<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mario Teguh - Haryanto Kandani - Tung Desem Waringin - Motivasi Audio Book - James Gwee - Artikel Motivasi &#187; Cerita menggugah</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/category/article/article-cerita-menggugah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Niccolo Paganini dan biolanya</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2011/02/16/kisah-niccolo-paganini-dan-biolanya/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2011/02/16/kisah-niccolo-paganini-dan-biolanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 04:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Niccolo Paganini, seorang pemain biola yg terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yg memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh, Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yg sangat mengejutkan senar biolanya yg lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niccolo Paganini, seorang pemain biola yg terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yg memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh, Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus.</p>
<p>Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.</p>
<p>Kejadian yg sangat mengejutkan senar biolanya yg lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tapi dia tetap main.</p>
<p><span id="more-236"></span>Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri &amp; berteriak, &#8220;Hebat, Hebat&#8230;&#8221;</p>
<p>Setelah tepuk tangan riuh memujanya,<br />
Paganini menyuruh mereka untuk duduk.</p>
<p>Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.</p>
<p>Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.</p>
<p>Dengan mata berbinar dia berteriak,<br />
&#8220;Paganini dengan satu senar&#8221;</p>
<p>Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.</p>
<p>Penonton sangat terkejut &amp; kagum pada kejadian ini.</p>
<p>PESAN MORAL,<br />
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan &amp; semua hal yg tidak baik.</p>
<p>Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yg putus &amp; segala sesuatu yg kita tidak dapat ubah.</p>
<p>Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yg putus dalam hidup Anda?</p>
<p>Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?</p>
<p>Jika demikian, saya ingin menganjurkan JANGAN MELIHAT KE BELAKANG,<br />
MAJULAH TERUS,<br />
mainkan senar satu-satunya itu,<br />
mungkinkanlah itu dengan indahnya.</p>
<p>TUHAN akan menolong Anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2011/02/16/kisah-niccolo-paganini-dan-biolanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Balik Jendela</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2011/01/14/cerita-dari-balik-jendela/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2011/01/14/cerita-dari-balik-jendela/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 00:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Hasil browsing tengah malam. Mungkin ini sekedar cerita, tapi bisa menjadi sebuah renungan yang inspirasional. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan unutk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil browsing tengah malam. Mungkin ini sekedar cerita, tapi bisa menjadi sebuah renungan yang inspirasional.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan unutk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini bereriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.</p>
<p><span id="more-227"></span>Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk. Lalu dia melihat keluar jendela, sambil tersenyum dan dengan wajah yg gembira, &#8220;Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi.&#8221; gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.</p>
<p>Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, &#8220;Apa yang kau lihat di luar sana?&#8221;"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.&#8221; jelas pria yang duduk.</p>
<p>Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.</p>
<p>Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.</p>
<p>Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.</p>
<p>Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!</p>
<p>Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab, &#8220;Sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta, yang terserang penyakit sangat berat dan akut, bahkan untuk melihat tembok sekalipun dia tidak bisa.&#8221; lalu dengan tersenyum perawat itu berkata lagi, &#8220;Barangkali ia ingin memberi anda semangat hidup, agar anda bisa lebih sabar untuk melawan penyakit&#8221; kata perawat itu.</p>
<p>Mendengar hal itu pria tadi berkaca-kaca. Dia merasa sebagai orang yang cengeng, menyebalkan dan selalu menyusahkan orang bahkan kepada mereka yang ingin berbuat baik kepadanya. Dan sejak saat itu pria itu tidak lagi suka marah-marah, tidak lagi berteriak meski kesakitan dan selalu tersenyum setiap melihat di luar jendela. Mungkin dia tidak melihat apa-apa, tapi dia membayangkan cerita-cerita indah pria sebelahnya yang selalu menggambarkan keindahan di luar sana.</p>
<p>Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2011/01/14/cerita-dari-balik-jendela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah mama yang termulia</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2010/11/10/kisah-mama-yang-termulia/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2010/11/10/kisah-mama-yang-termulia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 08:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin artikel ini bukan berasal dari kisah nyata, namun cukup mengharukan untuk dibaca dan diresapi tentang perjuangan seorang mama kepada anak tunggalnya. Artikel ini didapatkan dari facebook, silahkan membaca dan renungi nilai yang terkandung di dalamnya. Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin artikel ini bukan berasal dari kisah nyata, namun cukup mengharukan untuk dibaca dan diresapi tentang perjuangan seorang mama kepada anak tunggalnya. Artikel ini didapatkan dari facebook, silahkan membaca dan renungi nilai yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.</p>
