<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Haryanto Kandani - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi &#187; Tung Desem Waringin</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/category/motivator/tung-desem-waringin-motivator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tung Desem Waringin Bagi-bagi duit</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/06/26/tung-desem-waringin-bagi-bagi-duit/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/06/26/tung-desem-waringin-bagi-bagi-duit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 02:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Tung Desem Waringin]]></category>
		<category><![CDATA[tung desem waringin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/06/26/tung-desem-waringin-bagi-bagi-duit/</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada aja ide Pak Tung Desem Waringin atau sering disingkat TDW. Dalam rangka promosi buku barunya &#8220;Marketing Revolution&#8221;, pak Tung Desem Waringin melakukan variasi dalam promosi dengan menyebar duit sejumlah Rp. 100 juta + tiket seminar pak Tung Desem Waringin. Acara yang rencananya dilaksanakan di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, namun batal karena tidak mendapat izin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp1.blogger.com/_iPniJ4pzYNA/SGMAVm6iH0I/AAAAAAAAASg/7olWCXYk16Q/s1600-h/uang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img src="http://bp1.blogger.com/_iPniJ4pzYNA/SGMAVm6iH0I/AAAAAAAAASg/7olWCXYk16Q/s320/uang.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216013164648472386" border="0" /></a>Ada-ada aja ide Pak Tung Desem Waringin atau sering disingkat TDW. Dalam rangka promosi buku barunya &#8220;Marketing Revolution&#8221;, pak Tung Desem Waringin melakukan variasi dalam promosi dengan menyebar duit sejumlah Rp. 100 juta + tiket seminar pak Tung Desem Waringin. Acara yang rencananya dilaksanakan di <span class="news-body-text"><span id="ls_contents-18">Parkir Timur, Senayan, Jakarta, namun batal karena tidak mendapat izin dari kepolisian karena alasan keamanan, Akhirnya terselenggara pada tanggal 1 Juni 2008 di Serang.</span></span></p>
<p>Adapun uang Rp. 100 juta yang terdiri dari pecahan Rp. 1000, Rp. 5000 dan Rp. 10.000 plus 100 tiket seminar 3 hari ( harga per tiket 3,9 juta ). Beberapa orang ada yang mendapatkan sampai Rp. 50.000, lumayan buat nambah uang dapur. Ada yang supir angkot sampai bela-belain dateng ke lokasi sekedar memuaskan penasarannya.</p>
<p>Dahulu ketika peluncuran bukan &#8220;Financial Revolution&#8221;, pak Tung Desem Waringin juga melakukan promosi yang dashyat, yaitu menunggangi kuda menyusuri jalan Sudirman. Sedangkan untuk peluncuran buku &#8220;Marketing Revolution&#8221; memiliki makna bahwa banyak promosi sia-sia untuk memasarkan suatu produk. Sehingga dibuat perumpamaan dari pada membuang duit sia-sia, mending diberikan ke masyarakat.</p>
<p>Kemarin juga pak Tung Desem Waringin di wawancarai oleh Bunda Dorce dalam acara Dorce Show gara-gara aksi gilanya. Mungkin aksi pak Tung Desem Waringin bisa menginspirasi banyak orang. Salam Dashyat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/06/26/tung-desem-waringin-bagi-bagi-duit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tung Desem Waringin &#8211; Guru Financial Freedom</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-guru-financial-freedom/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-guru-financial-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Tung Desem Waringin]]></category>
