Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Krisis Ekonomi Amerika Serikat, Mengapa? September 30, 2008

Posted by admin in : Article, Opini, Sharing, Studi Kasus , trackback

Telah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut Great Depression kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.

Seperti mengulang kejadian Great Depression, dimana saat ini banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Apalagi perusahaan sekelas Lehman brothers dan Washington Mutual menyatakan kebangkrutan. Belum lagi raksasa Asuransi AIG, sahamnya turun hingga 50 persen.

Efek dari krisis ekonomi dan finansial di USA telah merambat ke negara-negara di Asia dan Eropa. Banyak negara yang memberikan suntikan dana kepada lembaga keuangan supaya tidak tergerus arus krisis Ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat.

Mengapa Krisis Ekonomi melanda Amerika Serikat?

Mungkin ini menjadi pertanyaan bagi sebagian besar orang, mengapa negara super power dan terkenal kuat finansialnya bisa mengalami krisis moneter atau ekonomi. Dan kemungkinan berada di ambang kebangkrutan yang akan menyengsarakan rakyatnya dan sebagian besar negara di dunia.

Ada sebuah penjelasan dari Bpk Dahlan Iskan, pada Jawa Pos tanggal 28 september 2008 yang isinya hampir sehalaman penuh. Saya berusaha untuk meringkas penjelasan tersebut untuk mendapatkan analisis beliau tentang mengapa krisis ekonomi bisa melanda negara sekelas Amerika Serikat. Berikut rangkumannya.

Sebuah perusahaan yang go public dituntut untuk meningkatkan laba hingga 20 persen tiap tahunnya. Tentang bagaimana caranya, CEO dan direktur yang akan mengaturnya. Pemilik perusahaan atau pemegang saham tidak mau tau yang penting harga saham naik dan laba terus meningkat.

Mengapa harga saham harus selalu naik, alasannya adalah jika saham dijual maka harga saham harus lebih tinggi dari harga saham saat membeli. Dan mengapa laba harus naik? alasannya jika saham tidak dijual maka setiap tahunnya mereka bisa mendapat pembagian laba atau deviden yang bertambah banyak.

Sehingga CEO selalu mencari cara untuk melakukan 2 hal di atas tadi. Alasannya agar tetap dapat mempertahankan jabatan dan gaji dan bonus yang selalu meningkat. CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali gaji Presiden Bush. Sehingga antara pemegang saham dan CEO menemukan sumbu temu untuk mendapatkan 2 hal di atas.

Berbagai cara dilakukan hingga melibatkan pelaku politik, banyak kebijakan yang memungkinkan perubahaan aturan dan undang-undang untuk memungkinkan segala cara para CEO tersebut. Bagi pelaku politik keuntungannya adalah mendapatkan dana kampanye dan dukungan.

Dengan cara ini ekonomi AS berkembang pesat, semua orang mampu membeli kebutuhan hidup. Sehingga AS memerlukan banyak barang. Jika tidak bisa dibuat di dalam negeri maka pesan dari negara lain. Maka tak heran China memiliki cadangan devisa terbesar yaitu 2 triliun USD karena memasok banyak barang ke AS.

Sudah 60 tahun AS membesarkan perusahaan seperti itu, yang merupakan bagian dari ekonomi kapitalis sehingga AS menjadi penguasa dunia. Tapi itu belum cukup, segala hal harus yang terbaik, terkomputerisasi, bonus yang sudah besar harus dibuat lebih besar lagi. Disinilah ketamakan AS terlihat.

Ketika semua orang sudah membeli rumah, seharusnya tidak ada lagi perusahaan penjual rumah bukan. Namun kenyataannya perusahaan harus meningkatkan penjualan untuk mendapatkan pertumbuhan laba. Maka dicarilah jalan agar rumah terjual lebih banyak. Jika orang sudah memiliki rumah maka diciptakan agar kucing dan anjing juga memiliki rumah. Termasuk mobil.

Namun ketika kucing dan anjing sudah memiliki rumah, siapa lagi yang harus membeli? Maka di tahun 1980, Pemerintah AS mengeluarkan keputusan ‘Deregulasi Kontrol Moneter’, intinya dalam kredit rumah, perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variable bunga. Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini merupakan peluang besar bagi perusahaan real estate, broker, asuransi dan keuangan.

