Belajar hidup dari Sang Elang May 22, 2008
Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , 1 comment so farElang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
(more…)
Kisah tentang dua pemancing May 7, 2008
Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , add a commentDikisahkan, dua orang pergi memancing. Satu orang adalah pemancing yang berpengalaman dan satunya tidak. Ketika pemancing berpengalaman mendapatkan ikan besar, ia selalu memasukan ke dalam kotak es. Sedangkan pemancing tak berpengalaman jika mendapatkan ikan besar pasti dilepasnya.
Awalnya pemancing yang berpengalaman menghiraukan hal yang berulang kali dilakukan oleh pemancing tak berpengalaman. Akhirnya karena penasaran, ia menanyakan : “Kenapa anda selalu membuang kembali jika mendapatkan ikan yang besar”.
Si pemancing tak berpengalaman menjawab : “Karena saya hanya memiliki panci memasak yang kecil, jadi ikan yang besar tidak cukup untuk dimasukkan ke dalam panci kecil tersebut. Itulah sebabnya ia selalu membuang ikan yang besar karena tidak bisa memasaknya”.
Seringkali seperti pemancing tak berpengalaman, kita sering membuang rencana, impian, pekerjaan ataupun kesempatan besar yang diberikan oleh Tuhan. Keyakinan kita terlalu kecil untuk meyakini hal tersebut.
Seperti halnya pemancing tadi, ini bukan masalah kita membutuhkan panci memasak yang lebih besar untuk memasak ikan yang besar, tetapi bagaimana cara kita untuk meningkatkan keyakinan kita bahwa kita bisa memasak ikan yang besar itu dengan panci yang kecil.
Apapun itu sebuah masalah atau kemungkinan, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Ini berarti kita dapat dengan percaya diri untuk menjalani hidup ini dengan percaya diri.
Kisah penebang kayu May 1, 2008
Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , add a commentSuatu ketika seorang penebang kayu muda mencari pekerjaan ke pedagang kayu, dan mendapatkan pekerjaan itu. Upah yang diberikan lebih dari cukup dan lingkungan pekerjaannya sangat bagus. Dengan alasan tersebut, si penebang kayu bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk pekerjaan barunya.
Pedagang kayu memberikan ia sebuah kapak dan kemudian menunjukan lokasi penebangan.
Hari pertama penebang kayu berhasil membawa 18 pohon ke pedagang kayu. Pedagang kayu senang dengan hasil kerja si penebang kayu. Dan memberikan banyak pujian ke diri si penebang. Termotivasi dengan kata-kata si pedagang kayu, si penebang kayu berusaha lebih keras hari berikutnya. Tapi hari itu ia cuma bisa menebang 15 pohon. Kemudian ia mencoba lebih keras lagi pada hari berikutnya, tapi tetap saja hasilnya sedikit dan malah berkurang menjadi 10 pohon.
Hari demi hari hasil tebangnya menurun. Kemudian suatu hari si penebang kayu datang menghadap pedagang kayu dan mengajukan untuk berhenti kerja karena sudah tidak kuat untuk menebang kayu. Si pedagang kayu bertanya : “kapan terakhir kali kamu mengasah kapak kamu?”
“Mengasah?”, si penebang agak terkejut, “Saya belum pernah mengasah kapak, saya terlalu sibuk dengan pekerjaan menebang pohon”
Moral yang bisa kita petik dari kisah ini : Bekerja keras tidaklah cukup, seseorang harus tetap mengasah keterampilannya.