<p>Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.</p>
<p><span id="more-223"></span>Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).</p>
<p>Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.</p>
<p>Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kimpoi lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.</p>
<p>Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.</p>
<p>Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkimpoian mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.</p>
<p>Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.</p>
<p>Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.</p>
<p>Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.</p>
<p>Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.</p>
<p>Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.</p>
<p>Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya.</p>
<p>Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya…</p>
<p>Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.</p>
<p>Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.</p>
<p>Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.</p>
<p>Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..</p>
<p>Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu ………… .</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau” (terjemahannya “Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).</p>
<p>Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.</p>
<p>Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.</p>
<p>Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.</p>
<p>Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?” tanya sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang anak dengan serius.</p>
<p>Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.</p>
<p>Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?”. “Saya tidak mencuri, kakek.</p>
<p>Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.</p>
<p>Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.</p>
<p>“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.</p>
<p>Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.</p>
<p>Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.</p>
<p>Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. “Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya.</p>
<p>Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.</p>
<p>Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.</p>
<p>“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.</p>
<p>Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu.”Maafkan saya, Nak.”</p>
<p>“Tidak Bu, saya yang bersalah”………….. ..</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.</p>
<p>Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.</p>
<p>Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.</p>
<p>Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.</p>
<p>Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.</p>
<p>Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.</p>
<p>Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. “Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak” kata ibu. “Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.</p>
<p>Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. “Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata “Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.” “Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi”, sang anak mulai menangis.</p>
<p>Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 “Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”. Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini”, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.</p>
<p>Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.</p>
<p>Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga………. ..</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.</p>
<p>Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.</p>
<p>Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.</p>
<p>Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis “Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.”</p>
<p>Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.</p>
<p>Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.</p>
<p>Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.</p>
<p>Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.</p>
<p>Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.</p>
<p>Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.</p>
<p>Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah………. ..</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.</p>
<p>Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.</p>
<p>Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah “Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?”</p>
<p>Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.</p>
<p>Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, “Apakah kamu ??..(nama anak itu)?” “Benar bu, saya adalah anak ibu?”.</p>
<p>Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi …………… .</p>
<p>Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Perenungkan untuk kita renungkan bersama-sama:_</p>
<p>Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya.. Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :</p>
<p>1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.</p>
<p>2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.</p>
<p>Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ………..</p>
<p>Tidak diragukan lagi “Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini”</p>
<p>++++++++++++++++++++++</p>
