<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Haryanto Kandani - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi &#187; Bisnis Dasar</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/category/article/bisnis-dasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Produk atau Sistemnya?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk dijual sehingga ia selalu menganggap produk adalah yang terpenting. Sedangkan pemilik bisnis lebih mementingkan sistem yang baik walaupun tidak mengesampingkan faktor produk yang baik.</p>
<p>Anda pasti mengenal <em>brand</em> / <em>franchise</em> terkenal seperti KFC, Dunkin Donuts, MacDonald atau mungkin Anda pernah makan di resto atau cafe yang setiap pegawainya tersenyum dan menyapa Anda ketika Anda lewat. Anda mungkin tertarik dengan keramahan mereka, kemudian Anda diantar dan dipersilahkan duduk di ruangan yang nyaman. Kemudian Anda disuguhi daftar makan dan memesan beberapa makanan yang bernama kebarat-baratan. Mungkin setelah Anda makan Anda berpikir bahwa makanan seperti ini bisa Anda dapatkan di warung makan biasa dengan rasa lebih enak dan tentunya harga lebih murah. Namun mengapa resto atau cafe tersebut masih bisa bertahan dan meningkatkan labanya?</p>
<p><span id="more-153"></span>Saya yakin ada banyak orang yang bisa membuat ayam goreng lebih lezat dari KFC, atau bisa membuat donut lebih empuk dan enak daripada Dunkin Donuts, tetapi mengapa sampai sekarang tidak banyak yang bisa menjadi kompetitor serius bagi mereka? bahkan semakin banyak saja Investor yang membeli <em>franchise</em> mereka. Ini dikarenakan ada perbedaan diantara produk dan sistem.</p>
<p>Kita juga pasti sering melihat beberapa produk bagus yang baru beredar namun dalam hitungan waktu menghilang. Ada banyak MLM baru juga dengan produk yang bagus tapi tidak ditunjang dengan sistem yang baik lenyap ditelan waktu. Atau ada karyawan dari sebuah perusahaan sukses, keluar dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan karena yakin bisa memproduksi produk yang lebih bagus dari perusahaan tersebut, namun dalam hitungan tahun bisnisnya menurun dan akhirnya tutup. Walaupun banyak yang berhasil di tahun-tahun awal berdiri, namun akhirnya kewalahan ketika bisnisnya menanjak.</p>
<p>Ada 4 kuadran penghasilan seperti sering diucapkan oleh Robert T Kiyosaki, yaitu Karyawan (<em>Employee</em>), Pemilik Bisnis kecil (<em>Self-Employeed</em>), Pemilik Bisnis Besar (<em>Business Owner</em>), dan <em>Investor</em>. Karyawan sangat bergantung dengan kuadran B (Business Owner), jika perusahaan bangkrut maka karyawan adalah pihak yang tidak aman. Walaupun banyak yang menganggap menjadi karyawan adalah profesi yang aman karena selalu mendapatkan penghasilan tiap bulannya. Perhatikan saja saat ini, begitu banyak PHK yang terjadi karena krisis. Perusahaan bisa saja membekukan usahanya di saat krisis dan membuka lagi ketika situasi sudah membaik. Toh pemilik bisnis sudah memiliki kekayaan yang cukup untuk bertahan di saat krisis.</p>
<p>Kuadran S ( <em>Self-Employeed </em>) diisi oleh tenaga ahli yang melakukan usaha sendiri, seperti designer, tukang cukur, salon, penjual toko kelontong, dokter praktek di rumah, atau tenaga ahli lainnya. Hasil memang lebih besar, namun perlu diingat kita memiliki batas dalam fisik. Jika sampai usia tua kita menjalankan pekerjaan sendiri maka bisa dipastikan kesehatan Anda akan cepat memburuk dan kemungkinan waktu untuk keluarga akan berkurang karena kita sibuk di bisnis tersebut.</p>
<p>Kuadran B (Business Owner) adalah pemilik bisnis yang tangguh. Saya sebut tangguh karena telah membangun sistem yang baik dan mempekerjaan orang-orang pintar. Hampir tidak ada campur tangan dari B dalam bisnisnya karena perusahaannya sudah berjalan dengan sendirinya sesuai sistem yang dibangunnya. Semua urusan kantor dan <em>client</em> diurus oleh manajernya. Ia bahkan bisa meninggalkan perusahaannya beberapa saat dan di saat kembali menemukan perusahaannya tetap berjalan dan bahkan lebih baik.</p>
