
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi - Kisah Orang Sukses &#187; Studi Kasus</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/category/article/studi-kasus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 02:20:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Faktor Keberuntungan: mengapa beberapa orang dihinggapi keberuntungan</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 12:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel menarik yang ditulis oleh Richard Wiseman tentang mengapa ada beberapa orang yang selalu dihinggapi keberuntungan sedangkan kebanyakan orang susah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Richard Wiseman adalah penulis &#8216;The Luck Factor&#8217; dan seorang pengajar di University of Hertfordshire.
Pertanyaan tentang keberuntungan membawanya untuk meneliti tentang faktor ini sekitar 10 tahun yang lalu. Ia bertanya-tanya mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel menarik yang ditulis oleh Richard Wiseman tentang mengapa ada beberapa orang yang selalu dihinggapi keberuntungan sedangkan kebanyakan orang susah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Richard Wiseman adalah penulis &#8216;The Luck Factor&#8217; dan seorang pengajar di <em>University of Hertfordshire</em>.</p>
<p>Pertanyaan tentang keberuntungan membawanya untuk meneliti tentang faktor ini sekitar 10 tahun yang lalu. Ia bertanya-tanya mengapa sebagian orang selalu berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat pula. Sedangkan yang lainnya terus menerus kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.</p>
<p>Ia kemudian menulis iklan di koran nasional setempat. Ia meminta orang yang merasa secara konsisten beruntung dan tidak beruntung untuk menghubungi dirinya. Melalui iklan tersebut ia bertemu dengan ratusan orang yang tidak &#8216;biasa&#8217; dan selama bertahun-tahun mewancarai mereka. Ia memonitor orang-orang tersebut dan meminta mereka mengambil bagian dalam eksperimen.</p>
<p><span id="more-161"></span>Richard mengamati bahwa walaupun kebanyakan orang tidak menyadari apa penyebab keberuntungan mereka, namun dari cara berpikir dan kebiasaan mereka sangat berhubungan erat dengan keberuntungan dan ketidakberuntungan. Hasil ini juga mengabaikan kemungkinan dicap untung-untungan, karena kenyataannya orang beruntung selalu bertemu dengan keberuntungan sedangkan orang tidak beruntung tidak pernah bertemu dengan keberuntungan.</p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan sebuah test untuk melihat apakah ada perbedaan kemampuan di antara orang-orang ini dalam menemukan keberuntungan tersebut. Ia memberikan sebuah koran kepada orang beruntung dan tidak beruntung, kemudian menyuruh mereka menghitung berapa banyak foto di koran tersebut.</p>
<p>Richard menempatkan teks ukuran besar di sebuah halaman yang memenuhi setengah halaman dengan font sebesar 2 inci bertuliskan <span>&#8216;Tell the experimenter you have seen this and win $50&#8242; artinya &#8216;katakan ke peng-eksperimen Anda kalo Anda melihat tulisan ini dan dapatkan $50&#8242;.</span> Walaupun tulisan tersebut terpampang dengan jelas di sebuah halaman, namun kebanyakan orang tidak beruntung tidak memperhatikannya, sedangkan orang beruntung memperhatikan tulisan tersebut.</p>
<p>Orang tidak beruntung umumnya lebih tertekan daripada orang beruntung. Kekhawatiran karena tekanan telah mengganggu kemampuannya untuk menghadapi hal yang tidak diharapkan. Hasilnya mereka terlalu fokus untuk mencari hal lain. Seperti ketika mereka menghadiri suatu pesta, mereka mencari calon partner yang sempurna, namun kehilangan kesempatan untuk mencari teman yang baik. Contoh lain ketika &#8216;orang tidak beruntung&#8217; mencari iklan di koran untuk suatu jenis pekerjaan, mereka malah melewatkan jenis pekerjaan menarik lainnya.</p>
<p>Orang beruntung lebih relaks dan terbuka, sehingga mereka bisa melihat hal lain selain yang dicari. Berdasarkan penelitian ini, Richard menemukan ada prinsip-prinsip yang dipegang oleh &#8216;orang beruntung&#8217; untuk menemukan keberuntungannya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mereka terlatih menciptakan dan melihat kemungkinan peluang baik</li>
<li>Membuat keputusan baik berdasarkan intuisinya</li>
<li>Menciptakan ramalan menggunakan ekspektasi positif</li>
<li>Mengembangkan sifat ulet untuk mengubah nasib buruk menjadi baik</li>
</ol>
<p>Pertanyaan selanjutnya yang muncul dibenak Richard adalah apakah prinsip ini bisa digunakan untuk menciptakan keberuntungan pada orang-orang. Kemudian ia mengumpulkan beberapa relawan yang bersedia menjalankan latihan selama sebulan untuk berpikir dan berlaku seperti orang beruntung. Dan hasilnya mengagumkan, latihan tersebut membantu mereka menemukan keberuntungan, mendengar intuisi mereka, berharap beruntung, dan lebih tahan terhadap nasib buruk. 80 persen dari relawan lebih bahagia, lebih puas dan lebih penting lagi adalah lebih beruntung.</p>
<p>&#8216;Orang beruntung&#8217; menjadi lebih beruntung dan &#8216;orang tidak beruntung&#8217; menjadi beruntung setelah menjalani latihan ini. Rihard merasa sudah menemukan Faktor keberuntungan yang susah dipahami ini, ia kemudian memberikan 4 tip untuk menjadi beruntung:</p>
<ol>
<li>Dengarkan insting baik Anda karena biasanya insting tersebut benar adanya</li>
<li>Jadilah orang yang terbuka terhadap pengalaman baru dan lepas dari rutinitas sehari-hari</li>
<li>Luangkan waktu beberapa menit untuk memikirkan hal-hal yang sudah berjalan baik hari itu</li>
<li>Visualisasikan bahwa Anda menjadi beruntung sebelum menerima telepon atau aktifitas lainnya</li>
</ol>
<p>Semoga hari-hari Anda beruntung dan bekerja dengan baik.</p>
<p>Orang paling bahagia di dunia bukanlah orang yang tidak memiliki masalah satupun, tetapi adalah orang yang bisa belajar hidup dengan sesuatu yang tidak sempurna atau kurang sempurna.</p>
<p>Diterjemahkan dari artikel berbahasa inggris, semoga bermanfaat<br />
<em>http://timesofindia.indiatimes.com/articleshow/msid-3896391,prtpage-1.cms</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/25/faktor-keberuntungan-mengapa-beberapa-orang-dihinggapi-keberuntungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produk atau Sistemnya?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk dijual sehingga ia selalu menganggap produk adalah yang terpenting. Sedangkan pemilik bisnis lebih mementingkan sistem yang baik walaupun tidak mengesampingkan faktor produk yang baik.</p>
<p>Anda pasti mengenal <em>brand</em> / <em>franchise</em> terkenal seperti KFC, Dunkin Donuts, MacDonald atau mungkin Anda pernah makan di resto atau cafe yang setiap pegawainya tersenyum dan menyapa Anda ketika Anda lewat. Anda mungkin tertarik dengan keramahan mereka, kemudian Anda diantar dan dipersilahkan duduk di ruangan yang nyaman. Kemudian Anda disuguhi daftar makan dan memesan beberapa makanan yang bernama kebarat-baratan. Mungkin setelah Anda makan Anda berpikir bahwa makanan seperti ini bisa Anda dapatkan di warung makan biasa dengan rasa lebih enak dan tentunya harga lebih murah. Namun mengapa resto atau cafe tersebut masih bisa bertahan dan meningkatkan labanya?</p>