History Krisis Mortgage di AS

Tahun 1925, AS memiliki UU Mortgage Tentang KPR, yaitu setiap orang yang memenuhi syarat berhak mengajukan dan mendapatkan kredit rumah. Jika penghasilan setahun 100 juta maka ia berhak mengambil kredit mortgage 250 juta. Karena cicilan jangka panjang maka terasa ringan.

Tahun 1980, Keluar kebijakan untuk menaikan bunga. bisnis perumahan ada peluang, bank bisa mendapatkan bunga tambahan dan broker dan bisnis terkait bisa berusaha kembali.

Namun karena semua sudah punya rumah, maka Tahun 1986 pemerintah AS menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya, pembeli rumah diberi keringanan pajak. Bagi warga di negara maju, keringanan pajak akan mendapat sambutan luar biasa karena nilai pajak yang tinggi.

Tahun 1990, dengan fasilitas pajak bisnis rumah meningkat hingga 12 tahun ke depannya. Dari mortgage 150milyar USD dalam setahun menjadi 2 kali lipat di tahun-tahun berikutnya.

Tahun 2004, mortgage mencapai 700 milyar USD per tahun. Gairah bisnis rumah yang terus meningkat ini membuat para pelaku bisnis menghalalkan segala cara. Mulai dari iklan yang jor-joran, keluarnya lembaga investment bank, hingga melunaknya persyaratan KPR. Dalam pikiran pengembang, jika orang tidak bisa membayar kredit atau kredit macet, toh rumah masih bisa dijual karena perhitungannya tiap tahun harga rumah meningkat. Jadi mereka masih untung ketika terjadi kredit macet.

Namun ternyata dalam jangka kurang dari 10 tahun, banyak kredit Macet. Banyak orang menjual rumah, harga menjadi turun sehingga nilai jaminan rumah tidak cocok lagi dengan nilai pinjaman. Satu per satu lembaga investment banking bergururan seperti efek domino.

Berapa juta rumah yang termasuk mortgage? tidak ada data namun dari nilai uangnya sekitar 5 triliun USD. Jadi kalo George Bush meminta bantuan dana 700 milyar USD itu baru sebagian kecil. Kongres kawatir apakah harus menambah 700 milyar USD lagi jika yang pertama tidak berhasil.

Penutup artikel krisis ekonomi di Amerika Serikat

Kabar terakhir menyebutkan Kongres AS kemungkinan besar menyetujui rencana bailout ini. Walau masih belum terlihat dampaknya, namun mudah-mudahan dunia tidak terpuruk dalam krisis ekonomi berkepanjangan.

Penting bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan informasi sebanyak mungkin untuk mencegah terjadinya rush besar-besaran terhadap bank-bank di Indonesia. Tentunya Krisis Ekonomi yang terjadi tahun 1997 tidak ingin kita ulangi lagi bukan.

Update : rencana bailout ditolak oleh kongres AS. namun setelah melakukan pendekatan dan revisi draft bailout, senat as menyetujui bailout tersebut. kemudian DPR AS pun menyetujui dengan ditandatanganinya UU Bailout oleh presiden Bush.


41 Responses to “Krisis Ekonomi Amerika Serikat, Mengapa?”

  1. 1
    Citra Satria Says:

    Sebetulnya filsafat yang mendasar dari berekonomi arus diubah. Bukan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tidak peduli pihak lain jadi sengsara. Tetapi berekonomi mempunyai misi mensejahterakan seluruh umat, makhluk, bumi beserta isinya secara adil. Dalam arti tak satupun apapun terzalimi. Sumber daya yang terbatas ini harus diatur dan ditata untuk mampu mensejahterakan seluruh mahluk tanpa pandang bulu dengan cara tidak satupun yang tersakiti. Maka keputusan-keputusan dan program semua pemimpin diarahkan pada hal tersebut diatas. Bila itu bisa dilaksanakan, tak perlu lagi ada perang. Semua mengerti bahwa sumberdaya sangat terbatas. Apabila kita menjadi orang yang paling mampu, maka kesejahteraan orang lain atau bangsa lain menjadi tanggung jawab kita bersama.