<p>Kuadran Investor adalah orang yang memiliki modal yang besar dan mampu berinvestasi dengan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi. Seringkali Investor membeli sistem dari Kuadran B karena mereka malas membangun sistem dari awal. Membeli sistem dari kuadran B lebih dikenal dengan nama membeli <em>franchise</em>, contohnya KFC dan MacDonald. Jika Anda punya uang lebih maka Anda bisa membeli sistem mereka dan semua itu sudah berjalan tanpa campur tangan Anda.</p>
<p>Jadi disini sistem lebih penting daripada produk. Jika Anda tidak percaya bahwa jika Anda bisa membuat ayam goreng atau donut yang lebih lezat maka Anda bisa mengalahkan mereka, coba jawab dulu pertanyaan ini:</p>
<ul>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk menstandarkan rasa di seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda bisa mendistribusikan ribuan kilo bahan pembuat donut ke seluruh depot Anda?</li>
<li>Apakah Anda memiliki sistem untuk pemasaran?</li>
<li>Apakah Anda memiliki karyawan yang tangguh?</li>
<li>Apakah Anda bisa membuat depot Anda seragam baik dari interior, seragam pegawai maupun salam khas selamat datang dan terima kasih?</li>
<li>mungkin pertanyaan paling penting, Apakah Anda masih perlu untuk terlibat penuh dengan usaha Anda?</li>
</ul>
<p>Masih banyak pertanyaan lain yang bisa saya ajukan seperti apakah Anda memiliki <em>planning</em> atau rencana untuk mengembangkan usaha Anda. Namun saya kira pertanyaan di atas sudah cukup menjelaskan pentingnya sebuah sistem jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dan sukses.</p>
<p>Jadi jika Anda ingin terjun ke bisnis atau mendirikan sebuah usaha, maka hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah sistem bisnis tersebut. Ketika sistem itu berjalan dengan baik maka campur tangan Anda akan semakin sedikit dan akhirnya Anda bisa melakukan aktifitas lain bersama keluarga atau mendirikan usaha lain. Produk memang penting tapi pikirkan dahulu sistemnya.</p>
<p>Untuk membangun bisnis besar memang diperlukan sistem dan produk yang baik. Coba pelajari ilmu bisnis seperti yang diajarkan bagi lulusan MBA atau jika punya uang lebih Anda bisa membeli sistem <em>franchise</em> dan mempelajarinya. Karena sistem mereka sudah direncanakan dan diuji dengan baik. Saran Robert T Kiyosaki adalah mengikuti MLM yang baik, karena dengan modal yang relatif kecil Anda bisa belajar tentang bisnis besar. MLM yang baik akan membantu anggotanya dalam mengembangkan jaringannya.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p><em>Catatan : untuk lebih jelasnya silahkan baca buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/17/produk-atau-sistemnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau sukses, pelajari kompetitor Anda</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/11/29/mau-sukses-pelajari-kompetitor-anda/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/11/29/mau-sukses-pelajari-kompetitor-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 06:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Tip-bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/11/29/mau-sukses-pelajari-kompetitor-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang ingin mencapai kesuksesan dalam segala hal yang dijalaninya. Mulai dari sekolah, keluarga, bisnis hingga mendapatkan pasangan hidup yang disukainya. Ada kalanya kesuksesan didapat dengan mudah, adakalanya anda membutuhkan perhatian khusus untuk mencapainya dan tak jarang dalam mencapai kesuksesaan kita mengalami kegagalan. Namun sebenarnya tidak ada kegagalan, itu hanya sukses yang tertunda. Untuk itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang ingin mencapai kesuksesan dalam segala hal yang dijalaninya. Mulai dari sekolah, keluarga, bisnis hingga mendapatkan pasangan hidup yang disukainya. Ada kalanya kesuksesan didapat dengan mudah, adakalanya anda membutuhkan perhatian khusus untuk mencapainya dan tak jarang dalam mencapai kesuksesaan kita mengalami kegagalan.</p>
