Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Produk atau Sistemnya? February 17, 2009

Posted by admin in : Article, Bisnis Dasar, Studi Kasus , trackback

Mungkin cara termudah untuk membedakan apakah seseorang berjiwa pemilik bisnis, karyawan atau berjiwa penjual/salesman adalah dari pemahamannya tentang mana lebih penting Produk atau Sistem. Teori ini saya dapatkan dari buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Menurut Robert, seorang penjual atau salesman membutuhkan produk yang bagus untuk dijual sehingga ia selalu menganggap produk adalah yang terpenting. Sedangkan pemilik bisnis lebih mementingkan sistem yang baik walaupun tidak mengesampingkan faktor produk yang baik.

Anda pasti mengenal brand / franchise terkenal seperti KFC, Dunkin Donuts, MacDonald atau mungkin Anda pernah makan di resto atau cafe yang setiap pegawainya tersenyum dan menyapa Anda ketika Anda lewat. Anda mungkin tertarik dengan keramahan mereka, kemudian Anda diantar dan dipersilahkan duduk di ruangan yang nyaman. Kemudian Anda disuguhi daftar makan dan memesan beberapa makanan yang bernama kebarat-baratan. Mungkin setelah Anda makan Anda berpikir bahwa makanan seperti ini bisa Anda dapatkan di warung makan biasa dengan rasa lebih enak dan tentunya harga lebih murah. Namun mengapa resto atau cafe tersebut masih bisa bertahan dan meningkatkan labanya?

Saya yakin ada banyak orang yang bisa membuat ayam goreng lebih lezat dari KFC, atau bisa membuat donut lebih empuk dan enak daripada Dunkin Donuts, tetapi mengapa sampai sekarang tidak banyak yang bisa menjadi kompetitor serius bagi mereka? bahkan semakin banyak saja Investor yang membeli franchise mereka. Ini dikarenakan ada perbedaan diantara produk dan sistem.

Kita juga pasti sering melihat beberapa produk bagus yang baru beredar namun dalam hitungan waktu menghilang. Ada banyak MLM baru juga dengan produk yang bagus tapi tidak ditunjang dengan sistem yang baik lenyap ditelan waktu. Atau ada karyawan dari sebuah perusahaan sukses, keluar dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan karena yakin bisa memproduksi produk yang lebih bagus dari perusahaan tersebut, namun dalam hitungan tahun bisnisnya menurun dan akhirnya tutup. Walaupun banyak yang berhasil di tahun-tahun awal berdiri, namun akhirnya kewalahan ketika bisnisnya menanjak.

Ada 4 kuadran penghasilan seperti sering diucapkan oleh Robert T Kiyosaki, yaitu Karyawan (Employee), Pemilik Bisnis kecil (Self-Employeed), Pemilik Bisnis Besar (Business Owner), dan Investor. Karyawan sangat bergantung dengan kuadran B (Business Owner), jika perusahaan bangkrut maka karyawan adalah pihak yang tidak aman. Walaupun banyak yang menganggap menjadi karyawan adalah profesi yang aman karena selalu mendapatkan penghasilan tiap bulannya. Perhatikan saja saat ini, begitu banyak PHK yang terjadi karena krisis. Perusahaan bisa saja membekukan usahanya di saat krisis dan membuka lagi ketika situasi sudah membaik. Toh pemilik bisnis sudah memiliki kekayaan yang cukup untuk bertahan di saat krisis.

Kuadran S ( Self-Employeed ) diisi oleh tenaga ahli yang melakukan usaha sendiri, seperti designer, tukang cukur, salon, penjual toko kelontong, dokter praktek di rumah, atau tenaga ahli lainnya. Hasil memang lebih besar, namun perlu diingat kita memiliki batas dalam fisik. Jika sampai usia tua kita menjalankan pekerjaan sendiri maka bisa dipastikan kesehatan Anda akan cepat memburuk dan kemungkinan waktu untuk keluarga akan berkurang karena kita sibuk di bisnis tersebut.

Kuadran B (Business Owner) adalah pemilik bisnis yang tangguh. Saya sebut tangguh karena telah membangun sistem yang baik dan mempekerjaan orang-orang pintar. Hampir tidak ada campur tangan dari B dalam bisnisnya karena perusahaannya sudah berjalan dengan sendirinya sesuai sistem yang dibangunnya. Semua urusan kantor dan client diurus oleh manajernya. Ia bahkan bisa meninggalkan perusahaannya beberapa saat dan di saat kembali menemukan perusahaannya tetap berjalan dan bahkan lebih baik.