  2. 2
    Dias satria Says:

    MENGURAI KUSUTNYA KRISIS FINANSIAL AMERIKA
    Oleh : Dias Satria SE.,M.App.Ec
    Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Brawijaya
    Peneliti INSEF

    (*edited by admin, content bisa dibaca di http://iamtheeconomist.blogspot.com/2008/10/mengurai-kusutnya-krisis-finansial.html )

  3. 3
    vannisa Says:

    aku pelajar kls -3smp di bekasi….
    aku turut prihatin atas dampak krisis ekonomi AS di Indonesia…
    bahkan bursa efek pun harus di tutup sementara???
    walaupun aku gak bgitu mengerti tentang bursa efek atau apalah…..
    tapi aku tahu ini dapat berdampak buruk bagi stiap negara…
    tapi yang ingin aku tanyakan
    mengapa krisis ekonomi sperti itu dapat terjadi di negara Super Power yang kita kenal itu?????
    dan mengapa dampak’a sangat besar sampai keseluruh dunia???

  4. 4
    Rony Mohamad Rizal Says:

    Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa ketamakan membawa kepada kehancuran dan kemudharatan. Padahal sesungguhnya “kekayaan tidak membawa mudharat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT”.

  5. 5
    Atman P Says:

    Bukankah Allah SWT sudah berfirman: jangan kau mengira bahwa riba akan menambah kekayaanmu padahal sesungguhnya tidak demikian disisi Allah SWT. Artinya jangan pernah mengira bahwa tambahan atas pokok yang disebut rente akan menambah kekayaan seseorang. itu hanya ilusi, karena menurut Allah perilaku demikian akan membawa bencana bagi khalayak umum. Kini terbukti dengan jelas apa yang terjadi di Amerika. Ketamakan membawa bencana. Perilaku CEO yang memaksakan harus laba dan harus untung tidak lain adalah perilaku ribawi yang sangat dicela oleh Allah SWT.

  6. 6
    dewi Says:

    Dampak krisis finansial amerika terasa juga sampai indonesia dan dunia semoga saja rupiah kita tidak melemah karena pasti akan berpengaruh terhadap ekonomi kita dan semoga tidak terulang spt th 1998, saya sangat setuju bursa efek ditutup sementara agar tdk adanya aksi spekulasi.

  7. 7
    agiel masdanis panca Says:

    enak nih….. ada krisis dunia
    bagi orang yang luar biasa dan optimis ini bisa buat hiburan bukan tantangan…

    selamat berjuang…..

    ini baru hidup ……

  8. 8
    Jo Nes R Says:

    Melihat latar belakang kenapa ekonomi amerika bisa jatuh, sangat wajar secara logika bahwa sebuah negara kaya dan super power dapat runtuh hanya karena terlalu berani ‘bermain-main’ dalam area uang. Uang memang dibutuhkan sebagai ‘alat’ saja untuk membangun hidup yang lebih baik, tetapi uang bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Dan uang tidak bisa dianggap remeh. ‘Sebab akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang’.
    Tapi, saya percaya bahwa kalau Amerika mampu lewati fase krisis ini. Dia akan menjadi negara yang lebih kuat lagi dari sebelumnya karena telah teruji melewati krisis yang berat. Berdoa saja supaya negara adi daya seperti Amerika dapat belajar dari kejatuhannya dan menjadi lebih bijak serta tidak arogan.

  9. 9
    wawan hermawan Says:

    kalau sudah mengap mengap begitu apakah amerika masih sanggup menyerang iran ? saya kira amerika akan berpikir untuk biayanya.

  10. 10
    Addul Says:

    ada sebuah buku yang berjudul “detik-detik kehancuran ekonomi Amerika dan Eropa” yang ditulis oleh Abu Fatiah. tadinya saya kurang percaya dengan buku itu karena terkesan berlebihan tapi setelah beberapa kali saya membaca koran banyak artikel tentang krisis ekonomi di Amerika sedang terjadi. dalam buku itu desebutkan dampak kahancuran ekonomi di Amerika akan berpangaruh kepada seluruh negara di dunia yang menggunakan sistem Ekonomi Ribawiah dimana sistem tersebut seperti mata rantai yang saling terhubung, ketika satu mata rantai terputus maka hancurlah semua. semua negara yang menggunakan sistem Ribawiah akan sama hancur seperti Amerika dan konco-konconya, beberapa saat lagi dolar merupakan tumpukan sampah yang nilainya tidak lebih dari tumpukan koran,,,,,,tapi suatu hal yang saya yakin ketika sesuatu hal mengalami kehancuran(ekonomi-Ribawiah) maka akan ada hal lain yang akan menggantikan kehancuran itu (ekonomi yang sejalan dengan al-Quran dan As-Sunnah) Wallahu’alam.
    bangkitlah AL-ISLAM…..
    ALLAhuAkbar……………

