Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Pelajaran yang bisa diambil dari kesabaran February 19, 2009

Posted by admin in : Article, Cerita menggugah , trackback

Artikel berikut saya dapatkan dari mailist dan saya posting lagi disini karena menarik untuk dibaca dan direnungi. Catatan penggunaan “saya” dalam cerita merujuk pada penulis email ini, jadi bukan merupakan pengalaman pribadi saya. Selamat membaca.

Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar di sebuah hotel, saya melihat suatu kejadian yang menarik, bagaimana seseorang menghadapi orang yang penuh emosi.

Saat itu pukul 17.00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu yang baru datang. Orang yang persis di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah..
Pegawai tersebut berkata, “Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar ‘single’ untuk Anda.”
“Single?!” bentak orang itu. “Saya memesan double!”

Pegawai tersebut berkata dengan sopan, “Coba saya periksa sebentar.”

Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, “Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada, tetapi semua kamar double sudah penuh.”

Tamu yang berang itu berkata, “Saya tidak perduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.”

Kemudian ia mulai bersikap ‘Anda-tahu-siapa- saya’ lalu berkata, “Saya akan usahakan agar Anda di pecat. Anda lihat nanti.. Saya akan buat Anda di pecat.”

Di bawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela, “Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda.”

Akhirnya, sang tamu yang benar-benar marah itu berkata, “Saya tidak akan mau tinggal di kamar yang terbagus di hotel ini sekarang, manajemennya benar-benar buruk.”  Lalu ia pun pergi keluar.

Saya menghampiri meja penerimaan tamu sambil berpikir, si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis-habisan. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yang ramah sekali, “Selamat malam, Tuan.”

Ketika ia mengerjakan hal yang rutin, yaitu mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, “Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar-benar sabar.”

“Ya, Tuan” katanya. “Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, dia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan isterinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali dia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya. ”

Pegawai tadi menambahkan, “Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.”

Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, Pada dasarnya dia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.”


6 Responses to “Pelajaran yang bisa diambil dari kesabaran”

  1. 1
    purba Says:

    klo semua orang seperti pegawai tadi pasti dunia ini akan aman-aman saja!!!!!!!!!
    smoga pegawai tadi mendapat pahala…………

  2. 2
    maria jonah Says:

    ilustrasinya pas banget…emang semua orang rata2 begitu
    aku ingin bisa menjadi seperti pegawai itu…
    bisa gak yah ?#@%$

  3. 3
    seto Says:

    maaf, mungkin tulisan tsb tidak merujuk pd penulis emailnya. mungkin sang penulis juga hanya menulis ulang dari buku Unlimited Power karya Anthonny Robbins. Terima kasih.

  4. 4
    admin Says:

    @seto: terima kasih atas koreksinya. Salam Sukses

  5. 5
    soleh Says:

    Mustinya artikel ini dibaca sama bos-bos yang suka memarahi bawahannya, pekerjaan sya selama ini adalah melayani pelanngan, terkadang memang begitu, kadang dalam hati saya berkata, minumnya di luar mabuknya disini, ini untuk menghibur sya agar gk kesel sama pelanggan sy.

  6. 6
    opick Says:

    buat siapa yang mau menjadi sperti si pegawai,, aq cuma rekomendasikan untuk baca buku Dale Carnegie
    judulnya Bagaimana mencari Kawan dan Mempengaruhi orang lain,,
    thx

Leave a Reply