<p>Namun sebenarnya tidak ada kegagalan, itu hanya sukses yang tertunda. Untuk itu kadang kita perlu memompa diri kita dan memotivasi diri kita untuk bersemangat lagi mencapai target kita. Ada banyak cara untuk memompa semangat Anda seperti mendengarkan seminar motivasi diri, berkumpul dengan sahabat untuk saling berbagi pengalaman dan ide baru, membaca buku seperti yang saya lakukan sekarang.</p>
<p><span id="more-132"></span>Saya baru saja membeli buku berjudul <strong>Increase Your financial IQ</strong> karya <strong>Robert T Kiyosaki</strong> di <strong>Gramedia</strong>. Saya rekomendasikan Anda untuk membaca buku ini karena berisi banyak konsep untuk meningkatkan kecerdasan bisnis Anda. Saya menggunakan area bisnis sebagai contoh dari artikel ini hanya untuk mempermudah saya menjelaskan konsep saya tentang kompetisi. Tentunya konsep ini bisa diterapkan dalam hal lain.</p>
<p>Dalam dunia bisnis kita selalu berhadapan dengan sebuah <em>market</em> atau pasar. Kita memiliki produk atau jasa yang siap dipasarkan ke <em>customer</em> kita. Namun sayangnya kita tidak sendirian dalam menjual produk dan jasa. Kita memiliki kompetitor di setiap area bisnis. Bagi orang yang berpikir negatif maka ia akan menganggap kompetitor adalah sesuatu yang merugikan bagi bisnis Anda.</p>
<p>Tapi tunggu dulu saya akan berusaha memaparkan beberapa fakta yang mungkin mencengangkan tentang kompetisi. Bisnis yang berjalan baik dalam artian berkembang ke arah yang baik akan memiliki kompetisi yang baik pula. Tanpa kompetisi maka kita akan malas untuk melakukan inovasi karena toh customer akan tetap membeli produk kita karena tidak ada pilihan lain.</p>
<p>Namun jika anda memiliki kompetitor yang baik maka Anda akan selalu berusaha untuk mencari ide-ide baru yang lebih kreatif dan inovatif sehingga customer tertarik membeli produk kita. Kompetisi yang baik bukan berarti harus saling menjatuhkan, kita harus memelihara kompetitor kita yang baik. Betul kompetitor yang baik, kompetitor yang tidak baik akan menggunakan cara-cara busuk untuk menjegal produk Anda. Mereka bukannya berusaha meningkatkan kualitas produknya, namun mencari cara untuk menjatuhkan Anda dari belakang, contohnya menjelek-jelekan produk Anda, merusak fasilitas Anda dll.</p>
<p>Di dunia barat atau negara yang maju, perusahaan yang sehat selalu menjaga kompetisi yang sehat. Mereka mempelajari inovasi terbaru kompetitornya kemudian mereka juga akan berusaha untuk mencari ide original lainnya atau setidaknya lebih baik dari inovasi kompetitor tersebut.</p>
<p>Pernah tidak kita memperhatikan di sekitar kita, banyak toko baru yang buka di sebelah toko yang sudah sukses. Orang yang takut tidak akan berani melakukan ini, tapi kenyataannya toko baru tersebut seringkali mencapai kesuksesaan seperti yang dicapai toko sebelahnya. Mengapa demikian? karena mereka mempelajari kompetisi tersebut.</p>
<p>Coba bayangkan, customer sudah pasti akan sering lalu lalang di depan toko yang sudah sukses dan tentunya iya akan melirik toko Anda bukan. Jika Anda memiliki tampilan yang menarik tentunya customer tersebut tidak akan segan-segan mengunjungi toko Anda dan bahkan akan membeli di toko Anda.</p>
<p>Bagi toko yang sukses ini berarti ia harus lebih inovatif lagi karena sudah ada kompetitor yang berani bersaing dengannya. Dari sisi customer tentunya juga akan menguntungkan karena mereka akan mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik. Jadi kompetisi yang sehat menguntungkan semua pihak.</p>
<p>Kesuksaan dalam berbisnis salah satunya ditentukan oleh bagaimana Anda menjalani kompetisi yang sehat. Pelajari kompetitor Anda dan berpikir kreatif dengan inovasi yang lebih baik. Pecundang akan berpikir saya tidak akan bisa mengalahkan raksasa itu. Tapi orang positif akan berpikir saya memiliki kemampuan untuk sukses seperti yang dicapai oleh perusahaan tersebut.</p>