		<category><![CDATA[tung desem waringin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-guru-financial-freedom/</guid>
		<description><![CDATA[Tung Desem Waringin yang dikenal sebagai guru financial freedom, adalah authorized consultant dari Anthony Robbins dan Robert T. Kiyosaki untuk Indonesia. Ia terkenal dengan kemampuannya dalam &#8220;menyihir&#8221; audiens agar memiliki motivasi dalam bekerja dan berusaha. Sudah tidak terhitung lagi kesaksian dari para muridnya yang menyatakan keberhasilan Pak Tung &#8211; begitu ia dipanggil, dalam mem-boost motivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jualanbuku.com/share/motivasi/tdw.jpg" alt="kaos T-shirt gaul ubuntu" align="left" />Tung Desem Waringin yang dikenal sebagai guru financial freedom, adalah authorized consultant dari Anthony Robbins dan Robert T. Kiyosaki untuk Indonesia. Ia terkenal dengan kemampuannya dalam &#8220;menyihir&#8221; audiens agar memiliki motivasi dalam bekerja dan berusaha. Sudah tidak terhitung lagi kesaksian dari para muridnya yang menyatakan keberhasilan Pak Tung &#8211; begitu ia dipanggil, dalam mem-boost motivasi sehingga penjualan mereka melonjak sampai ratusan persen.</p>
<p>Seminar Pak Tung yang terkenal &#8220;Sales Magic&#8221;, benar -benar fenomenal karena mengajarkan bagaimana cara menjual apa saja, kepada siapa saja, kapan saja, dan dengan harga berapa saja. Setiap kali Pak Tung menyelenggarakan seminar, seminar itu dipastikan full booked dan dijejali peserta para marketer, investor, atau orang yang mau belajar menjadi kaya dan sukses.<br />
<span id="more-11"></span></p>
<p>Tung Desem Waringin menghabiskan masa kecilnya di Solo Jawa Tengah. Keadaan ekonomi keluarganya biasa saja dan malah cenderung kekurangan, sehingga orang tuanya harus bekerja dengan keras. Di masa kecilnya beliau banyak memperoleh pelajaran berharga dari ayahnya. Itu memotivasinya untuk tidak hidup dalam kekurangan.</p>
<p>Pada masa kuliahnya di UNS, Pak Tung memiliki prestasi yang cemerlang, banyak prestasi yang dia ukir selama menjadi mahasiswa baik prestasi formal maupun non formal.</p>
<p>Ketika lulus, ia melamar kemana-mana dan pada akhirnya dia diterima di BCA (Bank Central Asia). Prestasinya di BCA-pun bukan hanya biasa-biasa saja tapi fenomenal. BCA Cabang Malang di mana dia ditugaskan, memperoleh peringkat yang bagus dari sisi penjualan, kinerja, maupun peredaran ATM terbaik se-Indonesia. Dengan prestasi demikian, bukanlah hal yang mustahil apabila beliau memiliki masa depan cerah di BCA dan juga tawaran pekerjaan yang lebih baik di tempat lain. Namun ia tidak mengambilnya dan lebih memilih mengejar impiannya.</p>
<p>Suatu ketika Pak Tung mengajukan pengunduran dirinya dari BCA dan dia mengambil inisiatif untuk mengikuti training Anthony Robbins di Singapura yang berbiaya sekitar USD 10,000.-. Uang sejumlah itu sangat besar walaupun untuk seorang pimpinan BCA pada masa itu. Untuk keperluan tersebut Pak Tung sampai menjual tanah miliknya.</p>
<p>Setelah mengikuti training di Singapura itu, keberuntungan tidak datang dengan seketika. Beberapa kali di masa-masa awalnya sebagai authorized Anthony Robbins Consultant, Pak Tung beberapa kali menggelar seminar secara gratis. Seminar yang dilakukannya ternyata mampu &#8220;menyihir&#8221; para peserta seminar dan membakar motivasi mereka.</p>
<p>Setelah menggelar seminar gratis di perusahaan Columbia, penjualan perusahaan tersebut meningkat sebesar 40% dalam waktu beberapa minggu. Sejak saat itulah Pak Tung mulai dikenal dan mulai <em>saleable</em>.</p>