  11. 11
    saleh aziz Says:

    nggak semudah itu hancur ,ketika manusia punya masalah ia akan mencari solusi entah dari mana ,bagaimana caranya..yg pasti manusia itu bisa berpikir ,jikalau memang ekonomi hancur maka mereka pun akan dengan segera mencari solusi,kuncinya adalah kreativitas. pm inggris gordon brown mengatakan ,untuk mengatsi krisis itu uyg diperlukan adalah tindakan kreatif segera,dan bukan karna dogma,pokoknya apapun yg yg paling mungkin dilakukan lakukanlah. mereka punya ahli ekonomi terbaik dunia peraih nobel punya kemauan untuk berubah ,punya motivator hebat sekelas anthony robbins,robert kiyosaki ,dan lembaga pendidikan kelas dunia .llalu bgaimana dengan dunia arab? pengangguran di negara arab mencapai 66 % yg terburuk didunia.lalu apa peran islam yg di bangga-banggakan itu? para pemimpin dan ulama arab tak berdaya menghadapi pertanyaan ini.mengapa umjat islam justru mioskin terbelakang dan penuh fanatisme terutama di negara arab. orang arab saudi itu banyak yang buta huruf banyak yg nganggur,dan peran perempuan dalam pembangunan negara boleh dikatakan hampir tidak ada .

  12. 12
    tahu gejrot .. Says:

    krisis ekonomi dunia ngak sllu merugikan orang , di dalam keterpurukan pasti ada celah untuk mengambil suatu keuntungan ….

  13. 13
    ica Says:

    lalu apa ada kaitannya krisis ekonomi global ini dengan arbitrase? karena inikan menyangkut perdagangan Internasional?

  14. 14
    chez Says:

    aqu chez..
    seoRang mahasiswi perguruan tinggi negri

    masalah ekonomi sekarang yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan adalah masalah krisis finansial amerika.
    pribadi sekali,aku bertanya-tanya..
    mengapa bisa bahwa negara yang kita kenal sebagai negara super power bisa mengalami krisis ekonomi??
    padahal amerika adalah negara yang sangat kuat.
    aqu sangat perihatin sekali, bahwa karna kasus ini,banyak dampaknya terhadap banyak negara,baik indonesia.
    amerika memang kuat!!
    tapi apakah setelah ini mereka akan tetap kuat!!
    dengan sektor industri yang dihasilkan sendiri tidak ada..
    hanya mengharapkan dari negara lain..

  15. 15
    Dias satria Says:

    Buku Keuangan Internasional:explaining the financial crisis

    buku yang membuka borok keuangan internasional dunia

  16. 16
    jonh koplo Says:

    saya mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Sumatera, saya gak khawatir dengan kehancuran ekonomi amerika. Biar aja negara itu hancur sekalian. dari pada bikin rusuh setiap hari

  17. 17
    Putra Says:

    Mencegah atau mengatasi kebangkrutan Amerika sama sulitnya menyuruh orang Indonesia untuk berhenti membeli mobil dan motor dan menyuruh mereka kembali menggunakan alat transportasi tradisional seperti pedati dan kereta kuda, yang sangat tidak mungkin dilakukan.
    Crisis ini bak gelombang Tsunami yang melanda Amerika dan upaya-upaya yang dilakukan tidaklah efektif, karena percepatan daya rusak Tsunami ekonomi ini begitu hebatnya.
    Inilah saatnya kekuatan dunia bergeser dari Amerika dan Eropa ke Asia.
    Hanya tangan Tuhan yang mampu menghentikan gelombang dahsyat Tsunami ekomoni ini….