<p>Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA ? Ada sebuah tindakan yang dapat Anda lakukan, bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini), ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2. Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda, telponlah dia malam ini juga, just to say “hello”. Catatlah hari ulang tahunnya, rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan favoritnya, dst.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2010/11/10/kisah-mama-yang-termulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Jelek Itu Ternyata Ibuku</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2010/06/08/wanita-jelek-itu-ternyata-ibuku/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2010/06/08/wanita-jelek-itu-ternyata-ibuku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 01:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya. Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya.</p>
<p>Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.</p>
<p>Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.</p>
<p><span id="more-207"></span>Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.</p>
<p>Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.</p>
<p>Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. &#8220;Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.&#8221; jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh<br />
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.</p>
<p>Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.</p>
<p>Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.</p>
<p>Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.</p>
<p>Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. &#8220;Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi&#8221;. Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.</p>
<p>Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.</p>
<p>Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2010/06/08/wanita-jelek-itu-ternyata-ibuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mbah Surip: I love you full</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran hidup]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kaget dan tidak menyangka, Mbah Surip meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="mbah-surip" src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah-surip.jpg" alt="mbah surip - i love you full" width="200" height="301" align="left" /> Kaget dan tidak menyangka, <strong>Mbah Surip</strong> meninggal dunia. Puncak karir yang dirasakannya seperti sekejap mata, mungkin baru beberapa bulan ini kita mengenal sosok Mbah Surip melalui lagu berjudul Tak Gendong yang sering diputar di stasiun televisi di Indonesia. Lagu berirama reggae ini mampu menembus pasar musik indonesia yang saat ini sedang ramai bermunculan band-band dan penyanyi baru.</p>
<p>Mbah surip adalah seorang seniman dengan ciri khas rambut gimbalnya (ciri khas penyanyi genre reggae juga) dan ketawanya yang khas. Salam khasnya yang terkenal adalah &#8220;<strong>I LOVE YOU FULL</strong>&#8220;, mengingatkan kita akan salam Michael Jakson. Mbah surip juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, hal ini dapat dilihat dari cara berdandan dan instrument gitar tua miliknya.</p>
<p>Tapi siapa sebenarnya Mbah surip, mengapa baru di usia tua-nya Beliau bisa menelurkan sebuah karya besar yang akan diingat oleh pecintanya.<span id="more-177"></span></p>
<p><strong>Profil Mbah Surip</strong></p>
<p>Beliau dilahirkan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 5 Mei 1949, yaitu sekitar 59 tahun yang lalu. Nama Aslinya adalah Urip Ariyanto. Beliau juga seorang bergelar insinyur yang berhasil diraih ketika kuliah di Universitas Sunan Giri, Surabaya (Sarjana Kimia). Selain insinyur ia juga memiliki gelar MBA.</p>
<p>Sebagai seorang yang terpelajar, Mbah surip pernah mencoba beberapa pekerjaan teknik seperti pengeboran minyak, bidang kelistrikan, bangunan dan borongan. Pengeboran minyak dilakoni selama 10 tahun. Pekerjaan ini mengantarkan beliau ke luar negeri. Beliau pernah bekerja di Indonesia, Kanada, Texas, Yordania, dan California.</p>
<p>Mengenai nama Mbah Surip, beliau pernah berkata :</p>
<blockquote><p>&#8220;Nah, itu, saya bingung lagi. Wong, saya bisa juga cari ketela, ubi, buat bayar sekolah. Sayur basi saya kumpulkan untuk biaya sekolah. Saya senang sekolah. Ada S-1, MBA, akhirnya ya jadi mbah. Saya punya ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs, sama insinyur dan MBA. Termasuk, saya mempelajari geologi,&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>Mbah Surip sebagai seniman</strong></p>
<p>Sebagai seorang yang nyentrik dan kadang dipandang sebelah mata, ternyata Mbah Surip memiliki jiwa seni yang mulai dihargai ketika beliau berusia tua. Bahkan Royalti atas nada dering lagu Tak gendong saja dikabarkan sudah mencapai angka milyaran rupiah. Sebuah fenomena yang luar biasa dari sebuah kesederhanaan.</p>
<p>Kesuksesaan yang dicapainya saat ini bukanlah sesuatu yang instan, ini merupakan kristalisasi keringat selama 20 tahun menjalani profesi sebagai pengamen jalanan. Bahkan Tukul sendiri sudah mengenal sosok Mbah Surip sejak tahun 80-an. Menurut Tukul, yang paling diingat dari sosok Mbah Surip adalah kopi. Kopi sepertinya tidak pernah terpisahkan dari Mbah Surip.</p>
<p>Sebagai seorang pengamen di jalanan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Beliau rela untuk tidur beralasan koran di emperan toko. Sebagai pengamen yang unik, bahkan beliau sudah mampu menerbitkan beberapa album, seperti &#8216;Ijo Royo-royo&#8217;, &#8216;Indonesia&#8217;, &#8216;Barang Baru&#8217; dan &#8216;Reformasi&#8217;. Walaupun baru sebatas dijajakan di warung dan wc sekitar terminal blok M.</p>
<p>Akhirnya tahun 2008, Falcon Record mengontrak Mbah Surip dan dalam proses pemilihan lagu, Falcon pun merilis single &#8216;Tak Gendong&#8217; pada April 2009. Walaupun sebenarnya Lagu Tak Gendong sudah diciptakan pada tahun 1983 saat Beliau bekerja di Amerika Serikat. Inti lagu ini berisi pembelajaran, yaitu, payur tempat manusia belajar salah menjadi benar. Hal menarik dari Mbah Surip, walaupun Beliau suka berdandan ala penyanyi reggea ternyata beliau bukanlah penggemar tokoh reggae Bob Marley.</p>
