<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Haryanto Kandani - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi &#187; Indonesian</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/category/people-power/indonesian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mbah Surip: I love you full</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran hidup]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kaget dan tidak menyangka, Mbah Surip meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="mbah-surip" src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah-surip.jpg" alt="mbah surip - i love you full" width="200" height="301" align="left" /> Kaget dan tidak menyangka, <strong>Mbah Surip</strong> meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band dan penyanyi baru.</p>
<p>Mbah surip adalah seorang seniman dengan ciri khas rambut gimbalnya (ciri khas penyanyi genre reggae juga) dan ketawanya yang khas. Salam khasnya yang terkenal adalah &#8220;<strong>I LOVE YOU FULL</strong>&#8220;, mengingatkan kita akan salam Michael Jakson. Mbah surip juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, hal ini dapat dilihat dari cara berdandan dan instrument gitar tua miliknya.</p>
<p>Tapi siapa sebenarnya Mbah surip, mengapa baru di usia tua-nya Beliau bisa menelurkan sebuah karya besar yang akan diingat oleh pecintanya.<span id="more-177"></span></p>
<p><strong>Profil Mbah Surip</strong></p>
<p>Beliau dilahirkan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 5 Mei 1949, yaitu sekitar 59 tahun yang lalu. Nama Aslinya adalah Urip Ariyanto. Beliau juga seorang bergelar insinyur yang berhasil diraih ketika kuliah di Universitas Sunan Giri, Surabaya (Sarjana Kimia). Selain insinyur ia juga memiliki gelar MBA.</p>
<p>Sebagai seorang yang terpelajar, Mbah surip pernah mencoba beberapa pekerjaan teknik seperti pengeboran minyak, bidang kelistrikan, bangunan dan borongan. Pengeboran minyak dilakoni selama 10 tahun. Pekerjaan ini mengantarkan beliau ke luar negeri. Beliau pernah bekerja di Indonesia, Kanada, Texas, Yordania, dan California.</p>
<p>Mengenai nama Mbah Surip, beliau pernah berkata :</p>
<blockquote><p>&#8220;Nah, itu, saya bingung lagi. Wong, saya bisa juga cari ketela, ubi, buat bayar sekolah. Sayur basi saya kumpulkan untuk biaya sekolah. Saya senang sekolah. Ada S-1, MBA, akhirnya ya jadi mbah. Saya punya ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs, sama insinyur dan MBA. Termasuk, saya mempelajari geologi,&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>Mbah Surip sebagai seniman</strong></p>
<p>Sebagai seorang yang nyentrik dan kadang dipandang sebelah mata, ternyata Mbah Surip memiliki jiwa seni yang mulai dihargai ketika beliau berusia tua. Bahkan Royalti atas nada dering lagu Tak gendong saja dikabarkan sudah mencapai angka milyaran rupiah. Sebuah fenomena yang luar biasa dari sebuah kesederhanaan.</p>
<p>Kesuksesaan yang dicapainya saat ini bukanlah sesuatu yang instan, ini merupakan kristalisasi keringat selama 20 tahun menjalani profesi sebagai pengamen jalanan. Bahkan Tukul sendiri sudah mengenal sosok Mbah Surip sejak tahun 80-an. Menurut Tukul, yang paling diingat dari sosok Mbah Surip adalah kopi. Kopi sepertinya tidak pernah terpisahkan dari Mbah Surip.</p>
<p>Sebagai seorang pengamen di jalanan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Beliau rela untuk tidur beralasan koran di emperan toko. Sebagai pengamen yang unik, bahkan beliau sudah mampu menerbitkan beberapa album, seperti &#8216;Ijo Royo-royo&#8217;, &#8216;Indonesia&#8217;, &#8216;Barang Baru&#8217; dan &#8216;Reformasi&#8217;. Walaupun baru sebatas dijajakan di warung dan wc sekitar terminal blok M.</p>
<p>Akhirnya tahun 2008, Falcon Record mengontrak Mbah Surip dan dalam proses pemilihan lagu, Falcon pun merilis single &#8216;Tak Gendong&#8217; pada April 2009. Walaupun sebenarnya Lagu Tak Gendong sudah diciptakan pada tahun 1983 saat Beliau bekerja di Amerika Serikat. Inti lagu ini berisi pembelajaran, yaitu, payur tempat manusia belajar salah menjadi benar. Hal menarik dari Mbah Surip, walaupun Beliau suka berdandan ala penyanyi reggea ternyata beliau bukanlah penggemar tokoh reggae Bob Marley.</p>