<p>Jadi konsep ini sangatlah sederhana, pelajari kompetitor Anda dan lakukan kompetisi yang sehat. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa konsep ini bisa Anda terapkan pada area lain seperti prestasi sekolah, prestasi olah raga, maupun dalam mencari pasangan hidup. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/11/29/mau-sukses-pelajari-kompetitor-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan taruh semua telur dalam sebuah keranjang</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/jangan-taruh-semua-telur-dalam-sebuah-keranjang/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/jangan-taruh-semua-telur-dalam-sebuah-keranjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 04:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/jangan-taruh-semua-telur-dalam-sebuah-keranjang/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ungkapan ini sudah sering kita dengar. Sebuah pepatah klasik yang masih berlaku sampai sekarang. Penerapannya bisa beragam sesuai dengan relevansi bidangnya. Namun pepatah ini lebih sering digunakan dalam dunia bisnis. Pepatah ini semakin terasa terutama di masa krisis ekonomi yang melanda dunia. Semakin meyakinkan saya bahwa pepatah ini benar adanya. Arti dasar dari pepatah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ungkapan ini sudah sering kita dengar. Sebuah pepatah klasik yang masih berlaku sampai sekarang. Penerapannya bisa beragam sesuai dengan relevansi bidangnya. Namun pepatah ini lebih sering digunakan dalam dunia bisnis.</p>
<p>Pepatah ini semakin terasa terutama di masa <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/10/12/krisis-amerika-sebuah-analisa/">krisis ekonomi</a> yang melanda dunia. Semakin meyakinkan saya bahwa pepatah ini benar adanya. Arti dasar dari pepatah ini adalah mengurangi kerugian ketika terjadi musibah, contoh ketika keranjang kita hilang atau rusak maka ini berarti anda kehilangan seluruh telur yang ada di keranjang tersebut.</p>
<p><span id="more-128"></span>Dalam dunia bisnis ini berarti bahwa jangan meletakkan seluruh investasi anda pada sebuah jenis investasi. Hal ini merupakan antisipasi terhadap kemungkinan terburuk Anda kehilangan investasi Anda. Jika Anda meletakkan seluruh kekayaan Anda pada sebuah investasi, maka ketika investasi ini mengalami kerugian, maka Anda akan kehilangan seluruh kekayaan Anda. Hasilnya adalah Anda menjadi bangkrut.</p>
<p>Untuk itu ada ide bijaksana untuk meletakkan kekayaan Anda tidak dalam satu jenis investasi. Jenis investasi bisa berupa properti, saham, toko, emas, dollar dll. Sehingga ketika sebuah investasi Anda bergerak ke arah rugi, maka keuangan atau finansial Anda tidak menjadi <em>colaps</em>. Anda masih punya investasi lain untuk pegangan hidup Anda.</p>
<p>Saya dulu pernah mengalami hal yang kurang mengenakkan, yaitu ketika saya mengawali berinvestasi. Saya mempertaruhkan semua uang saya di forex, dan hasilnya ketika transaksi hancur lebur saya menjadi bangkrut. Belajar dari hal itu saya mulai secara bijaksana mengalokasikan dana saya untuk kegiatan investasi. Hal ini saya lakukan untuk menghindari kebangkrutan.</p>
<p>Dalam skala sebuah investasi pun sebenarnya kita bisa menerapkan konsep ini. Ini berkaitan dengan manajemen resiko pada investasi Anda. Pembagian dana dalam sebuah investasi juga penting sehingga ketika Anda mengalami kerugian Anda tidak akan kehilangan seluruh uang Anda. Contoh ketika Anda membuka toko kelontong, mungkin Anda belum yakin dengan barang apa yang akan laku dan yang mana tidak laku. Untuk itu Anda harus pintar-pintar memilih produk termasuk resikonya ketika tidak terjual.</p>