<p>Salam khas nya <strong>I love you full</strong>, ditujukan untuk mencintai semua makhluk. Mbah surip adalah orang yang suka belajar, ia juga menyukai filsafat, hingga tak jarang kata-katanya mengandung filosofi yang sangat dalam.</p>
<blockquote><p>&#8220;Maksudnya i love you full, cintaku adalah segalanya. Itu adalah jargon Mbah. Jadi, cintaku untuk semua manusia, tumbuh-tumbuhan, dan Tuhan. Untuk semua,&#8221;</p></blockquote>
<p>Terima Kasih <strong>Mbah Surip</strong> yang telah meninggalkan pelajaran hidup tentang semangat dan tawamu kepada Kami.</p>
<p><em>dikutip dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/08/04/mbah-surip-i-love-you-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlakukan dengan baik</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 00:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah yang ditulis oleh Daniel Iswahyudi di website andriewongso.com patut untuk kita baca. Sangat menggugah, berikut adalah penuturannya sesuai sumber artikel. Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, bahwa apa yang kita berbuat kepada orang lain, barangkali akan cepat kita lupakan, tetapi tanpa kita sadari akan membekas dalam hati orang lain. Peristiwa ini terjadi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kisah yang ditulis oleh Daniel Iswahyudi di website andriewongso.com patut untuk kita baca. Sangat menggugah, berikut adalah penuturannya sesuai sumber artikel.</p>
<p>Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, bahwa apa yang kita berbuat kepada orang lain, barangkali akan cepat kita lupakan, tetapi tanpa kita sadari akan membekas dalam hati orang lain.</p>
<p>Peristiwa ini terjadi di penerbangan Trans-Atlantik pada 14 Oktober 1998. Seorang wanita duduk di sebelah seorang pria kulit hitam. Si wanita nampak gelisah, bertanya pada pramugari untuk mencarikan tempat duduk kosong lain, sebab dia tak ingin duduk di sebelah orang yang tak menyenangkan.</p>
<p><span id="more-162"></span>Pramugari mengatakan bahwa pesawat itu penuh, tapi ia akan mencoba memeriksa kalau-kalau ada tempat duduk kosong di kelas satu. Segenap penumpang lain yang memperhatikan kejadian itu merasa terkejut dan kesal. Bukan saja karena wanita itu bersikap kasar dan keterlaluan, tapi bahwa wanita itu kemungkinan bisa dipindahkan ke kelas satu.</p>
<p>Pria yang duduk di sebelah wanita itu merasa sangat tidak nyaman melihat semua kejadian itu, tapi cukup menguasai diri dan tidak bereaksi. Suasana di kabin pesawat terasa penuh ketegangan. Sementara wanita tadi tampak puas, karena merasa akan dipindahkan ke kabin kelas satu, menjauhi penumpang tak menyenangkan di sebelahnya.</p>
<p>Beberapa menit kemudian pramugari tadi kembali dan memberitahu wanita tadi:</p>
<p>&#8220;Maaf, bu. Seluruh tempat duduk pada penerbangan ini betul-betul penuh. Untunglah saya menemukan satu tempat duduk dosong di kabin kelas satu. Tapi perlu sedikit waktu, sebab untuk membuat perubahan demikian saya harus mendapatkan ijin dari kapten pesawat. Beliau mengatakan bahwa kami tak seharusnya memaksa orang duduk di samping orang yang tak menyenangkan dan memerintahkan saya melakukan perubahan segera.&#8221;</p>
<p>Penumpang lain tak percaya dengan apa yang mereka dengar dan wanita tadi dengan ekspresi kemenangan di wajahnya, bersiap-siap untuk bangun meninggalkan tempat duduknya.</p>
<p>Kemudian pramugari tadi berpaling kepada pria berkulit hitam di sebelah penumpang wanita tadi dan berkata: &#8220;Tuan&#8230; bersediakah anda direpotkan sejenak ikut saya pindah ke kabin kelas satu? Atas nama penerbangan ini, kapten mohon maaf telah memberikan tempat duduk di sebelah orang yang kurang menyenangkan. &#8221;</p>
<p>Dan seluruh penumpang di kabinpun bertepuk tangan. Mereka berdiri memberikan penghargaan akan solusi atas sikon demikian yang dilakukan awak kabin dengan sangat baik</p>
<p>Tahun itu, sang kapten dan pramugarinya menerima penghargaan atas tindakan mereka di penerbangan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, pihak perusahaan menyadari mereka belum memprioritaskan pelatihan yang cukup terhadap para karyawannya. Perusahaan Penerbanganpun segera melakukan perubahan! Sejak peristiwa tadi, di semua kantor mereka dan dalam tampilan yang terlihat jelas oleh semua orang, terpampang tulisan sebagai berikut:</p>
<p>Orang bisa melupakan apa yang anda ucapkan pada mereka.<br />
Orang bisa melupakan apa yang anda perbuat terhadap mereka.<br />
Tetapi mereka tak akan pernah melupakan kesan yang anda tinggalkan di hati mereka.</p>
<p>Jadi benarlah apa yang pernah dikatakan orang bijak: &#8220;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.&#8221; Kalau kita ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Kalau kita ingin dikasihi, kasihilah orang lain. Kalau kita ingin selalu menerima yang baik, maka perlakukanlah orang lain dengan baik.</p>
<p>Orang lain itu bisa berarti orang-orang di sekitar kita: Istri, Suami, Anak, Orang tua, Atasan, Bawahan, Relasi, atau bahkan seorang Office Boy dan pembantu kita.</p>
<p>Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-2615-Artikel_Anda-Perlakukan_Dengan_Baik<br />