<p><span id="more-153"></span>Saya yakin ada banyak orang yang bisa membuat ayam goreng lebih lezat dari KFC, atau bisa membuat donut lebih empuk dan enak daripada Dunkin Donuts, tetapi mengapa sampai sekarang tidak banyak yang bisa menjadi kompetitor serius bagi mereka? bahkan semakin banyak saja Investor yang membeli <em>franchise</em> mereka. Ini dikarenakan ada perbedaan diantara produk dan sistem.</p>
<p>Kita juga pasti sering melihat beberapa produk bagus yang baru beredar namun dalam hitungan waktu menghilang. Ada banyak MLM baru juga dengan produk yang bagus tapi tidak ditunjang dengan sistem yang baik lenyap ditelan waktu. Atau ada karyawan dari sebuah perusahaan sukses, keluar dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan karena yakin bisa memproduksi produk yang lebih bagus dari perusahaan tersebut, namun dalam hitungan tahun bisnisnya menurun dan akhirnya tutup. Walaupun banyak yang berhasil di tahun-tahun awal berdiri, namun akhirnya kewalahan ketika bisnisnya menanjak.</p>
<p>Ada 4 kuadran penghasilan seperti sering diucapkan oleh Robert T Kiyosaki, yaitu Karyawan (<em>Employee</em>), Pemilik Bisnis kecil (<em>Self-Employeed</em>), Pemilik Bisnis Besar (<em>Business Owner</em>), dan <em>Investor</em>. Karyawan sangat bergantung dengan kuadran B (Business Owner), jika perusahaan bangkrut maka karyawan adalah pihak yang tidak aman. Walaupun banyak yang menganggap menjadi karyawan adalah profesi yang aman karena selalu mendapatkan penghasilan tiap bulannya. Perhatikan saja saat ini, begitu banyak PHK yang terjadi karena krisis. Perusahaan bisa saja membekukan usahanya di saat krisis dan membuka lagi ketika situasi sudah membaik. Toh pemilik bisnis sudah memiliki kekayaan yang cukup untuk bertahan di saat krisis.</p>
<p>Kuadran S ( <em>Self-Employeed </em>) diisi oleh tenaga ahli yang melakukan usaha sendiri, seperti designer, tukang cukur, salon, penjual toko kelontong, dokter praktek di rumah, atau tenaga ahli lainnya. Hasil memang lebih besar, namun perlu diingat kita memiliki batas dalam fisik. Jika sampai usia tua kita menjalankan pekerjaan sendiri maka bisa dipastikan kesehatan Anda akan cepat memburuk dan kemungkinan waktu untuk keluarga akan berkurang karena kita sibuk di bisnis tersebut.</p>
<p>Kuadran B (Business Owner) adalah pemilik bisnis yang tangguh. Saya sebut tangguh karena telah membangun sistem yang baik dan mempekerjaan orang-orang pintar. Hampir tidak ada campur tangan dari B dalam bisnisnya karena perusahaannya sudah berjalan dengan sendirinya sesuai sistem yang dibangunnya. Semua urusan kantor dan <em>client</em> diurus oleh manajernya. Ia bahkan bisa meninggalkan perusahaannya beberapa saat dan di saat kembali menemukan perusahaannya tetap berjalan dan bahkan lebih baik.</p>
<p>Kuadran Investor adalah orang yang memiliki modal yang besar dan mampu berinvestasi dengan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi. Seringkali Investor membeli sistem dari Kuadran B karena mereka malas membangun sistem dari awal. Membeli sistem dari kuadran B lebih dikenal dengan nama membeli <em>franchise</em>, contohnya KFC dan MacDonald. Jika Anda punya uang lebih maka Anda bisa membeli sistem mereka dan semua itu sudah berjalan tanpa campur tangan Anda.</p>
<p>Jadi disini sistem lebih penting daripada produk. Jika Anda tidak percaya bahwa jika Anda bisa membuat ayam goreng atau donut yang lebih lezat maka Anda bisa mengalahkan mereka, coba jawab dulu pertanyaan ini:</p>
<ul>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk menstandarkan rasa di seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda bisa mendistribusikan ribuan kilo bahan pembuat donut ke seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk pemasaran?</li>
<li>Apakah Anda memiliki karyawan yang tangguh?</li>
<li>Apakah Anda bisa membuat depot Anda seragam baik dari interior, seragam pegawai maupun salam khas selamat datang dan terima kasih?</li>
<li>mungkin pertanyaan paling penting, Apakah Anda masih perlu untuk terlibat penuh dengan usaha Anda?</li>
</ul>
<p>Masih banyak pertanyaan lain yang bisa saya ajukan seperti apakah Anda memiliki <em>planning</em> atau rencana untuk mengembangkan usaha Anda. Namun saya kira pertanyaan di atas sudah cukup menjelaskan pentingnya sebuah sistem jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dan sukses.</p>
<p>Jadi jika Anda ingin terjun ke bisnis atau mendirikan sebuah usaha, maka hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah sistem bisnis tersebut. Ketika sistem itu berjalan dengan baik maka campur tangan Anda akan semakin sedikit dan akhirnya Anda bisa melakukan aktifitas lain bersama keluarga atau mendirikan usaha lain. Produk memang penting tapi pikirkan dahulu sistemnya.</p>
<p>Untuk membangun bisnis besar memang diperlukan sistem dan produk yang baik. Coba pelajari ilmu bisnis seperti yang diajarkan bagi lulusan MBA atau jika punya uang lebih Anda bisa membeli sistem <em>franchise</em> dan mempelajarinya. Karena sistem mereka sudah direncanakan dan diuji dengan baik. Saran Robert T Kiyosaki adalah mengikuti MLM yang baik, karena dengan modal yang relatif kecil Anda bisa belajar tentang bisnis besar. MLM yang baik akan membantu anggotanya dalam mengembangkan jaringannya.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p><em>Catatan : untuk lebih jelasnya silahkan baca buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masihkah menabung relevan saat ini?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/12/13/masihkah-menabung-relevan-saat-ini/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/12/13/masihkah-menabung-relevan-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 05:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/12/13/masihkah-menabung-relevan-saat-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah mulai belajar menabung sejak SD. Tabungan ini saya kumpulkan dari uang saku yang tidak habis saya belanjakan plus tambahan pemasukan dari usaha menyewakan majalah maupun mainan anak-anak di antara teman sekolah saya. Sejak kecil saya memang menyukai bisnis. Dari kecil saya sudah mengerti tentang pentingnya untuk mengatur pengeluaran saya agar sesuai dengan pemasukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah mulai belajar menabung sejak SD. Tabungan ini saya kumpulkan dari uang saku yang tidak habis saya belanjakan plus tambahan pemasukan dari usaha menyewakan majalah maupun mainan anak-anak di antara teman sekolah saya. Sejak kecil saya memang menyukai bisnis. Dari kecil saya sudah mengerti tentang pentingnya untuk mengatur pengeluaran saya agar sesuai dengan pemasukkan saya.</p>
<p>Sejak SMA saya sudah mulai membayar uang SPP saya sendiri. Saya menyukai hal-hal baru sehingga selain pelajaran di sekolah saya membekali diri saya dengan elektronika, music maupun keterampilan lain yaitu reparasi jam, beternak ayam boiler dan komputer. Mungkin Anda terkejut karena sebenarnya banyak murid-murid sudah membekali dirinya secara pribadi dengan berbagai keterampilan. Saya kagum dengan beberapa murid SMA di ibukota yang jago-jago menggunakan komputer, hal yang saat saya SMA merupakan hal yang mahal bagi saya. Bahkan saya mengenal seseorang yang sudah bekerja pada salah satu perusahaan web design.</p>