<p>Saat ini Pak Tung bukan hanya authorized consultant dari Anthony Robbins saja, tetapi juga authorized consultant dari Robert T. Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad). Banyak topik seminar yang telah diselenggarakan oleh perusahaan konsultan miliknya dan semuanya menggugah pesertanya untuk maju dan berkembang.</p>
<p>Seminar yang digelar Pak Tung, yang juga pengarang buku best seller &#8220;Financial Revolution&#8221;, biasanya penuh karena selain isinya baru, inovatif dan inspiratif, seminar tersebut juga dibawakan dengan semangat yang tinggi.</p>
<p>Suatu ketika di acara Wealth Talk di sebuah radio swasta ia bercerita. Beliau pernah mengalami musibah mobilnya terbakar di jalan tol. Bagi kebanyakan orang lainnya, paling-paling mobil rongsokan tersebut bisa dijual ke tukang besi tua dengan harga 3 &#8211; 5 juta rupiah saja. Namun dengan trik dan kemampuannya sedemikian rupa, Pak Tung mampu menjual rongsokan mobil itu dengan harga sekitar 15 jutaan. Hebat ya?</p>
<p>Dari selagi muda, Pak Tung sudah terbiasa aktif, konsisten, pekerja keras, dan jujur. Sehingga prestasi di kuliah, kegiatan olah raga dan pekerjaanpun mentereng.  Dengan posisi yang unggul di puncak karir dan prestasi, Pak Tung berani mengambil langkah besar. Mengikuti training yang bisa dibilang mahal. Sebuah tindakan besar yang butuh keberanian besar.</p>
<p>Di balik keputusan itu ada latar belakang yang membuat Pak Tung berani melakukannya, ia melakukan perhitungan cermat dan memiliki visi terhadap masa depannya. Harus diakui apa yang dilakukannya sangat berani. Keberanian untuk berubah yang telah membawa kesuksesan kepadanya sampai saat ini. Kurang apa sekarang Pak Tung Desem Waringin? Kaya, terkenal dan happy tentunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-guru-financial-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tung Desem Waringin &#8211; Sang Pelatih Sukses</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-sang-pelatih-sukses/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-sang-pelatih-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Tung Desem Waringin]]></category>
		<category><![CDATA[tung desem waringin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-sang-pelatih-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Pria tinggi ramping berkacamata itu melompat ke panggung. Begitu menyapa audiens, dalam beberapa kata berikutnya seisi ruangan mulai mabuk antusiasme. Ribuan kalimat meledak dari mulutnya, audiens berdiri, mengangkat tangan, menyentuh pundak teman sebelah, atau melompat tinggi sambil berteriak, seolah tersihir oleh instruksinya. Penulis: Dharnoto Tatang Sutikno terdiam. Bisnisnya hancur, mengangakan utang. Anak ketiganya, Tung Desem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jualanbuku.com/images/tungdw.jpg" alt="Tung Desem Waringin Sang Pelatih Sukses" align="left" /></p>
<p align="justify">Pria tinggi ramping berkacamata itu melompat ke panggung. Begitu menyapa audiens, dalam beberapa kata berikutnya seisi ruangan mulai mabuk antusiasme. Ribuan kalimat meledak dari mulutnya, audiens berdiri, mengangkat tangan, menyentuh pundak teman sebelah, atau melompat tinggi sambil berteriak, seolah tersihir oleh instruksinya.</p>
<p align="justify"><em>Penulis: Dharnoto</em><br />
Tatang Sutikno terdiam. Bisnisnya hancur, mengangakan utang. Anak ketiganya, Tung Desem Waringin, yang baru dilahirkan di Solo, 22 Desember 1967, tak mampu ia tebus dari rumah sakit. Uang sumbangan dari para saudara justru ia pakai untuk membayar utang. Selintas ia seolah ayah yang kejam. Namun, justru ia tengah memberi pelajaran pertama pada si orok. &#8220;Kita harus memegang janji. Walau tak punya uang, harus tetap bertekad membayar utang,&#8221; begitu Tung menirukan kata-kata ayahnya.</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p align="justify">  Syukur, mulai 1969 ayahnya mulai bangkit, punya toko emas. Ketika duduk di kelas 2 SD, Tung dan kedua kakaknya dipanggil sang ayah. &#8220;Kalau kita tak bisa jualan dengan baik, maka toko akan tutup, lalu kalian tak bisa sekolah, dan kita semua tidak bisa makan,&#8221; begitu pesan Tatang. Tung kecil amat sedih, membayangkan dirinya tidak makan, lalu mati.<br />