<p>Salam khas nya <strong>I love you full</strong>, ditujukan untuk mencintai semua makhluk. Mbah surip adalah orang yang suka belajar, ia juga menyukai filsafat, hingga tak jarang kata-katanya mengandung filosofi yang sangat dalam.</p>
<blockquote><p>&#8220;Maksudnya i love you full, cintaku adalah segalanya. Itu adalah jargon Mbah. Jadi, cintaku untuk semua manusia, tumbuh-tumbuhan, dan Tuhan. Untuk semua,&#8221;</p></blockquote>
<p>Terima Kasih <strong>Mbah Surip</strong> yang telah meninggalkan pelajaran hidup tentang semangat dan tawamu kepada Kami.</p>
<p><em>dikutip dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Brand Joger</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 03:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi orang sukses di Indonesia yang berhasil menemukan bakat kecerdasannya melalui rangkaian kata-kata. Saya sering bertemu dengan orang yang pintar merangkai kata-kata atau istilah kerennya plesetan, namun tidak banyak yang menggunakan bakat ini dalam dunia bisnis. Brand Joger salah satu fenomena di dunia Bisnis yang berhasil menanamkan brand pabrik kata-kata yang identik juga dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/tembok-joger.JPG" title="tembok joger"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/tembok-joger.thumbnail.JPG" alt="tembok joger" align="left" /></a> Satu lagi orang sukses di Indonesia yang berhasil menemukan <a href="http://www.jualanbuku.com/2009/01/06/setiap-orang-dilahiran-dengan-bakat-cerdas/">bakat kecerdasan</a>nya melalui rangkaian kata-kata. Saya sering bertemu dengan orang yang pintar merangkai kata-kata atau istilah kerennya plesetan, namun tidak banyak yang menggunakan bakat ini dalam dunia bisnis.</p>
<p>Brand Joger salah satu fenomena di dunia Bisnis yang berhasil menanamkan brand pabrik kata-kata yang identik juga dengan pulau Bali. Maka dari itu tidak lengkap jika kita berlibur ke pulau Bali jika tidak mengunjungi Joger. Hampir tiap hari ribuan orang memenuhi <em>show room</em> Joger yang terletak di Jalan Raya Kuta. Terutama ketika musim liburan tiba, 17 kasir yang tersedia selalu berisi antrian panjang.</p>
<p><span id="more-148"></span>Hingga saat ini, Joger memiliki sekitar 150-an &#8216;anggota keluarga&#8217; (sebutan untuk karyawan Joger). Usaha Joger mampu memberikan kesempatan kerja bagi banyak orang buangan termasuk orang cacat sehingga mereka mampu berkarya untuk hidup mereka. Jika dilihat sukses Joger saat ini, mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa pemilik Joger bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi S1 atau S2.</p>
<p><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/joger-2.JPG" title="bapak joger - pendiri joger"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/02/joger-2.thumbnail.JPG" alt="bapak joger - pendiri joger" align="left" /></a>Pendiri Joger atau sering disebut Mr. Joger atau Pak Joger bernama Joseph Theodorus Wulianadi. Joger memiliki salam khas Selamat Pagi, tidak peduli apakah hari sudah siang atau malam. Nama Joger sendiri merupakan singkatan dari namanya, Joseph dan Gerhard Seeger. Gerhard adalah teman sekolahnya ketika di Jerman yang memberi US 20.000 sebagai hadiah pernikahannya.</p>
<p>Usaha Mr Joger dimulai dengan modal 500ribu pada bulan Juli 1980. Beliau mulai merangkai kata-kata sendiri, disablonkan kepada orang lain, memasarkan sendiri <em>door to door</em>,  gedor-gedor rumah orang dan hasilnya sekarang pembeli yang harus ngantri di Joger. Produk yang paling pertama ia hasilkan adalah kaos. Kaos itu dibuat dengan kata-kata, &#8220;Belanja tidak belanja tetap thank you&#8221;. Waktu itu masih menggunakan desain manual.</p>
<p>Menurut cerita Mr. Joger, 19 januari 1981 usahanya mulai menanjak. Ini ditandai dengan membuka toko di Jalan Sulawesi 37, Denpasar dengan nama Art &#038; Batik Shop Joger. Kemudian selanjutnya Tahun 1983 membuka toko lain di jalan yang sama. Terakhir tahun 1986, Mr. Joger membuka toko di Jalan Raya Kuta hingga saat ini.</p>