<p><span id="more-135"></span>Disini saya ingin menekankan penting bagi orang tua untuk meningkatkan kecerdasan finansial anaknya sejak usia dini, karena kurikulum pendidikan di indonesia tidak mengajarkan hal ini kepada murid-muridnya. Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku-buku karangan Robert T Kiyosaki untuk meningkatkan kecerdasan finansial karena mudah untuk dimengerti. Yang diajarkan oleh pendidikan kita hanyalah hal yang bersifat teknis dimana kita belajar untuk mendapatkan pekerjaan.</p>
<p>Contoh buruknya kecerdasan finansial di kalangan pekerja sudah terbukti dalam <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/">krisis ekonomi</a> yang terjadi di amerika serikat. Bagaimana kalangan muda disana terbuai dengan sistem yang membutakan mata finansial mereka. Gaji tinggi terbukti tidak mampu menghadapi krisis ini. Banyak PHK di sana-sini. Hal yang dibutuhkan disini adalah kecerdasan finansial yang baik. Banyak blunder-blunder finansial yang dilakukan oleh mereka yang menganut sistem lebih besar pasak daripada tiangnya dalam artian lebih menyukai membuat hutang. Bukankah wall street dipenuhi oleh sarjana-sarjana terkemuka?</p>
<p>Marilah kita mulai membahas tentang kegiatan menabung yang sudah Anda lakukan. Menabung adalah suatu kegiatan berkala yang dilakukan terus menerus dengan menumpuk dana dari penghasilan Anda. Menabung bisa dilakukan per hari, per minggu, per bulan dan seterusnya. Tapi yang banyak dilakukan orang adalah menabung per bulan. Biasanya diambil beberapa persen dari penghasilan kita kemudian disimpan dalam tempat khusus seperti brankas atau pun di bank.</p>
<p>Jika disimpan di bank maka Anda akan mendapat keuntungan dari bunga bank dan lebih aman jika dibandingkan dengan disimpan di brankas. Bunga bank yang Anda dapatkan bervariasi tergantung bank tapi kisaran 2-7%/thn. Untuk yang memiliki dana dingin maka mereka akan mendepositokan dana tersebut dengan bunga yang lebih tinggi, tapi kisaran sekitar 4-8,5 %/thn kalau ORI yg terakhir bunganya 9,5%/thn.</p>
<p>Tapi perlu diingat menabung di bank ada biaya administrasi maupun pajak bunga. Ya bunga pun ada pajaknya. Jika Anda tidak jeli maka Anda tidak akan menyadari hal ini. Nilainya kira-kira sebesar 20 persen dari bunga Anda. Anggaplah Anda memiliki uang 100 juta rupiah di bank dalam rekening tabungan biasa. Maka dalam 1 tahun maksimal uang Anda akan bertambah sekitar 2-7 juta. Ini pun belum dipotong pajak bunga dan biaya administrasi jika Ada. Karena tidak semua bank yang membebankan biaya administrasi ke nasabahnya.</p>
<p>Namun catatan penting disini adalah nilai inflasi untuk nilai uang Anda. <a href="http://www.detikfinance.com/read/2005/09/28/135137/450657/5/bbm-naik-inflasi-lebih-dari-9" target="_blank">Di Indonesia nilai inflasi</a> sudah menyentuh 8,3 persen dan diperkirakan akan meningkat karena <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/10/12/krisis-amerika-sebuah-analisa/">krisis ekonomi global</a> ini. Artinya jika hari ini Anda bisa membeli pisang goreng seharga Rp. 500 rupiah maka tahun depan Anda harus membeli Rp. 541,5 rupiah (inflasi 8,3 persen). Mungkin saya terlalu ekstrim dengan menggunakan pisang goreng sebagai contoh tetapi disini nilai pertambahan tabungan Anda per tahun tidak mampu membendung tingkat inflasi di Indonesia.</p>
<p>Robert T Kiyosaki selalu menekankan tentang sistem mata uang yang ia sebut sebagai uang semu karena nilainya terus menurun. Dahulu uang yang kita gunakan adalah uang riil seperti emas dan perak, namun sejak diperkenalkan sistem mata uang kertas dan logam maka nilai uang menjadi semu karena selalu mengalami penyusutan. Artinya Anda membutuhkan lebih banyak uang lagi untuk membeli barang yang sama di kemudian hari.</p>
<p>Dengan digunakannya sistem mata uang ini berarti Anda harus mengubah cara berpikir Anda, jika tidak maka nilai uang Anda akan tergerus oleh waktu. Disini Anda perlu memikirkan tentang investasi. Walaupun mungkin kegiatan menabung yang Anda lakukan ditujukan untuk investasi yang lebih besar di kemudian hari. Namun perlu Anda pikirkan tentang apakah cara Anda ini efektif.</p>
<p>Contoh jika Anda ingin membeli sebuah rumah seharga 100 juta. Sedangkan uang yang Anda miliki belum cukup maka Anda akan berpikir untuk menabung sehingga mencukupi nilai 100 juta. Namun sayangnya, jika Anda terlalu lama menabung maka harga rumah sudah melambung tinggi dan saat itu Anda kehilangan kesempatan untuk membeli dengan harga Rp. 100 juta.</p>
<p>Disini diperlukan kecerdasan finansial yang lebih baik. Seperti yang dikatakan oleh Robert T Kiyosaki, mulailah berinvestasi dari sesuatu yang kecil dahulu. Setelah investasi yang kecil berhasil kembangkan menjadi investasi yang lebih besar dan begitu seterusnya. Jika Anda tidak mampu membeli rumah seharga 100 juta, maka investasikan uang Anda saat ini untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi sehingga dalam waktu itu Anda bisa membeli rumah tersebut dengan harga saat itu.</p>
<p>Apakah Anda bisa melakukannya dengan cara menabung? Saya pikir susah untuk mendapatkannya. Saat ini saya selalu berusaha meningkatkan kecerdasan finansial saya. Alih-alih menyimpan uang di bank saya investasikan dalam emas maupun properti. Beberapa bagian saya pinjamkan kepada orang lain dengan bunga yang hampir sama dengan bank. bank menggunakan cara ini untuk mendapatkan keuntungan dari uang Anda, memberikan bunga yang lebih kecil ke Anda namun ketika Anda meminjam uang di bank maka bunganya berlipat-lipat. Tentunya pajak selalu dikenakan ke Anda.</p>
<p>Saya juga pernah bermain forex maupun saham menggunakan trader, namun ternyata itu bukan investasi yang cerdas karena kita tidak memiliki kendali terhadap investasi kita. Dan hasilnya ludes berpuluh-puluh juta. Walaupun saya tidak bisa memungkiri beberapa orang sukses di forex maupun saham tapi hanya persentase yang sangat kecil. Robert T Kiyosaki sering berkata orang yang menyerahkan uang kita ke orang lain tanpa tahu sistemnya sama dengan orang yang tidak bisa berinvestasi dan bodoh secara finansial.</p>
<p>Jadi berdasarkan uraian di atas apakah Anda masih menganggap menabung relevan untuk situasi saat ini sebagai sebuah investasi yang cerdas?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/12/13/masihkah-menabung-relevan-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memberantas akar premanisme di Indonesia</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/11/26/memberantas-akar-premanisme-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/11/26/memberantas-akar-premanisme-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 03:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Rhonda Byrne - The Secret]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/11/26/memberantas-akar-premanisme-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak menjabat menjadi Kapolri baru, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri melakukan gebrakan pertamanya dengan menyatakan perang melawan Preman. Hasilnya hanya dalam waktu 10 hari, 5.012 &#8220;preman&#8221; berhasil diringkus. Ini merupakan hasil &#8220;tangkapan&#8221; yang dilakukan di lima polda yaitu Polda Metro Jaya, Polda jateng, Polda DI Yogyakarta, Polda Jatim dan Polda Sumut.