Sejak itulah Tung mulai tertarik pada dunia marketing. Otaknya berpikir keras, bagaimana caranya orang bisa percaya seumur hidup dan toko berjalan terus. Ayahnya selalu bilang, &#8220;Kamu tak boleh nipu!&#8221; Itulah pelajaran kedua.</p>
<p align="justify">  Jatuh-bangunnya usaha ayahnya membuat Tung terobsesi, suatu saat harus bisa membantu toko ayahnya meraih sukses. Juga membantu toko orang lain, agar tak terjadi hal yang sama dengannya. Itulah awal ia memberi perhatian bagaimana membantu supaya bisnis orang lain bisa jalan.</p>
<p>  <strong>Juara panco</strong></p>
<p align="justify">  Namun, seperti juga usaha ayahnya, perjalanan sekolah Tung hingga kelas 2 SMA tidak mulus. Baru ketika kelas 3 SMA ia mulai sadar karena takut enggak lulus. Ia ingat nasihat ayahnya sejak kecil, &#8220;Kalau ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses.&#8221; Ia pun ikut les kimia bareng para juara I sekolah lain. Akibatnya, ia paling lemah. Gurunya gemas. Tung terpacu, semua soal dari Skalu tahun 1965 &#8211; 1985, pelajaran kimia, matematika, fisika, minimal sudah empat kali ia kerjakan. Karenanya, ia hafal, dan nilai Ebtanas murninya cukup bagus.</p>
<p align="justify">  Tung muda diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di Fakultas Ekonomi, jurusan Studi Pembangunan. Ia merasa salah jurusan, tidak happy. Lalu mendaftar ke Fakultas Hukum (FH) UNS jurusan Hukum Perdata. &#8220;Di sini saya fokus, determinasi one and only.&#8221;<br />
Ia bertekad jadi nomor satu. Maka, ia menempel ke mahasiswa teladan. Ia dapat tiga resep. Pertama, indeks prestasi harus di atas 3. Kedua, harus aktif di lembaga kemahasiswaan agar menonjol dan sosialisasinya bagus. Ketiga, harus aktif ikut lomba karya ilmiah. Berkat tekad membara itu, berbagai gelar juara dalam perlombaan akademis berhasil diraihnya. Tak kurang 32 piagam kejuaraan ia kumpulkan, termasuk juara tenis meja dan juara panco.</p>
<p align="justify">  Semangatnya untuk kuliah dengan baik juga ia tunjukkan. Sebelum kuliah, ia membaca empat buku acuan, padahal yang dianjurkan cukup satu buku. Saat kuliah, ia duduk di depan dan rajin bertanya. Dengan begitu dosen mengenalinya sebagai mahasiswa aktif dan pintar. Mulai semester awal nilainya sudah bagus. Kuncinya, ia adopsi dari mahasiswa teladan tahun sebelumnya, yang menyuruhnya mempelajari soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Dari mana ia dapat? &#8220;Dari karyawan tata usaha kampus, saya sogok makan gado-gado, ha-ha-ha &#8230;.&#8221;</p>
<p align="justify">  Ketika tinggal skripsi, Tung menjadi salesman emas, yang ia ambil dari toko kakaknya dan dari pengusaha emas di Jakarta. Ia berkeliling dari toko ke toko, mulai dari Tayu, Jepara, Semarang, Salatiga, Ambarawa, sampai Pekalongan. Selagi asyik dengan emas, Tung terpilih jadi mahasiswa teladan UNS. Karena ia jarang kuliah, temannya menyindir, &#8220;Wah, teladan nih. Kalau semua mahasiswa meniru kamu, kampus kosong.&#8221;</p>
<p align="justify">  Rahasia Tung menjadi yang terbaik rupanya sederhana, yakni keyakinan bahwa &#8220;Suatu kejadian negatif, jika diberi arti berbeda ,maka hasilnya jadi positif.&#8221; Ia memberi contoh, ketika ayahnya gagal berjualan emas, ia terpacu untuk piawai berjualan. Betul juga, Tung malah sukses menjadi salesman emas.</p>