<p>Di tengah <a href="http://www.jualanbuku.com/2008/10/12/krisis-amerika-sebuah-analisa/">krisis ekonomi</a> yang terjadi di dunia, maka kita harus berhati-hati dalam menginvestasikan dana kita. Walaupun kita percaya pepatah &#8220;no pain no gain&#8221; atau &#8220;big risk big money&#8221; yang artinya ada resiko berarti ada peluang uang yang besar disana. Namun tetap saja kita harus berhati-hati, pelajari tentang investasi baru Anda. Dan jangan sekali-kali menyerahkan dana kita sepenuhnya kepada orang lain tanpa kita mengerti tentang investasi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/jangan-taruh-semua-telur-dalam-sebuah-keranjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Buzz Marketing?</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/08/09/apa-itu-buzz-marketing/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/08/09/apa-itu-buzz-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 09:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/08/09/apa-itu-buzz-marketing/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak banyak yang mengenal istilah Buzz Marketing. Padahal mungkin mereka sudah sering berhadapan dengan jenis marketing ini. Secara singkat Buzz marketing merupakan sebuah teknik dari viral marketing yaitu mengirimkan informasi ke orang lain dan berharap orang lain meneruskan ke orang lain. Viral Marketing Merupakan teknik-teknik marketing dimana sebuah perusahaan mengirimkan pesan ke orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tidak banyak yang mengenal istilah Buzz Marketing. Padahal mungkin mereka sudah sering berhadapan dengan jenis marketing ini. Secara singkat Buzz marketing merupakan sebuah teknik dari viral marketing yaitu mengirimkan informasi ke orang lain dan berharap orang lain meneruskan ke orang lain.</p>
<p><strong>Viral Marketing</strong></p>
<p>Merupakan teknik-teknik marketing dimana sebuah perusahaan mengirimkan pesan ke orang lain dan kemudian si penerima pesan akan meneruskan ke orang lain juga. Begitu seterusnya sehingga terjadi pertumbuhan yang bersifat eksponensial. Sangat dasyat.</p>
<p><span id="more-101"></span>Di internet viral marketing berarti sebuah website atau pengguna Internet yang mengirimkan pesan ke website atau orang lain dan diteruskan ke website lainnya. Teknik ini sangat berhasil di Internet karena karakteristik dari internet itu sendiri. Contohnya hotmail menambahkan informasi layanan dan iklan-iklannya di setiap email Hotmail. Sehingga informasi ini tersebar dengan cepat dan luas.</p>
<p>Beberapa orang menggunakan istilah yang berbeda untuk menyebutkan viral marketing, seperti : avalanche marketing, buzz marketing, cascading style marketing, centrifugal marketing, exponential marketing, fission marketing, grass roots marketing, organic marketing, propogation marketing, referral marketing, ripple marketing, self-perpetuation marketing, self-propogation marketing, wildfire marketing.</p>
<p><strong>Buzz Marketing</strong></p>
<p>Merupakan salah satu teknik viral marketing dimana sebuah individu unik yang bersifat spontan mengirimkan informasi kita kepada jaringan di bawahnya atau relasinya. Teknik ini begitu murah jika dibandingkan dengan menyewa profesional marketer yang berharga mahal.</p>
<p>Pengiklan menginformasikan produk dan layanan mereka kepada beberapa orang pilihan mereka. Dengan harapan orang pilihan ini bisa menjadi prospek yang baik sehingga ia akan mengerti tentang produk dan layanan kita. Buzz marketing menciptakan pemasaran dari mulut ke mulut prospeknya.</p>
<p>Walaupun Buzz marketing bukanlah sesuatu yang baru, namun adanya internet memberikan sebuah cara baru untuk menerapkan teknik ini. Di mulai dari chatting room yang memperkenalkan istilah Buzz untuk mendapatkan perhatian tentang pesannya dan meneruskan pesan tersebut ke buddy list atau daftar contactnya.</p>