Apakah langkah ini akan berhasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak menjabat menjadi Kapolri baru, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri melakukan gebrakan pertamanya dengan menyatakan perang melawan Preman. Hasilnya hanya dalam waktu 10 hari, 5.012 &#8220;preman&#8221; berhasil diringkus. Ini merupakan hasil &#8220;tangkapan&#8221; yang dilakukan di lima polda yaitu Polda Metro Jaya, Polda jateng, Polda DI Yogyakarta, Polda Jatim dan Polda Sumut.</p>
<p>Apakah langkah ini akan berhasil memberantas akar premanisme di Indonesia? Jika kita berpegangan pada konsep the Secret, maka langkah ini tidak akan berhasil karena kita berpikir negatif dengan melakukan perang terhadap premanisme di Indonesia atau singkat kata Anti-Premanisme.</p>
<p><span id="more-131"></span>Hal ini akan berakhir sama dengan program-program Anti lainnya, seperti Anti Kemaksyatan, Anti Pornografi, Anti Kemiskinan dan Anti-anti lainnya. Karena cara berpikir ini membawa pikiran kita ke pikiran negatif. Dan hasilnya adalah semakin banyak hal negatif yang akan datang ke kehidupan kita.</p>
<p>Maka tak heran banyak yang menyangsikan gebrakan ini, ketika polisi kehabisan tenaga untuk memberantas premanisme maka saat itu pula akan muncul lagi premanisme di Indonesia dengan skala yang lebih menghawatirkan. Mungkin kejahatan akan lebih parah ketika saat itu.</p>
<p>Walaupun demikian saya tetap memberikan jempol kepada kapolda baru karena saya pikir premanisme sudah meresahkan masyarakat. Premanisme menyebabkan hukum sulit ditegakkan dan keadilan dan hak warga negara juga sulit ditegakkan jika mereka dibiarkan berkembang. Untuk itu perlu dipikirkan cara mengatasi premanisme di Indonesia.</p>
<p>Setiap masalah pasti memiliki akar, dan saya yakin jika kita menelusuri dan melakukan pengamatan terhadap fenomena premanisme di Indonesia kita akan bertemu pada penyebabnya. Ada baiknya &#8220;preman-preman&#8221; yang tertangkap di data kemudian dilakukan penelitian mengapa mereka menjalani profesi itu.</p>
<p>Banyak preman yang tertangkap adalah pengamen, tukang parkir dan <em>backing</em> wilayah. Mungkin operasi ini belum menjangkau preman kelas kakap atau bigbosnya, namun pemblokiran terhadap beberapa jasa keamanan seperti jasa pengamanan truk akan mengurangi ruang gerak premanisme untuk saat ini.</p>
<p>Seperti kita ketahui tumbuhnya premanisme juga karena ada yang membutuhkan seperti jasa rentenir maupun jasa pengamanan acara. Hal ini tentunya sangat mengkawatirkan di tengah harapan masyarakat untuk kinerja yang lebih baik ternyata banyak yang belum percaya dengan cara kerja pemerintah. Sehingga mereka mencari jalan yang tidak biasa dalam menyelesaikan masalah.</p>
<p>Namun premanisme itu sendiri lebih banyak terjadi pada kalangan masyarakat kecil. Ini dikarenakan tekanan hidup dan kebutuhan untuk hidup membuat mereka mencari pekerjaan yang tidak halal. Jika saja pemerintah bisa menurunkan beban masyarakat dan memberikan kesempatan kerja bagi rakyatnya maka premanisme dapat ditekan walaupun tidak 100 persen karena saya yakin di setiap masyarakat manapun pasti ada penyakit ini.</p>
<p>Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat Indonesia maka generasi muda akan dibekali pendidikan yang cukup karena mereka mendapat pemahaman yang baik tentang kehidupan. Coba bayangkan pengamen dan pengemis, untuk mengisi perut mereka saja mereka masih harus berpikir keras, bagaimana mungkin orang tua mampu menyekolahkan mereka yang notabene harga pendidikan semakin mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat kecil.</p>
<p>Jika anak-anak dibekali pendidikan yang cukup sehingga memiliki ketrampilan dalam berwirausaha maka mereka tidak akan hidup sebagai pengemis atau gelandangan. Siapa sih yang mau hidup seperti itu? Coba tanya hati kecil mereka, pasti tidak. Mereka pasti mendambakan hidup berkecukupan dan sehat.</p>
<p>Apalagi anak-anak kecil jika dari kecil diajari hidup dengan kekerasan ( termasuk tayangan televisi yang akhir-akhir ini cukup memprihatikan karena banyak adegan bahkan karakter yang jahat ditonjolkan ), maka mereka akan terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara semau gue. Ingat cara berpikir orang ditentukan saat masa kanak-kanak. Seringkali trauma di masa kecil membawa dampak yang buruk di kehidupan dewasanya.</p>
<p>Jadi saya bisa menarik kesimpulan awal bahwa akar dari premanisme hampir sama dengan akar penyakit masyarakat lainnya yaitu kemiskinan dan kebodohan. saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang jitu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dan sekaligus meningkatkan pendidikan bagi generasi muda. Tidak ada lagi tawuran tetapi belajar dan belajar lagi dengan giat.</p>
<p>Akhir kata untuk membantu tugas polisi dalam memberantas akar premanisme di Indonesia maka saya cantumkan no telpon yang bisa dihubungi dalam wilayah Polda Metro Jaya, yaitu 0215239299 atau SMS ke 0878 830 547 81/82. Nomor ini disediakan untuk melaporkan aktivitas premanisme di lingkungan Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/11/26/memberantas-akar-premanisme-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi di saat Krisis Ekonomi &#8211; Sebuah Analisa</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/investasi-di-saat-krisis-ekonomi-sebuah-analisa/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/investasi-di-saat-krisis-ekonomi-sebuah-analisa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 23:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/investasi-di-saat-krisis-ekonomi-sebuah-analisa/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak gejolak pasar saham di dunia menanggapi krisis ekonomi yang terjadi di amerika serikat, telah sampai pada ambang yang meresahkan para investor. Pasar dilanda kepanikan dan investor cukup gugup menanggapi pergerakan harga saham di dunia. Sehingga beberapa melakukan langkah cepat dengan menarik dana dari pasar saham.