<p>Namun Mr Joger malah &#8216;bertobat&#8217; dan membatalkan niatnya untuk menjadi konglomerat. Dua toko di Jalan Sulawesi akhirnya ditutup Mr. Joger pada Tahun 1987 walaupun secara materi menguntungkan. Walaupun demikian saat ini sedang dibangun pusat Joger lainnya di daerah Baturiti, Tabanan Bali. Ini semata-mata karena toko Joger di jalan raya Kuta sudah terlalu sempit untuk menampung ribuan pengunjung tiap harinya.</p>
<p>Konsistensi Joger untuk mempertahankan Brand Joger di pulau Bali juga mampu mempertahankan hidup brand dan keaslian brand tersebut. Joger tidak bisa dibeli di luar pulau Bali, sehingga jika orang menggunakan Joger berarti pernah berlibur ke Bali. Kualitas kainnya pun tidak kalah dengan brand luar negeri seperti Billabong dan Quick Silver, namun harga merakyat untuk orang Indonesia.</p>
<p>Sekalipun begitu terkenal dengan limpahan materi yang cukup. Baginya itu tidaklah seberapa. Sukses tidak bisa diukur dari kekayaan materi. &#8220;Sukses itu adalah ketika kita bisa merasakan bahagia. Walau kaya dengan materi segunung kalau belum bahagia itu namanya belum sukses. Apalagi miskin dan tidak bahagia,&#8221; lontarnya sambil terkekeh.</p>
<p>Cara mengelola usahanya sendiri, Mr Joger mengaku tidak seribet dengan usaha lain. Dia seringkali membuat manajemen berjalan dengan sendirinya. Yang ada adalah pembagian kerja dari masing-masing &#8216;anggota keluarga&#8217;. Karena katanya, setiap orang adalah pemimpin. Mereka tahu tanggung jawabnya dan tahu maju mundurnya perusahaan ada di tangan masing-masing.</p>
<p>Usaha Mr Joger ini umumnya dikelola dengan sistem yang bertentangan dengan keumuman usaha. Misalnya dalam setiap produk dari usahanya selalu dibilang jelek. &#8220;Joger jelek,&#8221; tapi yang seperti ini justru yang disukai pembeli.</p>
<p>Dengan strategi pemasaran yang sering bertentangan dengan kelaziman, ternyata karir Mr Joger terus menanjak. Bahkan, hingga kini ia mengaku tidak pernah mengalami kemunduran. &#8216;Nggak pernah mundur. Malah maju terus,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em>Sumber : Radar Bali</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gede Prama MBA, MA: Bicara Baik atau Diam</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/gede-prama-mba-ma-bicara-baik-atau-diam/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/gede-prama-mba-ma-bicara-baik-atau-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 04:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/gede-prama-mba-ma-bicara-baik-atau-diam/</guid>
		<description><![CDATA[Gede Prama adalah satu lagi motivator yang saya kagumi selain Mario teguh. Hampir sama dengan Mario Teguh, pak Gede Prama ( mungkin seharusnya Gde Prama ) memiliki pembawaan yang tenang dan menghanyutkan. Kata-kata yang keluar selalu dipikirkan masak-masak dan meneduhkan bagi yang mendengarnya. Untuk itu saya mencoba untuk menulis artikel tentang beliau yang saya rangkum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_iPniJ4pzYNA/SR-jpscehRI/AAAAAAAAAlw/FeRTdEOzGsI/s1600-h/472979945_eea88d356a.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_iPniJ4pzYNA/SR-jpscehRI/AAAAAAAAAlw/FeRTdEOzGsI/s200/472979945_eea88d356a.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269110025747334418" border="0" /></a>Gede Prama adalah satu lagi motivator yang saya kagumi selain <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/08/23/mario-teguh-dan-filosofinya/">Mario teguh</a>. Hampir sama dengan Mario Teguh, pak Gede Prama ( mungkin seharusnya <strong>Gde Prama</strong> ) memiliki pembawaan yang tenang dan menghanyutkan. Kata-kata yang keluar selalu dipikirkan masak-masak dan meneduhkan bagi yang mendengarnya.</p>
<p>Untuk itu saya mencoba untuk menulis artikel tentang beliau yang saya rangkum dari berbagai sumber. Mudah-mudahan pembaca jualanbuku.com mendapatkan informasi tentang siapa sebenarnya pak Gede Prama. Selamat membaca.<br />
<span id="more-129"></span></p>
<h3>Masa kecil pak Gede Prama</h3>