  18. 18
    ArPol Says:

    Ironis sekali negara adikuasa seperti AS Mengalami Krisis Ekonomi, apalagi negara kita yang kebanyakan rakyatnya masih berada dalam garis kemiskinan. yang terpenting sekarang adalah bagaimana pemerintah Indonesia bisa mensosialisasikan kepada rakyat agar tidak ketergantungan produk luar, dan beralih ke produk lokal, walaupun tidak memiliki berlabel luar negeri, kan kualitas tetap sama, jadi intinya ” Cayo..!!!cayo…!!!, mulai sekarang gunakan produk indonesia!!, I Love Produk Indonesia!!!”

  19. 19
    pita Says:

    untuk saudara saleh aziz,
    rupanya anda tidak membaca sejarah, atau tidak mau tau sejarah, perlu anda ketahui bahwa amerika bukan satu-satunya negara adi daya, dan bukan yg pertama, kalau anda membaca sejarah peradaban dunia, anda akan tahu bahwa sejak ribuan tahun yg lalu suda ada negara adi daya dan super power pada zamannya, ada dinasti-dinasti, ada peradaban-peradaban, dan mereka mempunyai orang-orang hebat pada zamannya, kemana mereka sekarang? seperti juga manusia, awalnya lahir, lalu besar, lama-lama menjadi tua dan renta kemudian mati. demikian pula peradaban, kekuasaan, kehebatan, kekayaan, tidak ada yg kekal, semuanya ada batas waktunya, dan semuanya akan berakhir, termasuk juga amerika, rupanya anda berpikir yg mencari solusi ketika menghadapi masalah hanya amerika? semua orang pasti mencari solusi, tapi apakah ia akan menemui solusinya, apakah semua masalah bisa diatasi? sekali lagi sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada di dunia ini yg kekal,. semuanya akan berakhir, dan yakinlah anda bahwa amerika akan berakhir seperti negara-negara adi daya sebelumnya.
    kemudian, anda tidak bisa membedakan antara islam dan umat islam, antara islam dan arab, dan rupanya anda tidak punya data yg valid tentang negara-negara arab. rupanya anda tidak tahu bahwa di kebanyakan negara-negara arab para ulama hanya bisa bersuara, bukan pemegang kebijakan dan kekuasaan.
    tahukah anda bahwa pada tahun lalu saja di negara-negara arab telah berdiri lima belas bank syari’at, dan akan bertambah lagi pada tahun-tahun mendatang? tahukan anda berapa jumlah rakyat saudi yg buta huruf? berapa jumlah pengangguran? lebih banyak mana dengan negara indonesia? tahukan anda bahwa sekitar satu juta rakyat indonesia yg mengais rezeki di arab saudi? tahukan anda bahwa sekarang wanita saudi sudah banyak yg bertitel doktor, menjadi dosen di perguruan tinggi, menjadi anggota majlis syura atau mpr nya indonesia.
    barangkali literatur anda tentang arab saudi adalah yg ditulis lima puluh tahun yg lalu.
    akhirul kalam, anda harus tahu dulu sebelum berbicara, supaya tidak ngawur bin ngelantur, alias asal bacot.
    tki

  20. 20
    ari Says:

    suami ku warga negara Amerika serikat,dan tetangga kami banyak yang kehilangan kerja dan rumah karena krisis ini.tetapi ternyata jiwa nasionalisme mereka semakin besar dan kuat di saat krisi ini.Jiwa kebangsaan yang seharusnya kita bangsa Indonesia miliki.Semoga krisis cepat berlalu dan keadaan membaik.

  21. 21
    stephanie Says:

    saya seorang pelajar smu!!

    sejujurnya, saya masih sedikit binggung dengan krisis ekonomi yg terjadi di amerika!!
    ketika saya mendengar hal itu, saya benar2 tidak percaya dengan apa yg saya dengar!!
    karena setau saya, amerika adalah negara yang sangatlahmaju!!
    knp bisa sampai bgtu??
    knp ia tidak mencetak uang saja di banknya??
    dengan begitu akan beres!!