Kuadran Investor adalah orang yang memiliki modal yang besar dan mampu berinvestasi dengan uang tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi. Seringkali Investor membeli sistem dari Kuadran B karena mereka malas membangun sistem dari awal. Membeli sistem dari kuadran B lebih dikenal dengan nama membeli franchise, contohnya KFC dan MacDonald. Jika Anda punya uang lebih maka Anda bisa membeli sistem mereka dan semua itu sudah berjalan tanpa campur tangan Anda.

Jadi disini sistem lebih penting daripada produk. Jika Anda tidak percaya bahwa jika Anda bisa membuat ayam goreng atau donut yang lebih lezat maka Anda bisa mengalahkan mereka, coba jawab dulu pertanyaan ini:

Masih banyak pertanyaan lain yang bisa saya ajukan seperti apakah Anda memiliki planning atau rencana untuk mengembangkan usaha Anda. Namun saya kira pertanyaan di atas sudah cukup menjelaskan pentingnya sebuah sistem jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dan sukses.

Jadi jika Anda ingin terjun ke bisnis atau mendirikan sebuah usaha, maka hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah sistem bisnis tersebut. Ketika sistem itu berjalan dengan baik maka campur tangan Anda akan semakin sedikit dan akhirnya Anda bisa melakukan aktifitas lain bersama keluarga atau mendirikan usaha lain. Produk memang penting tapi pikirkan dahulu sistemnya.

Untuk membangun bisnis besar memang diperlukan sistem dan produk yang baik. Coba pelajari ilmu bisnis seperti yang diajarkan bagi lulusan MBA atau jika punya uang lebih Anda bisa membeli sistem franchise dan mempelajarinya. Karena sistem mereka sudah direncanakan dan diuji dengan baik. Saran Robert T Kiyosaki adalah mengikuti MLM yang baik, karena dengan modal yang relatif kecil Anda bisa belajar tentang bisnis besar. MLM yang baik akan membantu anggotanya dalam mengembangkan jaringannya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Catatan : untuk lebih jelasnya silahkan baca buku karangan Robert T Kiyosaki berjudul The Cashflow Quadrant: Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial.


4 Responses to “Produk atau Sistemnya?”

  1. 1
    rofieq Says:

    saya sudah membaca artikel anda tentang produk atau sistemya. saya juga sudah membaca buku cash flow Robert t Kyosaki. buku yang menurut saya memang sangat bagus. namun saya baru teringat saat membaca artikel anda. trims banget sdah membuka kembali ingatan saya,.

  2. 2
    yunida paramita Says:

    Trims atas artikelnya. Saya memang lagi browsing untuk evaluasi bisnis saya. Usaha yang awalnya menanjak koq turun ya.. (meski tidak terlalu drastis) tapi amat terasa.
    Banyak masukan yang saya dapat, salah satunya dari artikel anda, mengenai kekuatan sistem. saya sadari usaha saya selama ini terlalu merepotkan saya karena masih belum tegas menerapkan sistem. untuk mempertahankan pelanggan, saya terlalu baik pada mereka hingga mengabaikan sistem. nyatanya, kebaikan saya pun tak dapat mempertahankan sebagian dari mereka yang kemudian pergi.
    saya pelajari bahwa dengan sistem yang kuat sesungguhnya bisnis juga akan menjadi kuat, dan tidak merepotkan saya. selama ini saya tiap hari harus mengontrol dan terjun langsung menanganinya. sehingga kurang waktu untuk keluarga maupun pengembangan usaha. so hasilnya pas-pasan banget. syukurlah saya dapat masukan, dan semoga dengan landasan sistem yang kuat, bisnis dan usaha saya bisa sukses. teriring doa atas amal yang tak hentinya untuk anda. trimakasih.

  3. 3
    admin Says:

    @yunida paramita: menurut pengamatan saya, perusahaan besar pasti memiliki sistem yang baik, dan ketika sistem itu dilanggar maka biasanya terjadi penurunan walaupun sewaktu-waktu kita perlu untuk mengubah sistem tetapi tidak untuk dilanggar. Semoga sukses dalam membangun bisnis Anda. terima kasih kunjungannya

  4. 4
    Hendri Says:

    Saya jga telah membaca seluruh seri buku robert t kiyosaki, yg jd permasalahan bagaimana caranya untuk mulai membangun sistem bisnis itu? Siapa org yg mesti saya temui untuk membantu membuat sistem itu?apa saja referensi buku atau bacaan yg dapat membantu saya dlm membangun sistem bisnis?tolong kirim ke e-mail saya…terima kasih

Leave a Reply