Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Profil Jet Li – Tindakan kita menentukan nasib kita October 25, 2008

Posted by admin in : Article, Cerita menggugah, Mentalitas, Motivator, People Power , trackback

Saya termasuk mengagumi sosok bintang film terkenal China, yaitu Jet Li. Untuk itu saya ingin men-sharing sebuah artikel berbahasa inggris yang berisi sebuah ulasan perjalanan hidup Jet Li.

Kita mengenal Jet Li sebagai salah satu aktor bela diri terkenal di Asia dan beberapa filmnya di buat di Hollywood. Dalam profil atau biografi singkat ini, Jet Li membagi tentang ketertarikannya dengan Buddhism dan misinya untuk mengenalkan nilai-nilai ajaran buddha untuk kebaikan orang lain.

Tahun 1997, Jet Li memutuskan untuk pensiun dari dunia film dengan sebuah alasan yaitu karena ia sangat lelah. Coba pikirkan : dimulai dari umur 8 tahun, ia belajar wushu ( bela diri china ) 8 jam sehari selama 10 tahun. Dan kemudian ia mulai membintangi film dan kebanyakan adalah sama. Dan setiap saat berbicara dengan reporter, mereka selalu membujuknya untuk melakukan sebuah pose di kamera. Ia menjadi terkenal dan menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak. Selain itu ia juga mengalami kecelakaan atau cedera yang fatal.

Tahun-tahun itu sudah berlalu, setiap fase kehidupan memiliki logika sendiri, dan akhirnya ia mencapai sebuah keputusan. Secara jujur ia menyadari ternyata ia tidak menyukai kemasyuran dan peningkatan kekuatan. Semua ini dilakukan untuk membiayai ibunya, keluarganya dan anak-anaknya. Karena merasa sudah tercukupi, ia memutuskan untuk pensiun.

Pada waktu itu, ia bertemu dengan Lho Kunsang Rinpoche, seorang guru spiritual agama Buddha dari Tibet. Guru ini bertanya mengapa Jet Li memutuskan pensiun?. Jet Li berkata : “Untuk mendalami agama Buddha, dan hidup dalam kehidupan yang religius”.

Rinphoce menjawab : “Kamu tidak bisa pensiun, belum saatnya”.

Dalam perjalanan karirnya, ia sering bertemu dan belajar dengan beberapa guru, dan semuanya berkata bahwa keyakinannya berhubungan dengan Buddhism. Walaupun dalam rangkaian pembuatan film Shaolin Temple, banyak orang di kuil menyarankan ia untuk menjadi pendeta atau biksu. Namun director film selalu berkata “Tunggu, jangan lakukan itu. Film ini harus diselesaikan!”.

Tapi ia sebenarnya juga sering berpikir, bahwa ia seharusnya lebih mengeksplorasi ajaran Buddha. Ia pun berkata kepada Rinpoche, “Banyak orang menyuruh saya untuk menjadi biksu, meninggalkan keduniawian, dan belajar literatur buddhist. Tapi Anda menyuruh saya untuk melanjutkan pekerjaan saya”.

Rinpoche berkata, “Kamu belum menyelesaikan misi kamu di kehidupan ini”.

“Bagaimana bisa demikian?”, tanya Jet Li, “Saya menunjukan tentang apa yang sudah saya berikan dan apa yang bisa saya berikan. Saya puas dengan karir, reputasi, dan keluarga. Saya sudah melaksanakan semua tugas yang diberikan kepadanya. Apa lagi yang orang lain tanyakan ke saya?”.

“Ini bukan sebuah utang terhadap seseorang, kamu memiliki tanggung jawab yang lebih besar”, kata Rinpoche.

“Kalau begitu ceritakan kepada saya”, kata jet Li. “Jika saya tau ini sebelumnya, mungkin saya bisa menolaknya ketika mengambil tanggung jawab ini”.

“Tidak ada jalan untuk mengidentifikasikannya untuk kamu sekarang”, jawab Rinpoche, “Kamu akan menyadari sendiri berdasarkan pengalaman kamu”.

“Baik”, Jet Li menjawab dengan ragu-ragu, “Jika guru berkata demikian, saya akan mencoba mencarinya”. Jet Li tidak mendapatkan bayangan saat itu apa yang dimaksud oleh Gurunya.

Kemudian hari berikutnya, Ia melanjutkan filmnya. Ia membintangi Lethal Weapon 4 selama 1 – 2 tahun. Dalam dalam tahun-tahun ini ia terus memikirkan apa tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Kemudian suatu saat Rinpoche mengunjungi Jet Li di Amerika. Jet Li mulai menyadari bahwa ia mendapat petunjuk dari apa yang dimaksud dari gurunya. Ia menemukan berbagai macam petunjuk tentang apa yang seharusnya ia lakukan. Dan ini berhubungan dengan motivasi dirinya untuk membuat film.

Apa motivasinya untuk tetap berkarir, dengan pekerjaan fisik yang melelahkan dan ditambah bahaya cedera serius? seperti yang Ia katakan bahwa ia tidak mencari kepopuleran atau uang berlimpah. Ia telah menghasilkan uang yang cukup untuk keluarganya.