Penulis : <strong>Daniel Iswahyudi </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/03/21/perlakukan-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran yang bisa diambil dari kesabaran</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 05:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut saya dapatkan dari mailist dan saya posting lagi disini karena menarik untuk dibaca dan direnungi. Catatan penggunaan &#8220;saya&#8221; dalam cerita merujuk pada penulis email ini, jadi bukan merupakan pengalaman pribadi saya. Selamat membaca. Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar di sebuah hotel, saya melihat suatu kejadian yang menarik, bagaimana seseorang menghadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel berikut saya dapatkan dari mailist dan saya posting lagi disini karena menarik untuk dibaca dan direnungi. Catatan penggunaan &#8220;saya&#8221; dalam cerita merujuk pada penulis email ini, jadi bukan merupakan pengalaman pribadi saya. Selamat membaca.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar di sebuah hotel, saya melihat suatu kejadian yang menarik, bagaimana seseorang menghadapi orang yang penuh emosi.</p>
<p>Saat itu pukul 17.00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu yang baru datang. Orang yang persis di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah..<br />
Pegawai tersebut berkata, &#8220;Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar &#8216;single&#8217; untuk Anda.&#8221;<br />
<span id="more-158"></span>&#8220;Single?!&#8221; bentak orang itu. &#8220;Saya memesan double!&#8221;</p>
<p>Pegawai tersebut berkata dengan sopan, &#8220;Coba saya periksa sebentar.&#8221;</p>
<p>Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, &#8220;Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada, tetapi semua kamar double sudah penuh.&#8221;</p>
<p>Tamu yang berang itu berkata, &#8220;Saya tidak perduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia mulai bersikap &#8216;Anda-tahu-siapa- saya&#8217; lalu berkata, &#8220;Saya akan usahakan agar Anda di pecat. Anda lihat nanti.. Saya akan buat Anda di pecat.&#8221;</p>
<p>Di bawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela, &#8220;Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, sang tamu yang benar-benar marah itu berkata, &#8220;Saya tidak akan mau tinggal di kamar yang terbagus di hotel ini sekarang, manajemennya benar-benar buruk.&#8221;  Lalu ia pun pergi keluar.</p>
<p>Saya menghampiri meja penerimaan tamu sambil berpikir, si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis-habisan. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yang ramah sekali, &#8220;Selamat malam, Tuan.&#8221;</p>
<p>Ketika ia mengerjakan hal yang rutin, yaitu mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, &#8220;Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar-benar sabar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, Tuan&#8221; katanya. &#8220;Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, dia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan isterinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali dia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya. &#8221;</p>
<p>Pegawai tadi menambahkan, &#8220;Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221;</p>
<p>Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/02/19/pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Severn Cullis-Suzuki: Enviromental Children&#8217;s Organization</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2009/01/21/severn-cullis-suzuki-enviromental-childrens-organization/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2009/01/21/severn-cullis-suzuki-enviromental-childrens-organization/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 02:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2009/01/21/severn-cullis-suzuki-enviromental-childrens-organization/</guid>
		<description><![CDATA[Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang concern dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/01/450px-pa109664_leveled.JPG" title="Severn Cullis-Suzuki berbicara di Universitas Alberta" target="_blank"><img src="http://www.jualanbuku.com/wp-content/uploads/2009/01/450px-pa109664_leveled.thumbnail.JPG" alt="Severn Cullis-Suzuki berbicara di Universitas Alberta" align="left" /></a>Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang <em>concern</em> dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang sudah semakin memprihatinkan.</p>
<p><strong>Biografi Severn Cullis-Suzuki</strong></p>
<p>Severn Cullis-Suzuki atau lebih dikenal dengan nama Severn Suzuki dilahirkan di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis bernama Tara Elizabeth Cullis dan Ayahnya adalah David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup. Ketika bersekolah di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lord_Tennyson_Elementary_School" title="Lord Tennyson Elementary School">Lord Tennyson Elementary School</a>, Ia mendirikan Environmental Children&#8217;s Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar Anak-anak tentang masalah lingkungan Hidup.</p>
<p><span id="more-146"></span>Di tahun 1992, Ia bersama teman-teman ECO mengumpulkan dana untuk bisa menghadiri World Summit di Rio De Jeneiro. Bersama anggota ECO lainnya, Michelle Quigg, Vanessa Suttie, dan Morgan Geisler, Severn Suzuki menyajikan pidato tentang masalah lingkungan hidup dari perspektif Anak-anak di depan delegasi negara-negara. Bayangkan umur 12 tahun membawakan pidato di depan orang-orang penting di dunia. Pidato Severn Suzuki ini berhasil mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para delegasi.</p>
<p>Tahun 1993, Ia mendapatkan penghargaan dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Environment_Programme" title="United Nations Environment Programme">United Nations Environment Programme</a> yaitu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Global_500_Roll_of_Honour" title="Global 500 Roll of Honour">Global 500 Roll of Honour</a>. Prestasi lain, yaitu diterbitkannya buku 30 halaman oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Doubleday_%28publisher%29" title="Doubleday (publisher)">Doubleday</a> berjudul <em>Tell The World</em> yang berisi panduan lingkungan untuk keluarga. Suzuki berhasil meraih gelar kesarjanaannya bidang ekologi dan biologi revolusioner di Universitas Yale tahun 2002. Tahun 2002 juga ia menjadi pemandu Acara <em>Suzuki&#8217;s Nature Quest, </em>sebuah acara anak-anak yang disiarkan oleh Discovery Channel.</p>