<p>Pak Gede Prama lahir di Desa Tujan yang terletak di Bali bagian Utara. Sejak kecil beliau merupakan pribadi yang patut akan hukum atau ada yang berlaku di sekitarnya. Jiwa pemberontak mungkin jauh dari kepribadiannya. Ini terlihat ketika orang tuanya sering mengumpulkan anak-anaknya untuk diberikan wejangan, Gede Prama tidak kabur seperti yang dilakukan kakak-kakaknya.</p>
<p>Sikap Gede Prama ini bukan berarti pesimistis terhadap lingkungan atau lebih suka nrimo daripada bereaksi. Beliau sebenarnya melatih pikirannya agar selalu berpikir positif. Walaupun menurut beliau hal ini tidak bisa tercipta secara langsung, untuk itu ia selalu melatihnya terus menerus.</p>
<h3>Masa sekolah atau menuntut ilmu</h3>
<p>Sebelum berkarir, pak Gede Prama menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lancaster Inggris dan mendapatkan gelar BA. Gelar MBA sendiri diraih ketika kuliah di Institut Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Beliau juga mulai mempelajari karya-karya filosofi penulis terkenal seperti Foucault, Lyotar, Khalil Gibran dan Derrida.</p>
<p>Selain mempelajari karya-karya filosofi, beliau juga berlatih meditasi yang dilakukan secara rutin. Dari latihan ini beliau mendapatkan ketenangan yang memudahkan beliau mengembangkan pikiran positif dalam segala hal.</p>
<h3>Karir pak Gede Prama</h3>
<p>pak Gede Prama mungkin pribadi yang unik dimana ia berkarir di bidang managemen dan bisnis sekaligus menjadi motivator beserta filosofinya tentang kehidupan mulia ini. Berikut adalah daftar perjalanan karir beliau yang saya rangkum dari situs <a href="http://www.lampungpost.com/cetak/cetak.php?id=2007110401000153">lampung post</a> :</p>
<p>- tahun 1986-1989: Asisten manager di anak perusahaan Marsushita Electric Jakarta<br />
- tahun 1989-1990: Office of the President Manager Matari Inc. Jakarta<br />
- tahun 1990-1993: Dosen MBA Sekolah Manajemen Prasetiya Mulya<br />
- tahun 1997-1999: Anggota Dewan Komisaris PT Air Mancur<br />
- tahun 1999-2000: Direktur SDM &amp; Operasi PT Air Mancur<br />
- tahun 2000-2002: Presiden Direktur PT Air Mancur<br />
- tahun 1993 hingga sekarang: Presiden Direktur Dynamics Consulting Jakarta</p>
<p>sebagai motivator atau konsultan pak Gede Prama pernah menjadi konsultan manajemen RCTI, Blue Bird, PT Kodja Bahari, Air Mancur dll. sebagai pembicara seminar sudah tidak terhitung banyaknya mulai undangan dari organisasi keagamaan, perusahaan, maupun seminar tentang motivasi diri dan bisnis.</p>
<p>selain bekerja sebagai trainee, beliau juga adalah seorang penulis buku yang produktif. Sekitar 23 buku sudah berhasil diterbitkan dan mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat. Buku-buku ini lebih banyak ke topik filosofi dan cara menjalani hidup dengan pikiran positif.</p>
<p>Kemudian pak Gede Prama juga pernah menerbitkan audio book seperti <em>Praktek kepemimpinan berdasarkan Air, Memimpin dengan Hari, Meraih Harta dengan Cinta, Cinta membuat kita bersayap</em>.</p>
<h3>pak Gede Prama dan Filosofi</h3>
<p>Mungkin pak Gede Prama tidak bisa lepas dari dunia filosofi karena memang merupakan ketertarikannya kepada dunia ini sejak kecil menghantarkan dirinya menjadi seorang yang sukses secara material. Beliau menyebutkan Keberhasilannya berawal dari sebuah Keyakinan. Keyakinan akan potensi kita untuk menjadi pribadi yang sukses.</p>
<p>Dari sekian banyak wejangannya, ada sebuah artikel yang baru saya baca yang berjudul &#8220;Bicara Baik atau Diam&#8221;. Disini pak Gede Prama ingin menyampaikan pesan bahwa di tengah banyaknya pergunjingan dan gosip yang isinya negatif atau menjelek-jelekkan orang lain, maka beliau menyarankan kita untuk berbicara yang baik saja, dan ketika kita merasa tidak bisa menyampaikan sesuatu dengan baik, maka Diam adalah emas.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Mengenal sosok pak Gede Prama telah membuka wawasan saya untuk menjalani hidup dengan pikiran positif. Hal ini juga sesuai dengan hukum <a href="http://www.jualanbuku.com/category/rhonda-byrne-the-secret/">the Law of Attraction The Secret</a>. Pikiran positif akan mendatangkan lebih banyak hal positif ke hidup Anda.</p>