<p>Beberapa perusahaan juga mencari blog yang potensial kemudian memasang iklan disana. Beberapa juga tergabung dalam program PPC seperti Google Adword sehingga mudah tersebar di berbagai situs dan dibaca oleh banyak orang. Teknik ini akan bertahan cukup lama dengan dipermudah menggunakan teknologi Internet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/08/09/apa-itu-buzz-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis di Investment Banking</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/06/16/bisnis-di-investment-banking/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/06/16/bisnis-di-investment-banking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 01:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/06/16/bisnis-di-investment-banking/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam operasional sehari-hari umumnya suatu investment banking mempuyai 3 bagian utama yaitu Front Office, Middle Office dan Back Office. Pembagian ini bisa digambarkan secara detail sebagai berikut: 1. Front Office. Bagian ini termasuk divisi yang membantu customer untuk memperoleh dana dari Capital Market ataupun perorangan, melakukan advise on Merger dan Akuisisi ataupun advise on company [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam operasional sehari-hari umumnya suatu investment banking mempuyai 3 bagian utama yaitu Front Office, Middle Office dan Back Office.  Pembagian ini bisa digambarkan secara detail sebagai berikut:</p>
<p>1.  Front Office.<br />
Bagian ini termasuk divisi yang membantu customer untuk memperoleh dana dari Capital Market ataupun perorangan, melakukan advise on <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1213580230_0">Merger dan Akuisisi</span> ataupun advise on company restructuring.  Bagian ini sering disebut juga sebagai bagian Corporate Finance. Bagian lain di front office adalah bagian financial market yang terdiri dari Sales, Trading, Research dan Structured Finance, atau Financial Derivative lainnya.</p>
<p>2.  Middle Office.<br />
Adalah bagian dari suatu investment banking yang melakukan support dalam hal risk management terhadap financial2 instrument yang diperdagangkan di investment banking tersebut.  Biasanya bagian ini banyak di isi oleh para PhD2 di bidang hard science yang tugasnya melakukan modeling dari suatu financial instrument sehingga bisa diperhitungkan upside ataupun down side beradasarkan estimasi dari pergerakan harga instrument tersebut di masa yang akan datang.</p>
<p>3.  Back Office<br />
Bagian ini terlibat dalam hal operasional yang berhubungan dengan data-checking dari suatu trading  apakah sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan oleh perusahaan maupun peraturan dari pihak berwenang.  Tentu saja sebagaimana pekerjaan back office lainnya, selalu monoton dan membosankan.  Tapi justru karena itu banyak orang yang nggak suka, jadi untuk masuk di dividi ini di Investment banking di New York relatif lebih gampang di banding bagian2 lain di Front<br />
ataupun middle office (maklum <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1213580230_1">tenaga kerja</span> di investment banking di harga2 rata2 50% &#8211; 100% lebih banyak dibanding di industri lain:). Seperti halnya perusahaan2 yang lain, back office juga termasuk  teknologi support.</p>
<p>Penulis Irsal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/06/16/bisnis-di-investment-banking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis &#8211; Buat Model Bisnis Anda</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/memulai-bisnis-buat-model-bisnis-anda/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/memulai-bisnis-buat-model-bisnis-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 01:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/memulai-bisnis-buat-model-bisnis-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Idham Mashar, eMail: jojon30@gmail.com Setelah anda memutuskan untuk berbisnis, mempunyai goal, dan mempunyai produk untuk dijual. Kini saatnya membuat model bisnis anda. Pertanyaan yang perlu diperhatikan adalah: 1. Tentukan customer anda dan Kebutuhan yang diinginkan 2. Ciptakan mekanisme penjualan yang memastikan pendapatan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan Tips membuat model bisnis: 1. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumber : Idham Mashar, eMail: jojon30@gmail.com</strong><br />
Setelah anda memutuskan untuk berbisnis, mempunyai goal, dan mempunyai produk untuk dijual. Kini saatnya membuat model bisnis anda.<br />
Pertanyaan yang perlu diperhatikan adalah:<br />