Hal ini tentunya dalam pasar yang normal seharusnya tidak terjadi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak gejolak pasar saham di dunia menanggapi <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/" title="krisis ekonomi amerika">krisis ekonomi yang terjadi di amerika serikat</a>, telah sampai pada ambang yang meresahkan para investor. Pasar dilanda kepanikan dan investor cukup gugup menanggapi pergerakan harga saham di dunia. Sehingga beberapa melakukan langkah cepat dengan menarik dana dari pasar saham.</p>
<p><span id="more-118"></span>Hal ini tentunya dalam pasar yang normal seharusnya tidak terjadi, karena secara fundamental negara-negara lain cukup bagus pertumbuhan ekonominya. Namun ketidakpercayaan dan kegugupan pasar menyebabkan banyak Investor mengambil langkah di luar logika normal.</p>
<p>Dahulu di awal krisis, banyak orang mengira emas adalah <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/09/16/saat-yang-tepat-beli-emas-atau-investasi-emas-logam-mulia/" title="investasi emas">salah satu investasi yang baik di saat Krisis Ekonomi</a>. Sehingga banyak yang memindahkan dananya ke logam mulia ini. Alhasil harga emas mencapai kisaran 980 USD per troy ounce. di bulan Juli 2008, merupakan rekor harga emas tertinggi. Namun dengan bergulirnya waktu, orang mulai menyadari emas bukanlah investasi yang aman dan akan berkembang terus saat ini. Sehingga orang pun mulai menjual emas, dan alhasil bulan ini harga emas mencapai harga terendah tahun ini yaitu kisaran 680 USD per troy ounce.</p>
<p>Menurut analisa saya, hampir seluruh jenis investasi saat ini tidak dapat diprediksi. Mulai dari investasi asuransi, surat berharga, hingga deposito perbankan saya pikir tidak terlalu aman. Karena pasar benar-benar gugup menghadapinya. Namun saya berpikir bahwa investasi yang tepat untuk saat ini adalah investasi dimana Anda memiliki kontrol penuh terhadapnya.</p>
<p>Saya berpikir investasi di sektor riil adalah tepat untuk saat ini. Karena Anda memiliki kontrol yang kuat terhadap usaha ini, Contohnya toko, properti ( mungkin bisa bertahan ). Selain itu sektor jasa juga akan tetap bertahan di kala krisis saat ini. Apalagi upaya beberapa negara untuk menurunkan suku bunga banknya untuk mencegah perlambatan ekonomi di negaranya.</p>
<p>Jadi saya pikir kita harus bijaksana menyikapi kondisi saat ini. Jangan takut akan krisis ekonomi yang sudah di depan mata atau malah mungkin sudah di mata kita, hehe. Bagi saya, orang yang bisa sukses adalah orang yang bisa bertahan dalam kondisi apapun dan memanfaatkan peluang-peluang yang Ada saat ini dengan jeli.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/investasi-di-saat-krisis-ekonomi-sebuah-analisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krisis Ekonomi Amerika Serikat, Mengapa?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 01:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/</guid>
		<description><![CDATA[Telah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut Great Depression kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.
Seperti mengulang kejadian Great [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/143837/1012467/5/krisis-finansial-as-ingatkan-memori-buruk-great-depression" title="great depression" target="_blank">Great Depression</a> kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.</p>
<p>Seperti mengulang kejadian Great Depression, dimana saat ini banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Apalagi perusahaan sekelas <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/171338/1012592/5/jejak-si-bangkrut-lehman-di-indonesia" title="jejak lehman" target="_blank">Lehman brothers</a> dan <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/09/28/101313/1013606/5/wamu-menyusul-lehman-brothers" title="wamu menyusul lehman brothers" target="_blank">Washington Mutual</a> menyatakan kebangkrutan. Belum lagi raksasa Asuransi AIG, sahamnya turun hingga 50 persen.</p>
<p><span id="more-113"></span>Efek dari krisis ekonomi dan finansial di USA telah merambat ke negara-negara di Asia dan Eropa. Banyak negara yang memberikan suntikan dana kepada lembaga keuangan supaya tidak tergerus arus krisis Ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat.</p>
<p><strong>Mengapa Krisis Ekonomi melanda Amerika Serikat?</strong></p>
<p>Mungkin ini menjadi pertanyaan bagi sebagian besar orang, mengapa negara super power dan terkenal kuat finansialnya bisa mengalami krisis moneter atau ekonomi. Dan kemungkinan berada di ambang kebangkrutan yang akan menyengsarakan rakyatnya dan sebagian besar negara di dunia.</p>
<p>Ada sebuah penjelasan dari Bpk Dahlan Iskan, pada Jawa Pos tanggal 28 september 2008 yang isinya hampir sehalaman penuh. Saya berusaha untuk meringkas penjelasan tersebut untuk mendapatkan analisis beliau tentang mengapa krisis ekonomi bisa melanda negara sekelas Amerika Serikat. Berikut rangkumannya.</p>
<p>Sebuah perusahaan yang go public dituntut untuk meningkatkan laba hingga 20 persen tiap tahunnya. Tentang bagaimana caranya, CEO dan direktur yang akan mengaturnya. Pemilik perusahaan atau pemegang saham tidak mau tau yang penting harga saham naik dan laba terus meningkat.</p>
<p>Mengapa harga saham harus selalu naik, alasannya adalah jika saham dijual maka harga saham harus lebih tinggi dari harga saham saat membeli. Dan mengapa laba harus naik? alasannya jika saham tidak dijual maka setiap tahunnya mereka bisa mendapat pembagian laba atau deviden yang bertambah banyak.</p>
<p>Sehingga CEO selalu mencari cara untuk melakukan 2 hal di atas tadi. Alasannya agar tetap dapat mempertahankan jabatan dan gaji dan bonus yang selalu meningkat. CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali gaji Presiden Bush. Sehingga antara pemegang saham dan CEO menemukan sumbu temu untuk mendapatkan 2 hal di atas.</p>
