya bisa untuk tidur,&#8221; ucapnya. Keberaniannya untuk hidup miskin sering mengakibatkan ia dicap <em>wong gendeng</em> atau orang gila dari kerabatnya.</p>
<p>Namun pak Sigit tetap malaju dengan keyakinannya. Dari Bantar Gebang, timbul sebuah ide untuk berinovasi. Dia ingin membuat kompos berbentuk granular supaya tidak tertiup angin dan tidak terbawa air. Sebab, jika berbentuk serbuk, kemungkinan tersebut akan terjadi.</p>
<p>Pupuk buatannya itu kemudian diujikan. Uji tanam dilakukan di Bandung dan Mojokerto. Setelah mencoba beberapa kali ia mendapatkan tanggapan yang bagus tentang pupuk buatannya. Dan akhirnya seorang teman memberi modal untuk menyewa pabrik di Purwakarta.</p>
<p>Hingga saat ini usaha pak Sigit terus menanjak dan sudah memiliki 3 pabrik dengan memperkerjakan 150 orang tiap pabriknya. Pupuk komposnya diproduksi dibawah bendera <strong>PT Komposindo Granular Arendi</strong> tepatnya di Karawang, Sragen, dan Jember.</p>
<p>Sampai sekarang kadang pak Sigit masih tidak percaya dengan yang sudah ia lakukan. &#8220;Jujur saja, saya jadi insinyur karena dipaksa orang tua. Cita-cita saya sebenarnya ingin jadi pemusik,&#8221; ungkapnya merendah.</p>
<p>Jadi setelah membaca kisah pak Sigit Agus Himawan apakah Anda sudah mendapatkan point penting tentang keberanian hidup miskin. Saya tidak mengharuskan Anda untuk berpikir ekstrim dengan meninggalkan pekerjaan Anda saat ini dan memulai mencari peluang usaha. Sebenarnya sambil bekerja kita bisa memanfaatkan waktu luang kita dengan tidak terlalu larut dengan pekerjaan kita.</p>
<p>Mungkin buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul &#8220;Rich Dad&#8217;s Before You Quit Your Job&#8221; bisa membantu Anda untuk menentukan kapan saat yang tepat untuk berhenti dari perusahaan. Intinya Anda harus kreatif dan jeli memanfaatkan setiap peluang di sekitar Anda. Cari <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/01/06/setiap-orang-dilahiran-dengan-bakat-cerdas/">kecerdasan Anda</a> dan implementasikan ke dunia nyata. Semoga Sukses!</p>
<p><em>Sumber Jawa Pos Edisi 1 februari 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/10/siapa-berani-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.657 seconds -->
<!-- Cached page served by WP-Cache -->
<!-- Compression = gzip -->