Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Produk atau Sistemnya? February 17, 2009

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar, Studi Kasus , 4comments

Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk dijual sehingga ia selalu menganggap produk adalah yang terpenting. Sedangkan pemilik bisnis lebih mementingkan sistem yang baik walaupun tidak mengesampingkan faktor produk yang baik.

Anda pasti mengenal brand / franchise terkenal seperti KFC, Dunkin Donuts, MacDonald atau mungkin Anda pernah makan di resto atau cafe yang setiap pegawainya tersenyum dan menyapa Anda ketika Anda lewat. Anda mungkin tertarik dengan keramahan mereka, kemudian Anda diantar dan dipersilahkan duduk di ruangan yang nyaman. Kemudian Anda disuguhi daftar makan dan memesan beberapa makanan yang bernama kebarat-baratan. Mungkin setelah Anda makan Anda berpikir bahwa makanan seperti ini bisa Anda dapatkan di warung makan biasa dengan rasa lebih enak dan tentunya harga lebih murah. Namun mengapa resto atau cafe tersebut masih bisa bertahan dan meningkatkan labanya?

baca tentang 4 kuadran dan kecenderungannya

Mau sukses, pelajari kompetitor Anda November 29, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar, Tip-bisnis , 3comments

Setiap orang ingin mencapai kesuksesan dalam segala hal yang dijalaninya. Mulai dari sekolah, keluarga, bisnis hingga mendapatkan pasangan hidup yang disukainya. Ada kalanya kesuksesan didapat dengan mudah, adakalanya anda membutuhkan perhatian khusus untuk mencapainya dan tak jarang dalam mencapai kesuksesaan kita mengalami kegagalan.

Namun sebenarnya tidak ada kegagalan, itu hanya sukses yang tertunda. Untuk itu kadang kita perlu memompa diri kita dan memotivasi diri kita untuk bersemangat lagi mencapai target kita. Ada banyak cara untuk memompa semangat Anda seperti mendengarkan seminar motivasi diri, berkumpul dengan sahabat untuk saling berbagi pengalaman dan ide baru, membaca buku seperti yang saya lakukan sekarang.

(more…)

Jangan taruh semua telur dalam sebuah keranjang November 16, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar, Mentalitas , 2comments

Mungkin ungkapan ini sudah sering kita dengar. Sebuah pepatah klasik yang masih berlaku sampai sekarang. Penerapannya bisa beragam sesuai dengan relevansi bidangnya. Namun pepatah ini lebih sering digunakan dalam dunia bisnis.

Pepatah ini semakin terasa terutama di masa krisis ekonomi yang melanda dunia. Semakin meyakinkan saya bahwa pepatah ini benar adanya. Arti dasar dari pepatah ini adalah mengurangi kerugian ketika terjadi musibah, contoh ketika keranjang kita hilang atau rusak maka ini berarti anda kehilangan seluruh telur yang ada di keranjang tersebut.

baca tentang investasi yang bijaksana

Apa itu Buzz Marketing? August 9, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar , add a comment

Mungkin tidak banyak yang mengenal istilah Buzz Marketing. Padahal mungkin mereka sudah sering berhadapan dengan jenis marketing ini. Secara singkat Buzz marketing merupakan sebuah teknik dari viral marketing yaitu mengirimkan informasi ke orang lain dan berharap orang lain meneruskan ke orang lain.

Viral Marketing

Merupakan teknik-teknik marketing dimana sebuah perusahaan mengirimkan pesan ke orang lain dan kemudian si penerima pesan akan meneruskan ke orang lain juga. Begitu seterusnya sehingga terjadi pertumbuhan yang bersifat eksponensial. Sangat dasyat.

(more…)

Bisnis di Investment Banking June 16, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar , add a comment

Dalam operasional sehari-hari umumnya suatu investment banking mempuyai 3 bagian utama yaitu Front Office, Middle Office dan Back Office. Pembagian ini bisa digambarkan secara detail sebagai berikut:

1. Front Office.
Bagian ini termasuk divisi yang membantu customer untuk memperoleh dana dari Capital Market ataupun perorangan, melakukan advise on Merger dan Akuisisi ataupun advise on company restructuring. Bagian ini sering disebut juga sebagai bagian Corporate Finance. Bagian lain di front office adalah bagian financial market yang terdiri dari Sales, Trading, Research dan Structured Finance, atau Financial Derivative lainnya.

2. Middle Office.
Adalah bagian dari suatu investment banking yang melakukan support dalam hal risk management terhadap financial2 instrument yang diperdagangkan di investment banking tersebut. Biasanya bagian ini banyak di isi oleh para PhD2 di bidang hard science yang tugasnya melakukan modeling dari suatu financial instrument sehingga bisa diperhitungkan upside ataupun down side beradasarkan estimasi dari pergerakan harga instrument tersebut di masa yang akan datang.

3. Back Office
Bagian ini terlibat dalam hal operasional yang berhubungan dengan data-checking dari suatu trading apakah sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan oleh perusahaan maupun peraturan dari pihak berwenang. Tentu saja sebagaimana pekerjaan back office lainnya, selalu monoton dan membosankan. Tapi justru karena itu banyak orang yang nggak suka, jadi untuk masuk di dividi ini di Investment banking di New York relatif lebih gampang di banding bagian2 lain di Front
ataupun middle office (maklum tenaga kerja di investment banking di harga2 rata2 50% – 100% lebih banyak dibanding di industri lain:). Seperti halnya perusahaan2 yang lain, back office juga termasuk teknologi support.

Penulis Irsal

Memulai Bisnis – Buat Model Bisnis Anda March 6, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar , 1 comment so far

Sumber : Idham Mashar, eMail: jojon30@gmail.com
Setelah anda memutuskan untuk berbisnis, mempunyai goal, dan mempunyai produk untuk dijual. Kini saatnya membuat model bisnis anda.
Pertanyaan yang perlu diperhatikan adalah:
1. Tentukan customer anda dan Kebutuhan yang diinginkan
2. Ciptakan mekanisme penjualan yang memastikan pendapatan lebih besar
dari biaya yang dikeluarkan

Tips membuat model bisnis:
1. Produk harus spesifik / unik.
Semakin spesifik kita menggambarkan konsumen, semakin baik hasilnya. Jangan takut untuk meniru produk orang lain yang memang belum dipasarkan di customer kita asal produk itu memenuhi kebutuhan customer. Jangan takut “tersegmen” dan tdak menguasai semua kontrol.
Hampir 95% perusahaan besar diawali dengan segemen pasar yang spesifik/unik kemudian berkembang (80% berkembang dengan sendirinya) menjadi besar dengan merambah ke banyak segmen
(more…)