<p>Berbagai cara dilakukan hingga melibatkan pelaku politik, banyak kebijakan yang memungkinkan perubahaan aturan dan undang-undang untuk memungkinkan segala cara para CEO tersebut. Bagi pelaku politik keuntungannya adalah mendapatkan dana kampanye dan dukungan.</p>
<p>Dengan cara ini ekonomi AS berkembang pesat, semua orang mampu membeli kebutuhan hidup. Sehingga AS memerlukan banyak barang. Jika tidak bisa dibuat di dalam negeri maka pesan dari negara lain. Maka tak heran China memiliki cadangan devisa terbesar yaitu 2 triliun USD karena memasok banyak barang ke AS.</p>
<p>Sudah 60 tahun AS membesarkan perusahaan seperti itu, yang merupakan bagian dari ekonomi kapitalis sehingga AS menjadi penguasa dunia. Tapi itu belum cukup, segala hal harus yang terbaik, terkomputerisasi, bonus yang sudah besar harus dibuat lebih besar lagi. Disinilah ketamakan AS terlihat.</p>
<p>Ketika semua orang sudah membeli rumah, seharusnya tidak ada lagi perusahaan penjual rumah bukan. Namun kenyataannya perusahaan harus meningkatkan penjualan untuk mendapatkan pertumbuhan laba. Maka dicarilah jalan agar rumah terjual lebih banyak. Jika orang sudah memiliki rumah maka diciptakan agar kucing dan anjing juga memiliki rumah. Termasuk mobil.</p>
<p>Namun ketika kucing dan anjing sudah memiliki rumah, siapa lagi yang harus membeli? Maka di tahun 1980, Pemerintah AS mengeluarkan keputusan &#8216;Deregulasi Kontrol Moneter&#8217;, intinya dalam kredit rumah, perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variable bunga. Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini merupakan peluang besar bagi perusahaan real estate, broker, asuransi dan keuangan.</p>
<p><strong>History Krisis Mortgage di AS</strong></p>
<p>Tahun 1925, AS memiliki UU Mortgage Tentang KPR, yaitu setiap orang yang memenuhi syarat berhak mengajukan  dan mendapatkan kredit rumah. Jika penghasilan setahun 100 juta maka ia berhak mengambil kredit mortgage 250 juta. Karena cicilan jangka panjang maka terasa ringan.</p>
<p>Tahun 1980, Keluar kebijakan untuk menaikan bunga. bisnis perumahan ada peluang, bank bisa mendapatkan bunga tambahan dan broker dan bisnis terkait bisa berusaha kembali.</p>
<p>Namun karena semua sudah punya rumah, maka Tahun 1986 pemerintah AS menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya, pembeli rumah diberi keringanan pajak. Bagi warga di negara maju, keringanan pajak akan mendapat sambutan luar biasa karena nilai pajak yang tinggi.</p>
<p>Tahun 1990, dengan fasilitas pajak bisnis rumah meningkat hingga 12 tahun ke depannya. Dari mortgage 150milyar USD dalam setahun menjadi 2 kali lipat di tahun-tahun berikutnya.</p>
<p>Tahun 2004, mortgage mencapai 700 milyar USD per tahun. Gairah bisnis rumah yang terus meningkat ini membuat para pelaku bisnis menghalalkan segala cara. Mulai dari iklan yang jor-joran, keluarnya lembaga investment bank, hingga melunaknya persyaratan KPR. Dalam pikiran pengembang, jika orang tidak bisa membayar kredit atau kredit macet, toh rumah masih bisa dijual karena perhitungannya tiap tahun harga rumah meningkat. Jadi mereka masih untung ketika terjadi kredit macet.</p>
<p>Namun ternyata dalam jangka kurang dari 10 tahun, banyak kredit Macet. Banyak orang menjual rumah, harga menjadi turun sehingga nilai jaminan rumah tidak cocok lagi dengan nilai pinjaman. Satu per satu lembaga investment banking bergururan seperti efek domino.</p>
<p>Berapa juta rumah yang termasuk mortgage? tidak ada data namun dari nilai uangnya sekitar 5 triliun USD. Jadi kalo George Bush meminta bantuan dana 700 milyar USD itu baru sebagian kecil. Kongres kawatir apakah harus menambah 700 milyar USD lagi jika yang pertama tidak berhasil.</p>
<p><strong>Penutup artikel krisis ekonomi di Amerika Serikat </strong></p>
<p>Kabar terakhir menyebutkan Kongres AS kemungkinan besar menyetujui <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/09/28/142432/1013716/4/kongres-as-sepakati-bailout-us$-700-miliar" title="kongres sepakati bailout" target="_blank">rencana bailout ini</a>. Walau masih belum terlihat dampaknya, namun mudah-mudahan dunia tidak terpuruk dalam krisis ekonomi berkepanjangan.</p>
<p>Penting bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan informasi sebanyak mungkin untuk mencegah terjadinya rush besar-besaran terhadap bank-bank di Indonesia. Tentunya Krisis Ekonomi yang terjadi tahun 1997 tidak ingin kita ulangi lagi bukan.</p>
<p>Update : <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/09/30/112159/1014294/5/bailout-ditolak-wall-street-rontok" title="bailout ditolak wall street rontok" target="_blank">rencana bailout ditolak oleh kongres AS</a>. namun setelah melakukan pendekatan dan revisi draft bailout, <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/10/02/094257/1014870/5/senat-as-restui-rencana-bailout-us$-700-miliar" title="senat as menyetujui bailout" target="_blank">senat as menyetujui bailout tersebut</a>. kemudian DPR AS pun menyetujui dengan <a href="http://www.detikfinance.com/readfoto/2008/10/04/103111/1015287/461/1/bush-teken-uu-bailout" target="_blank">ditandatanganinya UU Bailout oleh presiden Bush</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah anda workaholic?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/07/14/apakah-anda-workaholic/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/07/14/apakah-anda-workaholic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 04:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/07/14/apakah-anda-workaholic/</guid>
		<description><![CDATA[Kalo kita mendengar istilah yang diakhiri dengan aholic, biasanya ini berhubungan dengan kecanduan atau ketagihan terhadap sesuatu. Namun jarang yang menggunakan istilah ini untuk kecanduan terhadap obat-obatan dan alkohol, sesuatu yang berkonotasi negatif. Ada padanan kata yang sering digunakan untuk digabungkan dengan kata aholic, yaitu workaholic.
