Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Memberantas akar premanisme di Indonesia November 26, 2008

Posted by admin in : Article, Opini, Rhonda Byrne - The Secret, Studi Kasus , trackback

Sejak menjabat menjadi Kapolri baru, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri melakukan gebrakan pertamanya dengan menyatakan perang melawan Preman. Hasilnya hanya dalam waktu 10 hari, 5.012 “preman” berhasil diringkus. Ini merupakan hasil “tangkapan” yang dilakukan di lima polda yaitu Polda Metro Jaya, Polda jateng, Polda DI Yogyakarta, Polda Jatim dan Polda Sumut.

Apakah langkah ini akan berhasil memberantas akar premanisme di Indonesia? Jika kita berpegangan pada konsep the Secret, maka langkah ini tidak akan berhasil karena kita berpikir negatif dengan melakukan perang terhadap premanisme di Indonesia atau singkat kata Anti-Premanisme.

Hal ini akan berakhir sama dengan program-program Anti lainnya, seperti Anti Kemaksyatan, Anti Pornografi, Anti Kemiskinan dan Anti-anti lainnya. Karena cara berpikir ini membawa pikiran kita ke pikiran negatif. Dan hasilnya adalah semakin banyak hal negatif yang akan datang ke kehidupan kita.

Maka tak heran banyak yang menyangsikan gebrakan ini, ketika polisi kehabisan tenaga untuk memberantas premanisme maka saat itu pula akan muncul lagi premanisme di Indonesia dengan skala yang lebih menghawatirkan. Mungkin kejahatan akan lebih parah ketika saat itu.

Walaupun demikian saya tetap memberikan jempol kepada kapolda baru karena saya pikir premanisme sudah meresahkan masyarakat. Premanisme menyebabkan hukum sulit ditegakkan dan keadilan dan hak warga negara juga sulit ditegakkan jika mereka dibiarkan berkembang. Untuk itu perlu dipikirkan cara mengatasi premanisme di Indonesia.

Setiap masalah pasti memiliki akar, dan saya yakin jika kita menelusuri dan melakukan pengamatan terhadap fenomena premanisme di Indonesia kita akan bertemu pada penyebabnya. Ada baiknya “preman-preman” yang tertangkap di data kemudian dilakukan penelitian mengapa mereka menjalani profesi itu.

Banyak preman yang tertangkap adalah pengamen, tukang parkir dan backing wilayah. Mungkin operasi ini belum menjangkau preman kelas kakap atau bigbosnya, namun pemblokiran terhadap beberapa jasa keamanan seperti jasa pengamanan truk akan mengurangi ruang gerak premanisme untuk saat ini.

Seperti kita ketahui tumbuhnya premanisme juga karena ada yang membutuhkan seperti jasa rentenir maupun jasa pengamanan acara. Hal ini tentunya sangat mengkawatirkan di tengah harapan masyarakat untuk kinerja yang lebih baik ternyata banyak yang belum percaya dengan cara kerja pemerintah. Sehingga mereka mencari jalan yang tidak biasa dalam menyelesaikan masalah.

Namun premanisme itu sendiri lebih banyak terjadi pada kalangan masyarakat kecil. Ini dikarenakan tekanan hidup dan kebutuhan untuk hidup membuat mereka mencari pekerjaan yang tidak halal. Jika saja pemerintah bisa menurunkan beban masyarakat dan memberikan kesempatan kerja bagi rakyatnya maka premanisme dapat ditekan walaupun tidak 100 persen karena saya yakin di setiap masyarakat manapun pasti ada penyakit ini.

Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat Indonesia maka generasi muda akan dibekali pendidikan yang cukup karena mereka mendapat pemahaman yang baik tentang kehidupan. Coba bayangkan pengamen dan pengemis, untuk mengisi perut mereka saja mereka masih harus berpikir keras, bagaimana mungkin orang tua mampu menyekolahkan mereka yang notabene harga pendidikan semakin mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat kecil.

Jika anak-anak dibekali pendidikan yang cukup sehingga memiliki ketrampilan dalam berwirausaha maka mereka tidak akan hidup sebagai pengemis atau gelandangan. Siapa sih yang mau hidup seperti itu? Coba tanya hati kecil mereka, pasti tidak. Mereka pasti mendambakan hidup berkecukupan dan sehat.

Apalagi anak-anak kecil jika dari kecil diajari hidup dengan kekerasan ( termasuk tayangan televisi yang akhir-akhir ini cukup memprihatikan karena banyak adegan bahkan karakter yang jahat ditonjolkan ), maka mereka akan terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara semau gue. Ingat cara berpikir orang ditentukan saat masa kanak-kanak. Seringkali trauma di masa kecil membawa dampak yang buruk di kehidupan dewasanya.

Jadi saya bisa menarik kesimpulan awal bahwa akar dari premanisme hampir sama dengan akar penyakit masyarakat lainnya yaitu kemiskinan dan kebodohan. saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang jitu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dan sekaligus meningkatkan pendidikan bagi generasi muda. Tidak ada lagi tawuran tetapi belajar dan belajar lagi dengan giat.

Akhir kata untuk membantu tugas polisi dalam memberantas akar premanisme di Indonesia maka saya cantumkan no telpon yang bisa dihubungi dalam wilayah Polda Metro Jaya, yaitu 0215239299 atau SMS ke 0878 830 547 81/82. Nomor ini disediakan untuk melaporkan aktivitas premanisme di lingkungan Anda.


4 Responses to “Memberantas akar premanisme di Indonesia”

  1. 1
    dian Says:

    preman kerah putih juga tuh diberesin.. jgn maling ayam doank yg digebukin.. stuju gak???

    trus akar dari segala pelanggaran dan perilaku menyimpang dari manusia bisa dikategorikan menjadi 2 sebab, yaitu:

    1. kurang kasih sayang
    2. kurang uang

    thanx.

  2. 2
    rossi Says:

    bener2 korupsi tuh d berantas….

  3. 3
    Achmad Says:

    Bentuk apapun premanisme di negeri ini harus dibasmi hingga ke akar-akarnya tanpa pilih-pilih

  4. 4
    adnan Says:

    bener bnget,yg berbaju dinas ,klo tingkahnya merugikan orang lain,itu juga di sebut preman donk,jngan masyarakat biasa aja .yg di sebut preman

Leave a Reply