<p>  <strong>Spesialis bank limbung</strong></p>
<p align="justify">  Lulus kuliah, begitu banyak ia mengirim lamaran. Namun, tak satu pun yang memanggilnya. Hanya Bank Central Asia (BCA) yang tertarik memanggilnya pada Agustus 1992. Dari 200 pelamar tersaring hanya delapan orang. Semuanya lulusan luar negeri, kecuali Tung. Ia langsung menjalani training di Jakarta. Di kelas, ia menonjol karena banyak bertanya, walau tak jarang pertanyaannya terlampau awam sehingga sering ditertawai seisi kelas. Ia tak perduli. Pada ujian minggu pertama nilainya tertinggi. Teman dan pengajar mulai respek. Akhirnya, ia menjadi lulusan terbaik.</p>
<p align="justify">  Ia langsung dikirim ke BCA cabang Surabaya untuk membenahi 22 cabang pembantu (capem) yang hasil audit operasionalnya terburuk se-Indonesia. &#8220;Saya dikirim sebagai Tung &#8216;Rambo&#8217; Waringin, karena tanpa anak buah, tanpa jabatan, tanpa kewenangan, dan dijatah dua tahun harus selesai,&#8221; kenangnya. Dengan gerak cepat, Tung cuma butuh waktu empat bulan untuk membereskannya. &#8220;Surabaya memperoleh hasil audit terbaik di seluruh Indonesia, dari nomor 20 &#8216;seketika&#8217; jadi nomor satu.&#8221; Setelah itu cabang Kupang dan Malang ia bereskan. &#8220;Sampai hari ini Malang masih yang terbaik,&#8221; ungkapnya ketika ditemui awal September 2005 lalu.</p>
<p align="justify"><strong>Mengapa Tung begitu mudah membereskan persoalan bisnis?</strong></p>
<p align="justify">&#8220;Kuncinya, manusia bergerak karena cari nikmat meninggalkan sengsara. Waktu saya menggerakkan manusia, peraturan tinggallah peraturan jika tidak disertai hukuman. Aturan tanpa punishment hanyalah imbauan.&#8221; Nah, Tung dengan keras menjaga peraturan, termasuk melakukan denda jika suatu unit melakukan kesalahan. Denda ditanggung karyawan dan pimpinan unitnya.</p>
<p align="justify">  Tung bisa sehebat itu karena ia belajar terus. Sambil menunggu penempatan, ia tinggal di Jakarta, dan minta surat izin belajar ke divisi audit, sistem, treasury, keuangan, consumer banking, umum, dan sebagainya. &#8220;Mungkin saya satu-satunya orang yang paling lengkap pengetahuannya di BCA. Saya tak perlu tahu semua, yang penting saya tahu orang yang lebih tahu.&#8221; Resep kedua, ia belajar dari cabang yang hasil auditnya terbaik.</p>
<p align="justify">  Ketika harus membuka cabang di Malang Utara, ia memulai semuanya dari nol, termasuk sewa ruko untuk kantor, bahkan karyawan. Di tangan Tung, kartu ATM bertumbuh cepat. Soalnya, ia mengiming-imingi nasabah dengan undian berhadiah mobil dan puluhan ponsel. Ia juga memberi uang insentif plus penyematan pin emas bertuliskan &#8220;Marketing Champion of BCA&#8221; pada karyawan yang menjaring banyak pelanggan.</p>
<p align="justify">  Berkat kepiawaiannya, pertumbuhan kartu ATM di Kota Malang terbesar se-Indonesia, yakni 204.000. Selain itu, tingkat mati mesin ATM-nya terendah se-Indonesia. Saat memimpin Cabang Utama Malang, tahun 1998, BCA diambil alih pemerintah. Di kala semua cabang kehabisan uang, cabang Malang justru kebanyakan uang. Deposito membanjir.</p>
<p>  <strong>Titik balik</strong></p>
<p align="justify">  Keberhasilan demi keberhasilan di BCA yang diraih Tung membuat 12 perusahaan mengincarnya. Ia tak terlalu tertarik. Namun, ketika tahun 2000 ayahnya sakit dan ternyata hasil jerih payahnya hanya cukup untuk membayar perawatan sang ayah di kelas 3 RS Mount Elizabeth, Singapura, ia merasa sedih. Tung menangis. Akhirnya, ia mengajukan surat pengunduran diri dari BCA Mei 2000 dan pindah ke Lippo Group.</p>