  22. 22
    joel Says:

    mahasiswa akuntansi unmuha
    untuk stephani….!!

    tidak semudah itu lo membuat uang sebanyk-banyak mungkin. karena semakin banyak uang yang beredar maka nilai uang itu menjadi rendah. apalagi di amerika yang notabene negara konsumtif, maka jangan heran barang akan sulit didapatkan di pasaran karena orang terlalu banyak memegang uang. jadinya barng sulit di dapatkan, dan kalaupun di import dari luar negeri, maka dapat di bayangkan, negera pengimport akan menjadi kaya raya. dan amerika tetap bangkrut….
    saya salut dengan misi calon preisiden obama, yang kan menaikkan pajak…

  23. 23
    Agus Irawanto Says:

    Krisis ekonomi dunia yang berembrio dari kejatuhan ekonomi negara Raksasa Amerika memang sangat berdampak pada semua negara di dunia ini. Saya melihat suatu saat ketika pertumbuhan ekonomi pulih justru Amerikalah yang diuntungkan, tapi negara yang miskin dan berkembang semakin ketinggalan. Dana talangan yang dikucurkan pemerintah AS jauh lebih besar dari pada yang dikucurkan oleh negara-negara lain. Peran the FED dalam memangkas suku bunga juga harus mendapat perhatian bagi semua negara. PR bagi semua negara di dunia ini adalah menghambat laju pergerakan penguatan Dollar dan menghambat laju kenaikan harga minyak dunia diatas $ 100 US, dengan cara membangkitkan sektor ekonomi riil negara berkembang. Distribusi antar daerah produk-produk hasil olahan yang bersifat konsumsi masyarakat.

  24. 24
    Alipius Says:

    Kerisis terjadi secara gelobal kita sebai orang mempunyai jiwa optimis tetap lah kita semangat menghadapi setiap tantangtan zaman ini, masih banyak jalan yang Tuhan sediakan bagi kita untuk menjalani hidup ini. Mari kita berdoa bersama-sama dan belajar dari krisis yang terjadi ini supaya terjadi peruibahan yang sangat radikal dalam kehidupan kita?……..

  25. 25
    prima Says:

    aq yg sbg mhsiswi fak ekonomi c memandang ini sbg wacana baru tentang perekonomian. jd kita gak harus dapet ilmu dari buku aj tapi juga dari realita seperti ini…
    ilmu ekonomi yang sekarang aq pelajari masih terpaku pada asumsi-asumsi yang di jaman modern sekarang udah ketinggalan banget…
    moga2 aja pengaruh krisis yang melanda Amrik gak terlalu signifikan berpengaruh pada perekonomian di Indonesia…
    moga aja ekonom2/orang2 yang berpengaruh terhadap pengembilan kebijakan ekonomi dapat mengambil kebijakan yang terbaik dari masalah ini…
    yahh… semangad aj dew smwah…
    apalage Amrik uda punya presiden baru niy…
    OBAMA aq mendukungmu!!!!

  26. 26
    sagitarius Says:

    Congratulation…toOBAMA, Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua tentang cita2 dan tujuan kalo moe tercapai semua harus dari usaha dan doa, dan semangat juang tinggi jangan lupa kita terapkan dalam kita sejak dini, ya sekedar mengingatkan aja buat kita…bahwa jalan mulus itu gak selamanya enak tapi perlu pengorbanan dan jiwa yang patriotistik agar semua itu bisa tercapai dengan mudah di genggaman tangan kita.

  27. 27
    Vhonita Says:

    Saya ingin bertanya mengapa nilai tukar Dolar terhadap Rupiah terus meningkat seolah-olah nilai tukar Rupiah semakin melemah? padahal keadaan ekonomi Indonesia sebelumnya kelihatan OK?

  28. 28
    admin Says:

    karena kebutuhan akan dollar meningkat sedangkan kebutuhan rupiah menurun, makanya rupiah melemah, tetapi selain itu juga masih ada parameter lain untuk menentukan nilai tukar suatu negara terhadap negara lain.

  29. 29
    tato-cep0n Says:

    krisis bikin pusing!!! ekonomi lesu, omset turun drastis!!! globalisasi memang katro!!!

  30. 30
    pratolo Says:

    Untuk mengetahui lebih detail penyebab krisis ekonomi / krisis finansial USA, klik:
    http://pratolo.com/2008/12/18/causes-of-crisis-derivatives-massive-debt-and-excessive-leverage/
    Salam

  31. 31
    Tifiy Says:

    Allah SWT tu apa?

