7 cara efektif dalam berkomunikasi June 3, 2008
Posted by admin in : Article, NLP , 1 comment so farBerikut adalah 7 cara efektif dalam berkomunikasi :
- Hindari kesan memaksa
Ketika kita berkomunikasi hindari kalimat : “Kamu harus……” baiknya diganti dengan “Sebaiknya kamu…….” atau ”Maukah kamu……” - Fokus kepada solusi bukan masalah
Ketika berkomunikasi fokuskan kepada hal yang menjadi solusi bukan masalah. Contoh : Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita berkata ”Aduh Lapar banget……” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli makanan di luar……” - Ubah ”kata tidak bisa ” menjadi ”bisa”
Ketika kita diminta untuk mengadakan pertemuan, lebih baik anda mengatakan ”Kita bisa mengadakan pertemuannya minggu depan” daripada berkata ”Kita tidak bisa ketemuan sampai minggu depan” walaupun dua kalimat dengan arti yang sama tapi estetikanya berbeda. - Ambil tanggung jawab dan jangan menyalahkan
Hindari kalimat ” Ini bukan salahku” lebih baik ganti dengan kalimat ” Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya” - Katakan apa yang anda inginkan bukan yang tidak anda inginkan
Jika anda tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata ”Tolong bawa mobilnya hati-hati” daripada anda berkata ”Jangan bawa mobilnya terlalu kencang” - Fokus pada masa depan bukan masa lalu
Jika ada kesalahan teman anda daripada anda berkata “ Saya sudah bilang sebelumnya…..” lebih baik diganti dengan ” Mulai sekarang, kita………” - Bagikan informasi bukan argumen
Hindari kalimat, ”Tidak, kamu salah……” lebih baik diganti dengan ”Saya ingin sepeti ini…….”
Selamat mencoba dan rasakan nikmatnya berkomunikasi…
IBSC TV Presenter
(disadur dari berbagai sumber)
Empat Pilar NLP May 15, 2008
Posted by admin in : Article, NLP , add a commentAda artikel bagus yang pernah dimuat dalam Majalah Training Indonesia edisi VI/ Desember 2005, hasil wawancara Dr.Stefanus Isaac Tamsil (NLP Master Trainer) dan Bpk. Syaiful Bachri (Coach CHF) tentang Empat PIlar NLP.
Didalam NLP ada empat pilar yaitu:
- Self skill dalam pilar ini dijelaskan tentang keberadaan attitude. Self Skill sendiri terbagi dari sense of self, personal mastery dan personal power.
Sense of self merupakan keadaan dimana manusia sadar sesadar-sadarnya. Sadar dengan keberadaan dirinya, tentang siapa dirinya, juga tugas yang diembannya sebagai manusia. Personal Mastery adalah kelanjutan dari sense of self. Manusia memiliki penyadaran terhadap setiap langkah yang diambilnya. “Manusia dikatakan memiliki personal mastery kalau dia bisa mengontrol tindakannya dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Nah, kalu sudah begitu maka akan lahirlah yang namanya personal power. - Relational skill maksudnya adalah kemampuan seseorang untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. “Nah dalam training NLP, umumnya kita akan dijelaskan berbagai metode dan teknik untuk membangun keterampilan dalam membina hubungan. Ini yang sekarang banyak berkembang”.
- Strategic thinking skill kemampuan manusia untuk memprediksi masa depan. Maksudnya merancang dan merencanakan masa depan yang akan dijalaninya di kemudian hari. Hal ini terkait dengan visi misi hidupnya. Mampu membuat perencanaan hidupnya ke depan.
- Systemic thinking skill kemampuan manusia untuk membuat action plan dan mengambil keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab saat ini, mengacu pada keadaan di masa depan.