<p align="justify">  Namun, di Lippo Shop, sebagai senior vice president marketing, ia tak cocok dengan pimpinannya. Februari 2001 ia mundur. Tung nekad mengikuti seminar Anthony Robbins di Singapura, meski biayanya AS $ 10.000. Untuk membayar, tanahnya di Malang ia jual.</p>
<p align="justify">  Suami Suryani Untoro ini memulai karier barunya dengan langkah kanan. Ia berhasil menjadi salah satu murid terbaik Anthony Robbins dan terpilih sebagai Exclusive Indonesia Anthony Robbins Authorized Consultant. Ia juga menjadi murid Robert G. Allen, pakar marketing terkemuka dunia. Bahkan menjadi Exclusive Indonesia Robert T. Kiyosaki Authorized Consultant.</p>
<p align="justify">  Sebagai konsultan, ia pertama kali menjadi pembicara tamu acara yang diselenggarakan Columbia Elektronik dan Furnitur di Gedung Koni Jakarta. Sayangnya, sound system seminar itu seadanya dan saat ia naik pentas, AC ruangan tiba-tiba mati. Terang saja ia diteriaki sekitar 1.000 peserta dan diminta supaya turun.</p>
<p align="justify">  Ditantangnya Columbia untuk menggelar seminar gratis di Balai Sarbini. Gayung pun bersambut. Sekitar 4.300 orang hadir dalam seminar itu. Dampaknya, omzet penjualan Columbia bulan berikutnya naik 40%, bulan depannya lagi 30%.</p>
<p align="justify">  Bukan hanya jadi pembicara publik, ia juga melayani konsultasi pribadi. Kliennya mulai dari anak petani sampai anak mantan presiden. Berbeda dengan konsultan lain, ayah dari Tung Waldo Kamajaya (7) dan Tung Alta Kania (4) ini &#8220;menyentuh&#8221; setiap orang dengan hati. &#8220;I do everything untuk mengubah orang. Dalam terapi, kalau perlu, ia saya pukul.&#8221;<br />
Ia memacu orang untuk berani melakukan breakthrough, terobosan, baik personal maupun bisnis. Ia berhasil. Begitu banyak orang yang tadinya takut, menjadi berani. Dalam bisnis pun orang berani melakukan action, hingga meraih keuntungan berlipat ganda.</p>
<p align="justify">  Tak cuma itu. Berkat &#8220;ilmu&#8221; yang diberikannya kepada orang-orang kepercayaan perusahaan, performa bisnis banyak perusahaan berhasil ia lipatgandakan. Memang, setelah hati dan pikiran disentuh Tung, orang seperti tersihir, dan tergerak untuk berubah lebih baik. Kekuatan motivasi yang dibangkitkannya mampu menyalakan keberanian seseorang untuk melawan rasa takut terhadap apa pun.</p>
<p align="justify">  Ratusan ribu orang telah merasakan manfaatnya. Namun, ia lebih suka disebut pelatih sukses, karena, &#8220;Saya juga memberi langkah-langkah menuju sukses.&#8221; Wajar kalau di sela-sela waktunya memotivasi orang untuk sukses, ia juga dipercaya menjadi pengasuh acara &#8220;Smarth Wealth&#8221; di radio Smart FM dan kolumnis rubrik &#8220;Road to be Wealthy&#8221; di Majalah Warta Bisnis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/tung-desem-waringin-sang-pelatih-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MV01 &#8211; Tung Desem Waringin, James kwee dll</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/mv01-tung-desem-waringin-james-kwee-dll/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/mv01-tung-desem-waringin-james-kwee-dll/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Tung Desem Waringin]]></category>
		<category><![CDATA[james kwee]]></category>
		<category><![CDATA[tung desem waringin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/mv01-tung-desem-waringin-james-kwee-dll/</guid>