<p>Untuk itu selalu lah berpikir positif untuk masa depan Anda yang lebih baik. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/gede-prama-mba-ma-bicara-baik-atau-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harianto Wijaya: Genius medan di belantara Jerman</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/05/24/harianto-wijaya-genius-medan-di-belantara-jerman/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/05/24/harianto-wijaya-genius-medan-di-belantara-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 23:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[IT People]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[harianto wijaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/05/24/harianto-wijaya-genius-medan-di-belantara-jerman/</guid>
		<description><![CDATA[Jarang-jarang ada pemuda punya segerobak prestasi, bahkan di Jerman pula. Pemuda itu adalah Harianto Wijaya, asal Medan, Sumatra Utara. Usia Ian demikian panggilannya baru 25 tahun. Namun sebentar lagi ia meraih gelar doktor informatika di Jerman. Bahkan, dua temuannya di bidang teknologi informatika telah dipatenkan di sana. Sebelumnya pada juli 2000. Ian menjadi orang asing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_iPniJ4pzYNA/SDdYSlQ779I/AAAAAAAAAPc/3ZGVNqAgeGI/s1600-h/green_card200x175.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img src="http://bp2.blogger.com/_iPniJ4pzYNA/SDdYSlQ779I/AAAAAAAAAPc/3ZGVNqAgeGI/s400/green_card200x175.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203724970713935826" border="0" /></a>Jarang-jarang ada pemuda punya segerobak prestasi, bahkan di Jerman pula. Pemuda itu adalah Harianto Wijaya, asal Medan, Sumatra Utara. Usia Ian demikian panggilannya baru 25 tahun. Namun sebentar lagi ia meraih gelar doktor informatika di Jerman. Bahkan, dua temuannya di bidang teknologi informatika telah dipatenkan di sana.</p>
<p>Sebelumnya pada juli 2000. Ian menjadi orang asing pertama yang memperoleh <a href="http://www.comnets.rwth-aachen.de/~hari/Green_Card/Green_Card_Archive/DUESSELDORF_TODAY.htm" title="green card for harianto wijaya" target="_blank">green card di negara diesel itu</a>. Dengan izin khusus itu, ia boleh bekerja sekaligus membawa keluarganya bertempat tinggal di Jerman. Berbeda dengan green card versi Amerika Serikat, yang diberikan bagi semua lapisan, izin khusus di Jerman itu hanya dianugrahkan kepada orang asing yang punya skill tinggi di bidang hi-tech.</p>
<p>Karya pertama Ian yang dipatenkan itu dimilikinya bersama Pro. Dr. Ing. B. Walke, dosen pembimbingnya semasa kuliah di Rheinisch Westfalische Technische Hochschule (RWTH), Aachen. Temuannya merupakan terobosan baru di bidang wireless local area network. Dengan temuan itu, berbagai sistem komunikasi yang berbeda standar dapat dioperasikan pada frekuensi dan tempat yang sama, tanpa saling mengganggu. Temuan itu juga dilengkapi kemampuan Multi-Hop, yang menjadikan jangkauan pengiriman data yang lebih jauh.</p>
<p><span id="more-58"></span>Adapun paten kedua dimilikinya bersama Siemens, salah satu perusahaan seluler besar di dunia. Temuannya berupa feature atau algoritma yang dipakai oleh wireless modem hardware untuk melakukan <em>scanning </em>(pemindaian) terhadap<br />
channel frekuensi tertentu. Dengan temuan iu, kondisi interfensi terhadap sistem komunikasi lain bisa diketahui. Dari hasil pemindaian itu pula, <em>wireless modem</em> dapat memilih modulasi yang paling optimal untuk kondisi <em>channel </em>frekuensi tadi. Hasilnya, <em>wireless modem</em> dapat menjamin <em>quality of service</em> optimal untuk program aplikasi-aplikasi yang menggunakan <em>wireless medium</em> (udara) sebagai medium pengirim data.</p>
<p>Sayangnya, Ian enggan menyebutkan nilai jual patennya itu. Ian yang saat ini sudah delapan bulan menempuh program doktor, hanya memberikan sekadar gambaran. Pada paten kedua, misalnya, bila Siemens menjual lagi kepada vendor lain, diperkirakan harga jualnya bisa ratusan ribu DM, atau miliaran rupiah.</p>
