Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Menjadi seperti apa yang anda inginkan June 16, 2008

Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , 4comments

Di sebuah tempat terpencil di Tenessee, USA, seorang bayi perempuan lahir di tengah keluarga yang sangat miskin. Anak itu adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, lahir premature dan lemah. Kelangsungan hidupnya diragukan semua orang. Ketika berumur empat tahun dia menderita Pneumonia parah dan demam scarlet – sebuah kombinasi penyakit yang mematikan yang membuat kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa digunakan. Dia harus menggunakan penyangga kaki dari besi untuk membantunya berjalan. Namun anak ini sangat beruntung karena memiliki seorang ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat padanya.

Ibunya yang luar biasa selalu mengatakan pada anaknya yang ternyata sangat pandai tersebut bahwa walaupun kakinya harus menggunakan penyangga, dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya. Ibunya mengatakan bahwa untuk itu yang harus dimilikinya adalah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora.

Lalu pada usia Sembilan tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya yang kata dokter tidak akan bisa normal kembali. Dalam empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal, ini sebuah keajaiban bagi dunia medis. Dikemudian hari, gadis itu memiliki sebuah impian untuk menjadi pelari wanita terhebat di dunia. Pertanyaannya, mungkinkah dengan kaki yang tidak sempurna seperti itu?

(more…)

Lakukan satu kebajikan setiap hari – mei tian zuo yi jian hao shi June 1, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Pelajaran hidup , 4comments

Kebaikan sekecil apapun, jika dilakukan akan membawa dampak positif yang cukup besar.

Dikisahkan, ada seorang pemuda berusia menjelang 30 tahun. Namun sayangnya, ia hanya memiliki kemampuan berpikir layaknya anak berumur di bawah 10 tahun. Ibunya dengan penuh kasih memelihara dan mendidik si anak agar kelak bisa hidup mandiri dengan baik, terlebih karena ia merasa anaknya punya kemampuan berpikir yang sangat minim.

Si anak sangat mencintai ibunya. Suatu hari dia berkata, “Ibu, aku sangat senang melihat ibu tertawa, wajah ibu begitu cantik dan bersinar. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu tertawa setiap hari?”

“Anakku,  berbuatlah baik setiap hari. Maka, ibu akan tertawa setiap hari,” jawab si ibu. “Lantas, bagaimana caranya berbuat baik setiap hari?” tanya si anak.
(more…)

Self Efficacy – Mereka tidak menyerah June 1, 2008

Posted by admin in : Article, Belajar dari kegagalan, Mentalitas, Pelajaran hidup , 2comments

Penulis Ikhwan Sopa

Berikut ini adalah sebagian inspirasi dari “Self Efficacy”-nya Dr. Albert Bandura, sebagiannya lagi dari memungut di sana dan di sini. Semoga bermanfaat.

Abraham Lincoln berangkat ke medan perang sebagai kapten dan kembali sebagai prajurit. Kemudian, dia gagal sebagai pebisnis. Sebagai ahli hukum di Springfield, dia sangat tidak praktis dan temperamental untuk sukses. Dia beralih ke dunia politik dan kalah pada usaha pertamanya untuk menjadi anggota legislatif, kemudian kalah lagi dalam nominasi menjadi anggota konggres, kemudian gagal menjadi komisioner di General Land Office, kalah lagi dalam pemilihan senator tahun 1854, kalah lagi dalam pemilihan Wakil Presiden tahun 1856, dan kalah lagi dalam pemilihan senat 1858. Dia menulis kepada seorang temannya, “Saya sekarang adalah manusia hidup yang paling menderita. Jika apa yang saya rasakan dibagi rata kepada semua umat manusia, maka tak ada wajah yang ceria di muka bumi ini.”

Winston Churcill harus mengulang di sekolah dasar, dan saat ia memasuki sekolah berikutnya, Harrow, ia ditempatkan di bagian terendah di kelas terendah. Selanjutnya, ia gagal dua kali dalam ujian masuk Royal Military Academy at Sandhurst. Ia kalah dalam pemilihan anggota parlemen. Ia menjadi perdana menteri di usia 62 tahun. Ia kemudian menulis, “Never give in, never give in, never, never, never, never – in nothing, great or small, large or petty – never give in except to convictions of honor and good sense. Never, Never, Never, Never give up.”
(more…)

Pemikiran cerdas : tanpa email pun anda bisa sukses May 31, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Pelajaran hidup , 5comments

Artikel berikut merupakan terjemahan dari artikel berbahasa inggris. Semoga bermanfaat

Dikisahkan seorang pekerja melamar pekerjaan ke Microsoft sebagai office boy. Manager HRD mewawancarainya dan melihat kemampuannya membersikan lantai sebagai bagian dari test. “Kami akan memperkerjakan kamu”, kata manager HRD, “Tuliskan alamat email anda, saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi beserta pemberitahuan kapan anda mulai bekerja”.

Pelamar menjawab bahwa ia tidak memiliki alamat email. “Maafkan saya”, kata manajer HRD, “Jika anda tidak memiliki email berarti anda tidak ada, dan ini berarti kami tidak bisa memberikan pekerjaan kepada seseorang yang tidak ada”.

Pelamar pergi dengan langkah lunglai tanpa pengharapan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Di dompetnya hanya berisi 10$. Kemudian dia memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg tomat. Kemudian ia menjual tomat tersebut ke rumah-rumah didekatnya. Kurang dari 2 jam ia berhasil menggandakan modalnya.

(more…)

Belajar hidup dari Sang Elang May 22, 2008

Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , 6comments

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
(more…)

Kisah tentang dua pemancing May 7, 2008

Posted by admin in : Article, Pelajaran hidup , 1 comment so far

Dikisahkan, dua orang pergi memancing. Satu orang adalah pemancing yang berpengalaman dan satunya tidak. Ketika pemancing berpengalaman mendapatkan ikan besar, ia selalu memasukan ke dalam kotak es. Sedangkan pemancing tak berpengalaman jika mendapatkan ikan besar pasti dilepasnya.

Awalnya pemancing yang berpengalaman menghiraukan hal yang berulang kali dilakukan oleh pemancing tak berpengalaman. Akhirnya karena penasaran, ia menanyakan : “Kenapa anda selalu membuang kembali jika mendapatkan ikan yang besar”.

Si pemancing tak berpengalaman menjawab : “Karena saya hanya memiliki panci memasak yang kecil, jadi ikan yang besar tidak cukup untuk dimasukkan ke dalam panci kecil tersebut. Itulah sebabnya ia selalu membuang ikan yang besar karena tidak bisa memasaknya”.

Seringkali seperti pemancing tak berpengalaman, kita sering membuang rencana, impian, pekerjaan ataupun kesempatan besar yang diberikan oleh Tuhan. Keyakinan kita terlalu kecil untuk meyakini hal tersebut.

Seperti halnya pemancing tadi, ini bukan masalah kita membutuhkan panci memasak yang lebih besar untuk memasak ikan yang besar, tetapi bagaimana cara kita untuk meningkatkan keyakinan kita bahwa kita bisa memasak ikan yang besar itu dengan panci yang kecil.

Apapun itu sebuah masalah atau kemungkinan, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Ini berarti kita dapat dengan percaya diri untuk menjalani hidup ini dengan percaya diri.