		<description><![CDATA[Bussiness Revolution &#8211; Tung Desem Waringin Bussiness Revolution CD1 35MB (Audio) Bussiness Revolution CD2 63MB (Audio) Bussiness Revolution CD3 38MB (Audio) Financial Revolution &#8211; Tung Desem Waringin Financial Revolution 63MB (Audio) Financial Revolution &#8211; Financial Freedom Seminar 23 Maret 2003, Hotel Redtop Jakarta 726MB (Video) Marketing Revolution &#8211; Tung Desem Waringin Marketing Revolution CD1 &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bussiness Revolution</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Bussiness Revolution CD1 35MB (Audio)<br />
Bussiness Revolution CD2 63MB (Audio)<br />
Bussiness Revolution CD3 38MB (Audio)</p>
<p><strong>Financial Revolution</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Financial Revolution 63MB (Audio)<br />
Financial Revolution &#8211; Financial Freedom Seminar 23 Maret 2003, Hotel Redtop Jakarta 726MB (Video)<br />
<span id="more-8"></span><br />
<strong>Marketing Revolution</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Marketing Revolution CD1 &#8211; Hotel Shangrila, 21 Agustus 2004, Surabaya 649 MB (Video)<br />
Marketing Revolution CD2 &#8211; Hotel Shangrila, 21 Agustus 2004, Surabaya 459 MB (Video)<br />
Marketing Revolution CD3 &#8211; Hotel Shangrila, 21 Agustus 2004, Surabaya 773 MB (Video)<br />
Marketing Revolution CD4 &#8211; Hotel Shangrila, 21 Agustus 2004, Surabaya 606 MB (Video)<br />
Marketing Revolution CD5 &#8211; Hotel Shangrila, 21 Agustus 2004, Surabaya 570 MB (Video)</p>
<p><strong>Life Revolution</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Life Revolution CD1 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 582MB (Video)<br />
Life Revolution CD2 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 605MB (Video)<br />
Life Revolution CD3 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 600MB (Video)<br />
Life Revolution CD4 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 610MB (Video)<br />
Life Revolution CD5 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 619MB (Video)<br />
Life Revolution CD6 &#8211; Twin Plaza Hotel, 8 Juli 2005 324MB (Video)</p>
<p><strong>Retire Young Retire Rich</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Retire Young Retire Rich CD1 &#8211; Plaza Bapindo, 3 April 2005 536 MB (Video)<br />
Retire Young Retire Rich CD2 &#8211; Plaza Bapindo, 3 April 2005 722 MB (Video)<br />
Retire Young Retire Rich CD3 &#8211; Plaza Bapindo, 3 April 2005 628 MB (Video)<br />
Retire Young Retire Rich CD4 &#8211; Plaza Bapindo, 3 April 2005 610 MB (Video)<br />
Retire Young Retire Rich CD5 &#8211; Plaza Bapindo, 3 April 2005 397 MB (Video)</p>
<p><strong>Secret To Be Rich</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Secret To Be Rich CD1 43MB (12 file MP3)(Audio)<br />
Secret To Be Rich CD2 45MB (12 file MP3)(Audio)<br />
Secret To Be Rich CD3 51MB (13 file MP3)(Audio)</p>
<p><strong>Giant Step</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Giant Step (Meraih kesuksesan dalam 3 th) CD1 38MB (Audio)<br />
Giant Step (Bagaimana memasarkan buku Financial Revolution hingga meraih penghargaan MURI) CD2 32MB(Audio)<br />
Giant Step (Bagaimana seorang Karyawan Naik Gaji setahun 3 kali) CD3 40MB(Audio)</p>
<p><strong>Leadership Revolution</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
LeaderShip Revolution 683MB (Video)</p>
<p><strong>Sales Magic</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Sales Magic &#8211; How to sell anything to anybody, anywhere and anytime &#8211; CD1 541MB(Video)<br />
Sales Magic &#8211; How to sell anything to anybody, anywhere and anytime &#8211; CD2 629MB(Video)<br />
Sales Magic &#8211; How to sell anything to anybody, anywhere and anytime &#8211; CD3 619MB(Video)<br />
Sales Magis 61MB (Audio)</p>
<p><strong>TSCC</strong> &#8211; Tung Desem Waringin<br />