1. Tentukan customer anda dan Kebutuhan yang diinginkan<br />
2. Ciptakan mekanisme penjualan yang memastikan pendapatan lebih besar<br />
dari biaya yang dikeluarkan</p>
<p>Tips membuat model bisnis:<br />
1. Produk harus spesifik / unik.<br />
Semakin spesifik kita menggambarkan konsumen, semakin baik hasilnya. Jangan takut untuk meniru produk orang lain yang memang belum dipasarkan di customer kita asal produk itu memenuhi kebutuhan customer. Jangan takut &#8220;tersegmen&#8221; dan tdak menguasai semua kontrol.<br />
Hampir 95% perusahaan besar diawali dengan segemen pasar yang spesifik/unik kemudian berkembang (80% berkembang dengan sendirinya) menjadi besar dengan merambah ke banyak segmen<br />
<span id="more-29"></span><br />
2. Selalu Sederhana<br />
Usahakan untuk menggambarkan model bisnis dengan 10 kata atau kurang, gunakan secara bijak dan dengan istilah sehari-hari. hindari jargon bisnis yang sedang naik daun (strategis, misi penting, kelas dunia, dll) bahasa bisnis beda dengan model bisnis. contoh model bisnis eBay&#8221;Yang dibutuhkan hanyalah seperti yang tertera dan komisi&#8221; itu saja</p>
<p>3. Meniru Seseorang<br />
Yakinlah usaha anda sudah dilakukan banyak orang sebelumnya, hanya anda semakin pintar dan inovatif dalam hal teknologi, pasar, dan konsumen. Cobalah untuk mengaitkan model bisnis kita dengan model bisnis yang sukses dan benar-benar kita pahami. Jangan pertaruhkan model bisnis baru yang beresiko tinggi, karena banyak pertaruhan lain didepan</p>
<p>Latihan sederhana:<br />
1. Hitung biaya bulanan<br />
2. Hitung laba kotor setiap unit produk<br />
3. Bagi biaya bulana dengan laba kotor setiap unit produk<br />
4. Tanyakan kepada teman yang terpercaya apakah menurut mereka anda bisa menjual sejumlah unit diatas</p>
<p>Next Pahami ruang lingkup kerja</p>
<ol>
<li><strong> Milestones</strong><br />
    Cari tau tanda yang menunjukan perkembangan yang penting dalam perjalan bisnis, jika milestone ini tidak terpenuhi maka bisnis kita sekarat. Fokuslah pada yang penting. beberapa contoh milestones pebisnis pemula:<br />
    &#8211; Pembuktian konsep bisnis (produk dan pasar)<br />
    &#8211; Kesempurnaan produk<br />
    &#8211; Prototipe produk<br />
    &#8211; Modal jika produk laku keras<br />
    &#8211; Peluncuran percobaaan ke pelanggan<br />
    &#8211; Break even point<br />
    Anda bisa tentukan sendiri Milestone anda. Buatlah jadwal untuk milestone anda, alokasikan waktu 80% untuk mengerjakan dan mencapainya<br />
    Latihan sederhana:<br />
Buatlah jadwal milestone anda secara prioritas dan pampangkan di ruang tamu. Pastikan semua karayawan, tamu, siapa aja yang masuk kantor anda membacanya. perhatikan efeknya</p>
</li>
<li> <strong>Buatlah Asumsi</strong><br />
Berdasarkan milestone yang dibuat, sekarang buatlah asumsi yang berkenaan dengan bisnis. contoh beberapa asumsi<br />
- Matrik kerja produk/jasa<br />
- Ukuran pasar<br />
- Margin kontor<br />
- Tingkat konversi prospek menjadi konsumen<br />
- Siklus pembayaran utang-piutang<br />
- dll<br />
terus telusuri asumsi ini dan jika asumsi kita salah cepatlah bertindak</p>
</li>
<li><strong>Tugas</strong><br />
Buatlah tugas yang dibutuhkan untuk merancang, memproduksi, menjual,mengirim, dan apa aja yang mendukung produk/jasa. contoh tugas-tugas itu adalah<br />
- Menyewa ruang kantor<br />
- mencari tenaga sales<br />
- menyiapkan sistem akuntansi<br />
- melengkapi dokumen legal<br />
- mempersiapkan asuransi<br />
- dlL</li>
</ol>
<p>Tujuannya agar kita memahami dan mengapresiasi totalitas pencapaian perusahaan. Yang penting, aktifitas ini menghindari agar tidak tergelincir di saat-saat awal, yang sering kali merupakan saat yang penuh euforia</p>
<p>Selamat Berjuang<br />
Idham</p>
<p>&#8220;Tulisan ini rangkuman dan pemahaman saya terhadap beberapa buku&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/memulai-bisnis-buat-model-bisnis-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

