Terjajah ExxonMobil di Blok Cepu – Kwik Kian Gie May 16, 2008
Posted by admin in : Article, Opini , 2commentsDitulis oleh Kwik Kian Gie
Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi – apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.
Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusaha an asing.
Mengapa uang semakin susah dicari May 15, 2008
Posted by admin in : Article, Opini , add a commentDitulis oleh Goenardjoadi Goenawan
Dulu sekitar tahun 1991 ketika menghadiri sebuah acara pembukaan Hero Supermarket saya mendengar pidato Muhamad Saleh Kurnia pendiri Hero mengatakan bahwa dirinya membesarkan Hero, dengan menambah banyak cabang, tujuannya bukan profit. Paling tidak tujuan prioritas pertama di benaknya bukan itu. Lalu apa? Jawabnya: tujuannya adalah untuk menciptakan lapangan kerja. Dia sungguh ingin supaya paling tidak Karyawan Hero bisa menghidupi keluarganya masing-masing.
Setelah berjalan 17 tahun kemudian saya sudah lupa dengan perkataan Pak MS Kurnia tersebut. Lagipula apa benar bahwa pemilik sebuah bisnis lebih memikirkan nafkah penghidupan karyawannya? Apa benar begitu? Saya masih sangsi.
Lalu setelah berjalan 17 tahun saat ini kondisi ekonomi benar-benar terpuruk. Begitu banyak PHK, pabrik tutup, pengusaha banyak yang memilih pensiun. Akibatnya, begitu banyak pengangguran, pengurangan karyawan berlaku selama ini. Kalau dulu menjadi pengangguran adalah momok rasa malu, maka sekarang menjadi pengangguran sudah menjadi profesi wajar. Setiap keluarga beranak empat, maka yang dua bekerja dan dua lainnya mengantar jemput. Ini banyak merata terjadi di kota-kota besar.
Mengapa ini bisa terjadi?