<p>Saat ini, Ian sedang menggarap proyek yang bertujuan memadukan keunggulan dua sistem Hiperlan/2 dan IEEE 802.11. Selama ini Hiperlan dikenal sebagai <em>wireless mobile communication system</em> terbaik, yang menjamin kualitas untuk aplikasi suara, data dan video bagi pengiriman lewat udara. Sistem ini bahkan jauh lebih baik dari tandingannya IEEE 802.11 (<em>wireless ethernet</em>), yang distandarisasi di AS. Sayangnya, Hiperlan perlu <em>complexity circuit hardware</em> yang rumit, sehingga ongkos produksinya relatif tinggi.</p>
<p>Untuk kerja 65 jam per minggu pada proyek ini, Ian beroleh penghasilan sekitar US$ 43 ribu per tahun. Angka ini tergolong kecil. Sebab, ia peroleh tawaran dua kali lipatnya dari perusahaan Amerika.</p>
<p>Sumber : Tempo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/05/24/harianto-wijaya-genius-medan-di-belantara-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prof. Nelson Tansu, PhD &#8211; Profesor termuda di AS</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 01:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[nelson tansu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/</guid>
		<description><![CDATA[Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya &#8220;pulang ke Jepang&#8221; untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nelson  Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika  sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang,  banyak petinggi Jepang yang mengajaknya &#8220;pulang ke Jepang&#8221; untuk  membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang  paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau  pulang ke Indonesia . Kenapa? </p>
<p><img src="http://www.jualanbuku.com/images/nelson-tansu.jpg" alt="Profesor termuda di AS dari indonesia" align="left" /> Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari <a href="http://www.carinsurancerates.com/states.html">Wisconsin</a> University  pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics  (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan  predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang  sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering  pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga  sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar  Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.</p>
<p><span id="more-30"></span>Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai &#8220;The 2003 Harold A.  Peterson Best ECE Research Paper Award&#8221; mengalahkan 300 thesis Doktorat  lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat  internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal  internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan  tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di  berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .</p>
<p>  Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu  Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang  banyak yang mencoba membajaknya untuk &#8220;pulang&#8221;. Tapi dia selalu  menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di  Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia .  Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.</p>
<p>  Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah  profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal  demikian di Indonesia . Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan  dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang  didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si  peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan  lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan  tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya  waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah.  Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?</p>
<p>  Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji  professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih  murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika  seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia .  Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat  publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia  sendiri sibuk &#8220;cari makan&#8221;. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