Saya tidak tahu sejarah kata ini, karena saya coba cari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kita mendengar istilah yang diakhiri dengan <em>aholic</em>, biasanya ini berhubungan dengan kecanduan atau ketagihan terhadap sesuatu. Namun jarang yang menggunakan istilah ini untuk kecanduan terhadap obat-obatan dan alkohol, sesuatu yang berkonotasi negatif. Ada padanan kata yang sering digunakan untuk digabungkan dengan kata <em>aholic</em>, yaitu <em>workaholic</em>.</p>
<p>Saya tidak tahu sejarah kata ini, karena saya coba cari di kamus tidak ketemu, namun di wikipedia disebutkan sebagai kecanduan untuk bekerja. Menarik bukan, biasanya orang malas untuk bekerja, tapi ini ada yang sampai kecanduan untuk bekerja.</p>
<p>Tentu sebuah fenomena yang aneh, karena normalnya orang lebih suka untuk bekerja secukupnya. Apakah ini berarti workaholic dapat disematkan kepada orang yang bekerja seharian penuh, seminggu penuh sehingga tidak ada istilah libur bagi dirinya? Ini berarti juga pegawai yang sering lembur termasuk workaholic juga? Menurut artikel di Wall Street, seseorang dikatakan terjangkit workaholic jika :</p>
<ol>
<li>Keasyikan dengan pekerjaannya : workaholicer cenderung susah untuk meninggalkan pekerjaan di rumah atau alasan sosial. Mereka berusaha menghindari cuti sakit dan liburan. Hal ini membahayakan kesehatan mereka. Jika mereka berlibur biasanya membawa pekerjaannya juga.</li>
<li>Tidak nyaman untuk mendelegasikan pekerjaannya : kebanyakan mereka susah mendelegasikan pekerjaan mereka karena mereka ingin mengontrol pekerjaan tersebut.</li>
<li>Mengabaikan aspek lain dalam kehidupannya : mereka lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan kehidupan pribadinya. bahkan mereka tidak menghadiri pemakaman orang terdekatnya.</li>
<li>Menggabungkan semua aspek kehidupannya dengan pekerjaannya : karena antara kesenangan dan pekerjaan bagi mereka tidak ada bedanya, jadi pekerjaan sudah memenuhi pikirannya. Dan cenderung pekerjaan menjadi hobinya.</li>
<li>Menyembunyikan pekerjaannya : Seperti halnya kecanduan lainnya, iya akan berusaha menyembunyikan kecanduannya. Dengan perkembangan teknologi, sebuah perangkat elektronik dapat menyembunyikan arsip-arsipnya yang dahulu memenuhi lemari kerja nya.</li>
</ol>
<p>Jadi dapat disimpulkan workaholic sebagai kecanduan untuk bekerja karena iya menyenangi pekerjaannya namun dalam taraf yang tidak wajar. Sehingga orang ini mengabaikan banyak aspek dalam kehidupannya. Mungkin bagi orang yang telah menemukan jalan usahanya, iya akan bertambah semangat dan semangat terus. Namun jangan lupa bahwa manusia memiliki sifat tamak yang akhirnya iya akan selalu berusaha untuk mencapai lebih dari yang sekarang. Sebaiknya berhati-hatilah jika Anda termasuk 5 kriteria tadi, karena pengabaian Anda terhadap aspek lain kehidupan Anda, akan merugikan orang di sekitar Anda.</p>
<p>Saya sertakan link yang berisi beberapa pengalaman untuk bisa keluar dari jerat workaholic, silahkan baca <a href="http://www.sabda.org/c3i/fokus/isi/?id=802" title="lepas dari jerat workaholic" target="_blank">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/07/14/apakah-anda-workaholic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia IT masih menjadi surga uang bagi beberapa orang</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/06/30/dunia-it-masih-menjadi-surga-uang-bagi-beberapa-orang/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/06/30/dunia-it-masih-menjadi-surga-uang-bagi-beberapa-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 01:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT People]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/06/30/dunia-it-merupakan-masih-menjadi-surga-uang/</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari ini saya memposting 2 artikel tentang orang-orang sukses di dunia IT. Pertama adalah tentang seorang bilioner dari Amerika yang menduduki peringkat orang ketiga terkaya di dunia, Bill Gates, Pemilik dan founder Microsoft. Yang kedua tentang seorang anak muda berusia 24 tahun yang sukses dengan facebook.com nya. Menempatkan dirinya menjadi remaja kaya raya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari ini saya memposting 2 artikel tentang orang-orang sukses di dunia IT. Pertama adalah tentang seorang bilioner dari Amerika yang menduduki peringkat orang ketiga terkaya di dunia, Bill Gates, Pemilik dan founder Microsoft. Yang kedua tentang seorang anak muda berusia 24 tahun yang sukses dengan facebook.com nya. Menempatkan dirinya menjadi remaja kaya raya di Amerika Serikat. Sesuatu yang tak ia duga sendiri.</p>
<p>Tak terduga juga saya akhirnya menggeluti dunia IT. Sebelumnya saya bercita-cita menjadi teknisi elektro, sehingga dari sejak SMP saya mendalami dunia elektronik. Ntah berapa banyak PCB yang saya buat, ntah berapa banyak komponen listrik yang sudah saya pasang di PCB, ntah berapa guru saya belajar, Toh akhirnya bukan itu jalan saya. Dimulai dari bandung saya berkenalan dengan dunia IT secara tak sengaja dari salah seorang mahasiswa ITB. Kemudian saya putuskan untuk mengambil jurusan TI di salah satu universitas di Jogjakarta, Kota Pelajar.</p>
<p>Selama kuliah saya mendalami dunia programming dan sudah mendapatkan hasil dengan membuka kursus private dan bimbingan skripsi. Dari sana saya tahu kalo dunia ini emang memberikan hasil. Saya memantapkan diri untuk selalu mengupdate ilmu pemrograman saya. Hampir semua bahasa pemrograman umum saya kuasai, PHP Delphi java atau Visual Basic sudah menjadi makanan sehari-hari saya.</p>
<p><span id="more-83"></span>Lulus kuliah saya bekerja di salah satu perusahaan IT asli Jerman. Dari sini saya mulai berkenalan dengan dunia IT sebenarnya. Bagaimana tidak disini saya melihat skill saya ternyata memiliki manfaat yang sangat besar untuk kegiatan bisnis. Dari pengaturan data pegawai ( invoice, absensi, dll ), pengaturan file atau berkas, pemindahan <em>library</em>, dan masih banyak lagi. Di tahun ini saya lebih banyak bergelut di dunia web, selain karena proyek lebih banyak ke arah sana.</p>
<p>Disini saya mulai mengenal dunia laen IT, yaitu Internet Marketing. Terinspirasi dengan konsep the Secret karya Rhonda Byrne, segala ilmu seperti datang dengan sendirinya. Beberapa praktisi Internet Marketing yang saya kenal merupakan referensi saya dalam belajar Internet Marketing. Mulai dari Bung Cosaaranda, Mas Rony, Mas Isnaini, Mas Baladika, dan masih banyak blogger-blogger papan atas Indonesia. Terima kasih buat sharing ilmunya.</p>
<p>Penghasilan 4 atau 5 digit (USD Dollar) sudah menjadi hal yang lumrah bagi blogger papan atas ini. Tapi kerja keras mereka untuk mencapai kondisi saat ini tentunya berliku. Tapi saya yakin setiap orang bisa sukses di dunia IT. Ada sebuah buku menarik yang saya baca tentang &#8220;15 cara menjadi kaya dari Internet&#8221; karya Budhi Kristianto. Anda bisa dapatkan di gramedia. Cukup buat membuka wawasan anda terhadap dunia Internet.</p>
<p>Terlepas dari profesi apa yang mereka jalani, adalah merupakan pilihan kita sendiri. Memang tidak harus menggeluti profesi IT, tapi pengetahuan di bidang IT cukup membantu Anda di bidang lainnya. Saran saya dalam memilih profesi adalah cari profesi yang sesuai dengan minat Anda, dalam artian anda merasa nyaman berada di lingkungan tersebut karena menyukainya. jangan jadikan kerja sebagai beban hidup, tapi jadikan itu sebagai cara Anda menjalani hidup ini.</p>
<p>Hidup begitu berarti untuk dilewatkan begitu saja. Terus berkarya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/06/30/dunia-it-masih-menjadi-surga-uang-bagi-beberapa-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Perang Tarif Operator Selular</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/06/07/memahami-perang-tarif-operator-selular/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/06/07/memahami-perang-tarif-operator-selular/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 00:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/06/07/memahami-perang-tarif-operator-selular/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi masyarakat awam yang merasa dibuat bingung oleh gencarnya perang iklan yang dilancarkan oleh operator telepon selular, berikut kiat &#8220;membaca&#8221; iklan tarif telepon selular.