<p>Sampai saat ini, Severn Suzuki masih aktif terlibat dan mengembangkan proyek-proyek lingkungan Hidup, seperti <em>The Skyfish Project</em> walaupun dibubarkan tahun 2004 karena Severn Suzuki melanjutkan sekolahnya. Ia juga sempat berbicara di forum lingkungan hidup seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Earth_Summit_2002" title="Earth Summit 2002">World Summit on Sustainable Development</a> di Johannesburg pada bulan Agustus 2002.</p>
<p><strong>Pidato ECO di World Summit 1992</strong></p>
<p>Salah satu prestasi besar dari Severn Suzuki adalah membawakan pidato atas nama ECO di depan peserta World Summit tahun 1992. Pidato ini berhasil membungkam para delegasi karena anak 12 tahun memiliki pemikiran yang jauh ke masa depan tentang masalah lingkungan hidup. Berikut adalah terjemahan pidato Severn Suzuki di World Summit 1992 (sumber The Collage Foundation).</p>
<p>Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O &#8211; Enviromental Children Organization</p>
<p>Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak&#8221; berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quigg dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.</p>
<p>Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.</p>
<p>Saya berada disini mewakili anak&#8221; yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.</p>
<p>Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang&#8221; yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.</p>
<p>Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.</p>
<p>Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan&#8221;nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang&#8221; dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya &#8211; hilang selamanya.</p>
<p>Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang&#8221; liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu&#8221;. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal&#8221; tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya..</p>
<p>Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah&#8221; kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?</p>
<p>Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!</p>
<p>Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan&#8221; salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang&#8221; yang telah punah.</p>
<p>Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.<br />
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!</p>
<p>Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi &#8211; tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki&#8221; dan saudara perempuan, paman dan bibi &#8211; dan anda semua adalah anak dari seseorang.</p>
<p>Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama &#8211; perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.</p>
<p>Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.</p>
<p>Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.</p>
<p>Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara&#8221; di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.<br />
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.</p>
<p>Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan &#8211; kami memiliki jam tangan, sepeda,komputer dan perlengkapan televisi.</p>
<p>Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak&#8221; yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: &#8221; Aku berharap aku kaya, dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak&#8221; jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang &#8221; .</p>
<p>Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?</p>
<p>Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak&#8221; tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak&#8221; yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.</p>
<p>Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.</p>
<p>Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.</p>
<p>Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?</p>
<p>Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini &#8211; kami adalah anak&#8221; anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak&#8221; mereka dengan mengatakan &#8221; Semuanya akan baik-baik saja &#8220;. &#8216;kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan&#8217; dan &#8216; ini bukanlah akhir dari segalanya&#8217;</p>
<p>Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?<br />
Ayah saya selalu berkata &#8216; kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata&#8221; mu &#8216;</p>
<p>Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.</p>
<p>Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata&#8221; tersebut.</p>
<p>Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.</p>
<p>Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang&#8221; penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.</p>
<p>dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..</p>
<p>&#8221; Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isinya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin Saya &#8230; tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun &#8220;.</p>
<p>Versi video bisa dilihat di Youtube : <a href="http://www.youtube.com/watch?v=5g8cmWZOX8Q" class="external text" title="http://www.youtube.com/watch?v=5g8cmWZOX8Q" rel="nofollow">Severn Cullis-Suzuki&#8217;s speech at UN Earth Summit 1992</a></p>