Kemasyuran adalah sesuatu yang cepat berlalu. Ia bertanya berapa banyak orang terkenal yang masih eksis dalam berjalannya waktu? Berapa banyak bintang film yang pernah membintangi Hollywood hidup sendirian sekarang? Dan beberapa diantaranya sudah terlupakan.

Waktu menggerus segalanya. Anak muda bahkan tidak mengenal nama dari bintang film generasi sebelumnya. Jika kamu melihat dari pikatan kemasyuran maka Anda tidak akan menginginkan hal itu terjadi. Tapi ia akhirnya menyadari. bahwa misinya adalah mengenalkan Buddhism ke negara barat, tidak melalui jalan tradisi dan media tradisi.

Ada beberapa konsep utama buddhism, ia menyebutkan 2 diantaranya. Satu konsep tentang Karma: Tindakan kita menentukan nasib kita. Kedua adalah cinta kasih dan kasih sayang, dimana kita tidak membeda-bedakan orang dalam hal mencintai makhluk hidup.

Ia mulai menyadari berapa banyak orang mengeluhkan tentang kesehatan, pekerjaan, atasannya, hubungan sosial dan keluarga. Orang-orang bertanya-tanya apa yang salah dengan kehidupannya dan mengapa orang lain membuat sesuatu susah bagi saya.

Tapi semua hal yang terjadi pada diri Anda merupakan hasil dari tindakan Anda di masa lalu. Atau dengan kata lain, Sesuatu yang Anda lakukan saat ini, “perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku” akan menentukan apa yang terjadi pada kehidupan Anda selanjutnya. Coba bayangkan jika Anda diharuskan untuk menulis perjalanan hidup Anda di akhir ajal Anda. Kamu bisa membohongi orang lain tapi tidak pada diri Anda. Kamu mengetahui kepada siapa kamu mengeluh, apa tugas Anda yang belum selesai, dan janji apa yang gagal Anda tepati.

Jika Anda berpikir tentang hal ini, maka Anda akan berokir bahwa Anda sedang membuat sebuah jalan cerita yang menarik. Anda mengatur pementasan sebuah karakter lengkap dengan motivasinya, masalah yang tidak terpecahkan, kesalahan yang dibuatnya, dan memperbaikinya di kemudian hari.

Kenyataannya, Anda secara terus menerus sedang menulis skrip untuk kehidupan Anda selanjutnya. Anda akan berpikir dua kali untuk mengeluh karena Anda akan berpikir siapa sebenarnya yang bertanggung jawab? Siapa yang mengatur karakter ini muncul? Siapa yang membuat cerita tragis dan kondisi yang susah? Karma menulis script dan kamu sendiri bertanggung jawab terhadap karma tersebut.

Jika banyak orang berpikir dengan cara ini maka dunia akan berbeda. Akan sedikit komplain. Orang-orang akan melakukan perubahaan besar terhadap kebiasaan buruknya. Mungkin mereka akan lebih baik ke orang lain dan mulai bertindak menggunakan sifat cinta kasih.

Ini hanyalah permulaan. Jet Li masih belajar hal yang baru setiap hari. Tujuan utama dalam membuat film adalah bukan film itu sendiri, tetapi merupakan harapannya untuk menggunakan media film, TV atau Internet untuk membagikan pengetahuannya tentang Buddhism kepada semua orang yang mau mendengar. Selanjutnya, jika ia mendapatkan banyak pengaruh dan uang, maka Jet Li berencana untuk menggunakannya dalam membantu menjalankan tanggung jawabnya.

Ada banyak guru besar dan Rinpoche Buddha, tapi karena mereka tidak dikenal maka ajarannya tidak terdengar. Jet Li memiliki kemampuan menggunakan media untuk menyebarkan filosofi Buddhist dan tentang bagaimana cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal ini merupakan motivasi Jet Li saat ini. Ia tidak membuat film untuk diri sendiri. Ia mengerti mengapa ia tidak bisa pensiun saat ini, ia harus membuat film yang memberikan inspirasi kebijaksanaan kepada dunia. Film yang bukan mengejar posisi Box Office.

Jet Li hanya ingin menyebarkan filosofi Buddha tentang cinta kasih tanpa kondisi sehingga beberapa orang bisa memahaminya walaupun sedikit, tentang bagaimana cara menjalani kehidupan ini. Ia tidak bertujuan untuk mengubah agama penontonnya tapi untuk menyebarkan informasi. Jika mereka tidak tertarik dengan pesan ini maka mereka bisa menghiraukannya. Tapi ketika mereka siap untuk mendengar maka mereka akan mendengarkan.

Sumber : http://peacenirvana.blogspot.com


5 Responses to “Profil Jet Li – Tindakan kita menentukan nasib kita”

  1. 1
    dian Says:

    ketenaran emang bukan segalanya……..

  2. 2
    rony Says:

    sang guru…sungguh bijak petuahmu..

  3. 3
    Andra li Says:

    Jet li bener2 ak kagum…

  4. 4
    kechie Says:

    I Love jet Lie ,…

  5. 5
    trea Says:

    jet li emang keren

Leave a Reply