Krisis Ekonomi Amerika Serikat, Mengapa? September 30, 2008
Posted by admin in : Article, Opini, Sharing, Studi Kasus , 40commentsTelah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut Great Depression kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.
Seperti mengulang kejadian Great Depression, dimana saat ini banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Apalagi perusahaan sekelas Lehman brothers dan Washington Mutual menyatakan kebangkrutan. Belum lagi raksasa Asuransi AIG, sahamnya turun hingga 50 persen.
Mari Menulis Buku : Belum Pakar Maka Belum Menulis Buku? May 26, 2008
Posted by admin in : Article, Bisnis hari ini, Sharing , add a commentSebuah sharing yang disampaikan sdr. Dodi Mawardi
Seorang kawan mengeluhkan kondisi dirinya, ketika berdiskusi tentang menulis buku. Menurutnya, dia tidak akan mampu menulis sebuah buku karena dia belum menjadi pakar di bidang apapun. Ketika saya tanya bermacam kemampuannya, semua dijawab dengan kata ’rata-rata air’ sebagai gambaran kemampuannya yang pas-pasan. Sampai membicarakan minat/hobi sekalipun, dia tetap ’keukeuh’ semuanya tidak layak dibukukan karena dia tidak memiliki apapun yang istimewa.
”Ya sudah lah…” jawab saya menyerah.
Saya katakan kepadanya, untuk menjadi seorang penulis tidak butuh KEPAKARAN. Anda seorang pakar atau bukan, tidak menjadi masalah. Yang dibutuhkan hanyalah penguasaan materi. Menguasai materi belum bisa masuk kategori pakar, karena yang menentukan kepakaran seseorang bukan kita sendiri melainkan pihak lain. Misalnya media massa atau kampus atau komunitas tertentu dan sebuah buku.
Pengalaman bergelut di dunia forex May 22, 2008
Posted by admin in : Article, Serba-serbi, Sharing, Trading Forex , 5commentsSebuah sharing yang disampaikan oleh sdr Andy Su, mungkin bisa dipakai acuan jika ingin memulai bermain forex. Karena dunia forex emang benar-benar liquid dan berbahaya buat pemula yang hanya memikirkan hasil yang besar. berikut pendapatnya :
Saya sudah 3 tahun main forex baik di Indonesia maupun di luar negri. Sebenarnya bermain forex bisa untung kalo tau caranya. Bisa rugi besar bahkan bangkrut total jika tidak tau caranya atau hanya main feeling.
Jika seoarang trader seperti saya yang sudah lumayan tau & sdh trading 3 tahun, BERMAIN FOREX DI BROKER INDONESIA SANGAT MERUGIKAN, mending di broker luar negeri. Alasannya:
- Di broker Indonesia jumlah minimal (sesuai aturan Babepti) min USD 5000, di broker luar negeri (yang terpercaya) min USD 100, bahkan ada yg bisa hanya USD 1 (Marketiva).
- Di broker Indonesia ada potongan komisi, di broker luar negeri ( yg terpercaya) tdk ada.
- Di broker Indonesia spread paling rendah 3 pips (broker baru), umumnya 6 pips. Di broker LN (yg terpercaya) mulai 2 pips.
- Di broker Indonesia kurang aman karena mental beberapa orang Indonesia adalah “maling” alias koruptor.
- Di broker Indonesia yg menuruti aturan babepti ada bunga overnight. Di broker LN bisa tdk ada (request khusus).
Contoh broker Indonesia yg terkenal : Millennium Penata Futures dan Valbury Asia Futures (tapi uang Anda banyak dipotong macm-macam).
Contoh broker LN yg terpercaya: FXDD, FXCM, Marketiva, North Finance (yg ini ada cabangnya di Indonesia), Interbank, dan FX Open (yg ini jg ada cabangnya di Indonesia).
Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses May 16, 2008
Posted by admin in : Article, Sharing , 2commentsDiposting oleh akaruna@ptmorich.com, Penulis asli tidak tahu
Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.
Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba-tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.
Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.