<p>Sumber artikel : <em>http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2009/01/21/severn-cullis-suzuki-enviromental-childrens-organization/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasangan anda adalah tulang rusuk Anda</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 04:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin artikel atau kisah ini sudah banyak yang posting di internet. Saya pun mendapatkannya di sebuah mailist yang saya ikuti. Cerita ini cukup menyentuh, tentang arti pasangan hidup bagi Anda. Diharapkan setelah membaca kisah ini, kita bisa memahami arti pasangan anda dalam hidup anda dan lebih menyayanginya karena pasangan anda adalah tulang rusuk Anda. Sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin artikel atau kisah ini sudah banyak yang posting di internet. Saya pun mendapatkannya di sebuah mailist yang saya ikuti. Cerita ini cukup menyentuh, tentang arti pasangan hidup bagi Anda. Diharapkan setelah membaca kisah ini, kita bisa memahami arti pasangan anda dalam hidup anda dan lebih menyayanginya karena pasangan anda adalah tulang rusuk Anda.</p>
<p><span id="more-127"></span>Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.</p>
<p>Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?<br />
Raka : Kamu dong?<br />
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?<br />
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.&#8221;</p>
<p>Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.</p>
<p>Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, &#8220;Kamu nggak cinta lagi sama aku!&#8221; Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,</p>
<p>&#8220;Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!&#8221; Tiba-tiba Dara menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. &#8220;Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.&#8221;</p>
<p>Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.</p>
<p>Raka : Apa kabar?<br />
Dara : Baik&#8230; ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?<br />
Raka : Belum.<br />
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.<br />
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.<br />
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.<br />
&#8220;Good bye&#8230;.&#8221;</p>
<p>Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.</p>
<p>&#8220;Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/11/16/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Jet Li &#8211; Tindakan kita menentukan nasib kita</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/profil-jet-li-tindakan-kita-menentukan-nasib-kita/</link>
		<comments>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/profil-jet-li-tindakan-kita-menentukan-nasib-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 01:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita menggugah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/profil-jet-li-tindakan-kita-menentukan-nasib-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk mengagumi sosok bintang film terkenal China, yaitu Jet Li. Untuk itu saya ingin men-sharing sebuah artikel berbahasa inggris yang berisi sebuah ulasan perjalanan hidup Jet Li. Kita mengenal Jet Li sebagai salah satu aktor bela diri terkenal di Asia dan beberapa filmnya di buat di Hollywood. Dalam profil atau biografi singkat ini, Jet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_iPniJ4pzYNA/SQJ3Q8ewb3I/AAAAAAAAAko/YALxTub2qEo/s1600-h/jetli.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_iPniJ4pzYNA/SQJ3Q8ewb3I/AAAAAAAAAko/YALxTub2qEo/s200/jetli.JPG" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260898447718903666" border="0" /></a>Saya termasuk mengagumi sosok bintang film terkenal China, yaitu Jet Li. Untuk itu saya ingin men-sharing sebuah artikel berbahasa inggris yang berisi sebuah ulasan perjalanan hidup Jet Li.</p>
<p>Kita mengenal Jet Li sebagai salah satu aktor bela diri terkenal di Asia dan beberapa filmnya di buat di Hollywood. Dalam profil atau biografi singkat ini, Jet Li membagi tentang  ketertarikannya dengan Buddhism dan misinya untuk mengenalkan nilai-nilai ajaran buddha untuk kebaikan orang lain.</p>
<p><span id="more-119"></span>Tahun 1997, Jet Li memutuskan untuk pensiun dari dunia film dengan sebuah alasan yaitu karena ia sangat lelah. Coba pikirkan : dimulai dari umur 8 tahun, ia belajar wushu ( bela diri china ) 8 jam sehari selama 10 tahun. Dan kemudian ia mulai membintangi film dan kebanyakan adalah sama. Dan setiap saat berbicara dengan reporter, mereka selalu membujuknya untuk melakukan sebuah pose di kamera. Ia menjadi terkenal dan menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak. Selain itu ia juga mengalami kecelakaan atau cedera yang fatal.</p>
<p>Tahun-tahun itu sudah berlalu, setiap fase kehidupan memiliki logika sendiri, dan akhirnya ia mencapai sebuah keputusan. Secara jujur ia menyadari ternyata ia tidak menyukai kemasyuran dan peningkatan kekuatan. Semua ini dilakukan untuk membiayai ibunya, keluarganya dan anak-anaknya. Karena merasa sudah tercukupi, ia memutuskan untuk pensiun.</p>
<p>Pada waktu itu, ia bertemu dengan Lho Kunsang Rinpoche, seorang guru spiritual agama Buddha dari Tibet. Guru ini bertanya mengapa Jet Li memutuskan pensiun?. Jet Li berkata : &#8220;Untuk mendalami agama Buddha, dan hidup dalam kehidupan yang religius&#8221;.</p>
<p>Rinphoce menjawab : &#8220;Kamu tidak bisa pensiun, belum saatnya&#8221;.</p>
<p>Dalam perjalanan karirnya, ia sering bertemu dan belajar dengan beberapa guru, dan semuanya berkata bahwa keyakinannya berhubungan dengan Buddhism. Walaupun dalam rangkaian pembuatan film Shaolin Temple, banyak orang di kuil menyarankan ia untuk menjadi pendeta atau biksu. Namun director film selalu berkata &#8220;Tunggu, jangan lakukan itu. Film ini harus diselesaikan!&#8221;.</p>
<p>Tapi ia sebenarnya juga sering berpikir, bahwa ia seharusnya lebih mengeksplorasi ajaran Buddha. Ia pun berkata kepada Rinpoche, &#8220;Banyak orang menyuruh saya untuk menjadi biksu, meninggalkan keduniawian, dan belajar literatur buddhist. Tapi Anda menyuruh saya untuk melanjutkan pekerjaan saya&#8221;.</p>