Total Success Community Congress 5 Desember 2004 Tenis Indoor Senayan -CD1 476MB (Video)<br />
Total Success Community Congress 5 Desember 2004 Tenis Indoor Senayan -CD2 640MB (Video)</p>
<p><strong>Campur</strong><br />
Tung Desem Waringin : Bagaimana cara karyawan naik gaji 3x setahun ( MP3 )<br />
Tung Desem Waringin : Bagaimana cara kaya cepat dan aman ( MP3 )<br />
Tung Desem Waringin : Bagaimana jual buku Financial Revolution (MP3)<br />
Tung Desem Waringin : Mengatasi Rasa Takut Berbisnis ala Anthony Robbins 26MB (MP3)<br />
Tung Desem Waringin : Rahasia Sukses Berbisnis Jack Welch (CEO General Electric) 24MB (MP3)<br />
Tung Desem Waringin : Sales magic Audio ( MP3)<br />
Tung Desem Waringin : Sales team revolution ( VIDEO )<br />
Tung Desem Waringin : The Giant Steps-Kaya dalam 3 tahun (MP3)<br />
Tung Desem Waringin : The Art of Selling 55MB (Audio)<br />
Tung Desem Waringin : Strategy and taktik (Video)<br />
Antonio Dio Martin : Rahasia Kecerdasan Emosi 65.5MB(11 File MP3) (Audio)<br />
James Gwee : Great time management 48.1MB (12 File MP3) (Audio)<br />
James Gwee : Selling with empathy (4 File MP3) 68MB (Audio)<br />
James Gwee : The Art Of Selling (3 File MP3) 60MB (Audio)</p>
<p><strong>Possitive Bussiness Idea</strong> ( James Kwee )<br />
Positive Bussiness Idea 01 &#8211; PAS FM &#8211; 37MB (13 File MP3) (Audio)<br />
Positive Bussiness Idea 02 &#8211; PAS FM &#8211; 47MB (14 File MP3) (Audio)<br />
Positive Bussiness Idea 03 &#8211; PAS FM &#8211; 48MB (14 File MP3) (Audio)<br />
Positive Bussiness Idea 04 &#8211; PAS FM &#8211; 43MB (14 File MP3) (Audio)<br />
Positive Bussiness Idea 05 &#8211; PAS FM &#8211; 55MB (26 File MP3) (Audio)</p>
<p>Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Mistake of learning.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Goal setting.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Write down your goal.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Four tips to be a successfull manager.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Make work fun.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : To be successfull you must be visual.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Communicate your decision.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Know where to recruit good people.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for successful managers &amp; supervisors : Effective leadership.MP3</p>
<p>Positive Bussiness Idea for champion sales : The difference a refarral.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Persuasive communication.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Do not stop shooting the elephant.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Knowing your competitive advantage.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : What makes your competitors outstand.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : What makes you outstanding.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Sales people should stay in one place.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Marry your customer.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : You must always make sure your customer.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Tele marketing tips.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Bagaimana menurut ibu.MP3<br />
Positive Bussiness Idea for champion sales : Make it easy for your customer to say yes.MP3</p>
<p><strong>CLOSED</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2007/11/23/mv01-tung-desem-waringin-james-kwee-dll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