Tidak ada makan siang gratis (there is no such free lunch), maknanya untuk memperoleh sesuatu, termasuk layanan telekomunikasi, tidak ada yang gratisan, seberapa kecil angka rupiah yang ditawarkan, tetap saja pengguna harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi masyarakat awam yang merasa dibuat bingung oleh gencarnya perang iklan yang dilancarkan oleh operator telepon selular, berikut kiat &#8220;membaca&#8221; iklan tarif telepon selular.</p>
<p>Tidak ada makan siang gratis (there is no such free lunch), maknanya untuk memperoleh sesuatu, termasuk layanan telekomunikasi, tidak ada yang gratisan, seberapa kecil angka rupiah yang ditawarkan, tetap saja pengguna harus membayar.</p>
<p>Yang ditagihkan kepada pengguna adalah durasi persambungan, bukan lamanya Anda bicara. Jadi, meskipun yang ditelepon, atau penelepon tidak berbicara, namun tagihan atau pengurangan deposit (bagi pengguna prepaid) akan berjalan terus sejak kedua telepon tersambung (connected).</p>
<p>Tagihan penggunaan telepon menggunakan dasar durasi, jarak, sifat sambungan dan jenis percakapan. Satuan waktu untuk mengukur durasi yang sekarang lazim digunakan adalah detik. Jarak dibagi menjadi dua: lokal dan jarak jauh (sambungan langsung jarak jauh /SLJJ). Sambungan lokal terjadi ketika nomor pemanggil dan yang dipanggil dua-duanya diterbitkan dari area (kota) yang sama dan ketika terjadi pemanggilan berada pada area yang sama pula.</p>
<p>Misalnya, A dan B adalah dua nomor yang diterbitkan di kota Jakarta, pada waktu terjadi persambungan, A dan B ada di kota Jakarta. Sambungan SLJJ terjadi ketika A (dari Jakarta) menelepon B yang sedang berada di kota lain, misalnya Denpasar.<br />
<span id="more-72"></span><br />
Sifat sambungan terdiri dari ON-NET dan OFF-NET. ON-NET adalah sambungan (lokal atau SLJJ) antara dua pelanggan sesama operator. Misalnya, A dan B sama &#8211; sama pelanggan operator &#8220;ABC&#8221;. Ketika A memanggil B, maka sambungan semacam ini disebut ON-NET. OFF-NET adalah sambungan (lokal atau SLJJ) antara dua pelanggan yang berbeda operator. Misalnya, C adalah pelanggan operator &#8220;ABC&#8221;, sedangkan D pelanggan operator &#8220;ZYX&#8221;. Ketika D memanggil C sambungan semacam ini disebut OFF-NET.</p>
<p>Jenis percakapan dapat digolongkan menjadi: mobile ke mobile, mobile ke fixed (Public Switch Telephone Network/Fixed Wireless Access), fixed (PSTN/FWA) ke mobile, dan fixed ke fixed.</p>
<p>Yang termasuk layanan mobile adalah penyelenggara GSM dan 3G (Telkomsel, Indosat Matrix dan Mentari, XL, 3, NTS) dan CDMA (Mobile-8, SMART, Sampoerna). Yang termasuk fixed adalah penyelenggara telepon tetap (Telkom) dan telepon tetap dengan limited mobility (Flexi, StarOne, Esia).</p>
<p>Untuk melayani sambungan OFF-NET dibutuhkan interkoneksi (keterhubungan antar operator), dan atas penggunaan interkoneksi ini timbul biaya yang ditagihkan kepada pengguna.</p>
<p>Jadi, dalam keadaan normal, untuk sambungan ON-NET harga yang harus dibayar oleh pengguna adalah: tarif per detik x durasi persambungan x jarak. Pada beberapa operator telepon bergerak selular, untuk pecakapan ON-NET jarak tidak dihitung, karena dianggap dalam satu jaringan sendiri. Sehingga formula di atas menjadi: tarif per detik x durasi. Misalnya A menelepon B (dua-duanya pelanggan suatu operator) selama 5 menit, dan tarif per detik Rp. 15,- maka biaya yang harus dibayar A adalah: 15 x 5 x 60 = Rp. 4.500,-</p>
<p>Dalam suatu masa promosi, ketika ada operator mengiklankan Rp. 0,- dengan ketentuan &#8220;berlaku untuk 5 menit setelah berbicara 5 menit&#8221;, maka ini artinya operator bersangkutan memberi diskon 50%. Hitung-hitungannya, durasi persambungan 10 menit, yang mestinya membayar Rp. 9.000,- namun pelanggan hanya membayar Rp. 4.500,- yang setara untuk durasi 5 menit. Bagaimana bila durasi persambungan hanya 4 menit? Jawabnya, tidak ada diskon, alias tetap harus membayar 15 x 4 x 60 = Rp. 3.600,-. Atau bagaimana bila persambungan hanya 7 menit? Yang ditawarkan kan untuk percakapan 10 menit, bila Anda hanya menggunakan 7 menit, maka penggunaan semacam ini di luar dari yang ditawarkan, alias penelepon tetap saja harus membayar 15 x 7 x 60 = Rp. 6.300,-</p>
<p>Dalam suatu masa promosi, ketika ada operator mengiklankan &#8220;bicara 2 menit gratis 3 menit&#8221; maka ini sama saja operator tersebut memberikan discount 60%. Bagaimana bila durasi persambungan hanya 3 menit, ya yang 2 menit bayar penuh, yang satu menit tidak harus bayar, pengguna hanya memperoeh discount 33.3% saja. Bagaimana bila durasi persambungannya 6 menit, pemanggilan akan ditagih untuk 2 menit pertama, dan 1 menit sesudah menit ke 5, total 3 menit, atau pelanggan memperoleh discount 50%. Bagaimana bila durasi persambungnan 9 menit? Pemanggil akan ditagih untuk penggunaan selama 6 menit ( 2 menit pertama, ditambah 4 menit setelah menit ke lima).</p>
<p>Dalam suatu masa promosi, ketika operator mengiklankan Rp. 0,00000000.. 1 / detik sepuasnya, dengan ketentuan berlaku setelah 90 detik pertama, untuk waktu penggunaan tertentu. Ide iklan semacam ini mirip seperti ketika kita makan di restauran yang menawarkan all you can eat. Dengan satu harga boleh makan sepuas dan sekenyangnya. Jika dicermati, meski kita boleh habiskan seluruh makanan, namun tidak pernah ada orang yang mampu menghabiskan semua hidangan yang tersedia. Bagaimana hitungannya? Tidak beda jauh dengan contoh di atas. Tarif yang diberlakukan untuk OFF-NET per detik Rp. 25,0 sedangkan untuk ON-NET tarif per detik Rp. 15,-. Contoh, untuk persambungan OFF-NET selama 120 menit atau 2 jam, maka yang harus dibayar pemanggil adalah: (25 x 3 x 60) + (117 x 60 x 0.0000000001) = Rp.4.500,000702 atau dibulatkan menjadi Rp.4.500,-. Bagaimana untuk persambungan 5 menit, 10 menit, 60 menit, dan menit &#8211; menit lainnya? Jawabnya sama, pemanggil membayar Rp. 4.500,-.</p>
<p>Apakah operator tidak merugi? Bisa YA, bisa juga TIDAK. Jika restauran all you can eat saja masih bisa survive dan malah<br />
bertambah besar, rasanya operator telepon yang menawarkan promosi seperti ini tidak akan rugi. Bagaimana bisa? Ada sebuah riset yang mencatat statistik penggunaan telepon, ternyata rata-rata persambungan berkisa antara 3 sampai dengan 5 menit. Jika demikian, maka sebenarnya operator tersebut sedang menawarkan discount antara 20 &#8211; 40%.*****</p>
<p><em>Penulis : Siska Robaiyani</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/06/07/memahami-perang-tarif-operator-selular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.389 seconds -->