<p>Rinpoche berkata, &#8220;Kamu belum menyelesaikan misi kamu di kehidupan ini&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana bisa demikian?&#8221;, tanya Jet Li, &#8220;Saya menunjukan tentang apa yang sudah saya berikan dan apa yang bisa saya berikan. Saya puas dengan karir, reputasi, dan keluarga. Saya sudah melaksanakan semua tugas yang diberikan kepadanya. Apa lagi yang orang lain tanyakan ke saya?&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ini bukan sebuah utang terhadap seseorang, kamu memiliki tanggung jawab yang lebih besar&#8221;, kata Rinpoche.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu ceritakan kepada saya&#8221;, kata jet Li. &#8220;Jika saya tau ini sebelumnya, mungkin saya bisa menolaknya ketika mengambil tanggung jawab ini&#8221;.</p>
<p>&#8220;Tidak ada jalan untuk mengidentifikasikannya untuk kamu sekarang&#8221;, jawab Rinpoche, &#8220;Kamu akan menyadari sendiri berdasarkan pengalaman kamu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Baik&#8221;, Jet Li menjawab dengan ragu-ragu, &#8220;Jika guru berkata demikian, saya akan mencoba mencarinya&#8221;. Jet Li tidak mendapatkan bayangan saat itu apa yang dimaksud oleh Gurunya.</p>
<p>Kemudian hari berikutnya, Ia melanjutkan filmnya. Ia membintangi Lethal Weapon 4 selama 1 &#8211; 2 tahun. Dalam dalam tahun-tahun ini ia terus memikirkan apa tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.</p>
<p>Kemudian suatu saat Rinpoche mengunjungi Jet Li di Amerika. Jet Li mulai menyadari bahwa ia mendapat petunjuk dari apa yang dimaksud dari gurunya. Ia menemukan berbagai macam petunjuk tentang apa yang seharusnya ia lakukan. Dan ini berhubungan dengan motivasi dirinya untuk membuat film.</p>
<p>Apa motivasinya untuk tetap berkarir, dengan pekerjaan fisik yang melelahkan dan ditambah bahaya cedera serius? seperti yang Ia katakan bahwa ia tidak mencari kepopuleran atau uang berlimpah. Ia telah menghasilkan uang yang cukup untuk keluarganya.</p>
<p>Kemasyuran adalah sesuatu yang cepat berlalu. Ia bertanya berapa banyak orang terkenal yang masih eksis dalam berjalannya waktu? Berapa banyak bintang film yang pernah membintangi Hollywood hidup sendirian sekarang? Dan beberapa diantaranya sudah terlupakan.</p>
<p>Waktu menggerus segalanya. Anak muda bahkan tidak mengenal nama dari bintang film generasi sebelumnya. Jika kamu melihat dari pikatan kemasyuran maka Anda tidak akan menginginkan hal itu terjadi. Tapi ia akhirnya menyadari. bahwa misinya adalah mengenalkan Buddhism ke negara barat, tidak melalui jalan tradisi dan media tradisi.</p>
<p>Ada beberapa konsep utama buddhism, ia menyebutkan 2 diantaranya. Satu konsep tentang Karma: Tindakan kita menentukan nasib kita. Kedua adalah cinta kasih dan kasih sayang, dimana kita tidak membeda-bedakan orang dalam hal mencintai makhluk hidup.</p>
<p>Ia mulai menyadari berapa banyak orang mengeluhkan tentang kesehatan, pekerjaan, atasannya, hubungan sosial dan keluarga. Orang-orang bertanya-tanya apa yang salah dengan kehidupannya dan mengapa orang lain membuat sesuatu susah bagi saya.</p>
<p>Tapi semua hal yang terjadi pada diri Anda merupakan hasil dari tindakan Anda di masa lalu. Atau dengan kata lain, Sesuatu yang Anda lakukan saat ini, &#8220;perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku&#8221; akan menentukan apa yang terjadi pada kehidupan Anda selanjutnya. Coba bayangkan jika Anda diharuskan untuk menulis perjalanan hidup Anda di akhir ajal Anda. Kamu bisa membohongi orang lain tapi tidak pada diri Anda. Kamu mengetahui kepada siapa kamu mengeluh, apa tugas Anda yang belum selesai, dan janji apa yang gagal Anda tepati.</p>
<p>Jika Anda berpikir tentang hal ini, maka Anda akan berokir bahwa Anda sedang membuat sebuah jalan cerita yang menarik. Anda mengatur pementasan sebuah karakter lengkap dengan motivasinya, masalah yang tidak terpecahkan, kesalahan yang dibuatnya, dan memperbaikinya di kemudian hari.</p>
<p>Kenyataannya, Anda secara terus menerus sedang menulis skrip untuk kehidupan Anda selanjutnya. Anda akan berpikir dua kali untuk mengeluh karena Anda akan berpikir siapa sebenarnya yang bertanggung jawab? Siapa yang mengatur karakter ini muncul? Siapa yang membuat cerita tragis dan kondisi yang susah? Karma menulis script dan kamu sendiri bertanggung jawab terhadap karma tersebut.</p>
<p>Jika banyak orang berpikir dengan cara ini maka dunia akan berbeda. Akan sedikit komplain. Orang-orang akan melakukan perubahaan besar terhadap kebiasaan buruknya. Mungkin mereka akan lebih baik ke orang lain dan mulai bertindak menggunakan sifat cinta kasih.</p>
<p>Ini hanyalah permulaan. Jet Li masih belajar hal yang baru setiap hari. Tujuan utama dalam membuat film adalah bukan film itu sendiri, tetapi merupakan harapannya untuk menggunakan media film, TV atau Internet untuk membagikan pengetahuannya tentang Buddhism kepada semua orang yang mau mendengar. Selanjutnya, jika ia mendapatkan banyak pengaruh dan uang, maka Jet Li berencana untuk menggunakannya dalam membantu menjalankan tanggung jawabnya.</p>
<p>Ada banyak guru besar dan Rinpoche Buddha, tapi karena mereka tidak dikenal maka ajarannya tidak terdengar. Jet Li memiliki kemampuan menggunakan media untuk menyebarkan filosofi Buddhist dan tentang bagaimana cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal ini merupakan motivasi Jet Li saat ini. Ia tidak membuat film untuk diri sendiri. Ia mengerti mengapa ia tidak bisa pensiun saat ini, ia harus membuat film yang memberikan inspirasi kebijaksanaan kepada dunia. Film yang bukan mengejar posisi Box Office.</p>
<p>Jet Li hanya ingin menyebarkan filosofi Buddha tentang cinta kasih tanpa kondisi sehingga beberapa orang bisa memahaminya walaupun sedikit, tentang bagaimana cara menjalani kehidupan ini. Ia tidak bertujuan untuk mengubah agama penontonnya tapi untuk menyebarkan informasi. Jika mereka tidak tertarik dengan pesan ini maka mereka bisa menghiraukannya. Tapi ketika mereka siap untuk mendengar maka mereka akan mendengarkan.</p>
<p>Sumber : <em>http://peacenirvana.blogspot.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jualanbuku.com/2008/10/25/profil-jet-li-tindakan-kita-menentukan-nasib-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