  32. 32
    didi Says:

    ya… sistem ekonomi kapitalis akan hancur dikarenakan ketamakan para pelaku2 ekonomi itu sendiri…sudah menjadi tabiat manusia ingin menguasai dan memeras manusia yang lainnya… yang punya modal akan senantiasa menindas yang ga punya modal… alias yang miskin tambah miskin dan yang kaya tambah kaya donk…karena ujung dari ekonomi kapitalis kita ibaratkan membawa sebuah drum saat mengambil segelas air… tentunya drum tersebut ga akan pernah penuh….

  33. 33
    adib musthofa Says:

    Ini adalah petingatan tuhan terhadap amerika yang sombong dg ke adi kuasannya. Semoga indonesia tidak meniru jeleknya sistem amerika

  34. 34
    tengkuputeh Says:

    Bagaimana dgn dampaknya sendiri dgn ekonomi Indonesia terutama Pasar Modal?

  35. 35
    darsono Says:

    ??????? tuhan selalu memberikan apa yang di tanamkan umatnya…..!!!

  36. 36
    Robi Says:

    saya mahasiswa Universitas Negeri yang masuknya paling susah + udah ga murah kaya zaman Bapa saya.!!
    -buat orang2 yang nyampur adukin agama dan ekonomi..

    masalah ini sebaiknya tidak perlu disangkut-pautkan dengan agama atau kepercayaan atau segala jenis diferensial yang ada karena memang ga da gunannya.
    yang harus jadi perhatian sekarang adalah fenomenanya..
    jelas sistem ekonomi kapitalis yang rakus itu gagal. dan tujuan ekonomi mereka yang hanya mengambil keuntungan pribadi sebesar-besarnya “sebagai hasil dari kreatifitas dan kerja kerasnya” banyak yang
    mengeritiknya. sistem ini memang secara sekilas adil. apa yang dia kerjakan maka akan mendapatkan sesuai dengan yang dia kerjakan. tetapi pada dasarnya manusia adalah egois dan tidak pernah puas, semakin untung semakin semangat bekerja sampai lupa akan saudara, sahabat, umat, bahkan peradabanya sekarang dan nanti untuk anak cucu mereka (terlihat dari banyaknya orang yang tidak perduli akan parahnya global warming, bagaimana nanti anak cucu kita hidup jika lapisan ozon sudah tidak ada?)
    kalau sudah seperti ini, yang harus dirubah adalah sistemnya.
    liberal tidak pantas dan telah gagal.

    disinilah dibutuhkan adanya satu musyawarah yang dapat mewakili segala kepentingan menjadi tidak tabrakan satu sama lain. dan itu lah negara.
    ekonomi butuh regulasi. tidak boleh mengikuti hasrat rakusnya setiap individu.
    hanya tiggal menumbuhkan kembali kreatifitas dan inovasi dari setiap individu yang memiliki kemampuan atas itu (pakar ekonomi, atau filsuf2 peraih nobel).
    kreatifitas yang dibutuhkan disini adalah untuk kepentingan bersama,, dan bukan individu saja yang beruntung akan kreatifitasnya, tetapi umatnya, anak cucunya, dan peradabanya ikut mendapatkan keuntungan.
    betapa hebatnya manusia yang sanggup berkreatifitas dan menyelamatkan peradabannya.
    tetapi ingat harus ada peran negara yang harus meregulasinya, agar mengeliminir sifat egois manusia sebagai individu tadi.

  37. 37
    umar Says:

    matabbb……mantabbbbpppp,,,,,,

    dalam perekonomian ada gak badan pengawasan nya?????>>>

  38. 38
    Teguh Says:

    Sudah sejak dahulu cara yang digunakan AS untuk memakmurkan negaranya, memang terlihat kurang sehat, tidak dapat dipungkiri sumber daya alam negara orang diekploitasi dengan hanya sedikit memberikan kompensasi. sebagai contoh di dalam negeri merupakan kasus freeport di Jayapura, dan untuk contoh diluar negeri seperti penggerusan minyak di Irak dengan tameng pemberantasan teroris.
    Bahkan menurut beberapa sumber menyebutkan, As terus mengalami defisit, karena sebagian besar anggarannya digunakan untuk fasilitas militer yang ujung-ujungnya bertujuan memulai peperangan dengan negara musuh. Oleh karena itu AS meminjam dana yang cukup besar kepada China. Entah karena keangkuhan AS yang membuat hilangnya kepercayaan Internasional, dan berdampak penurunan saham perusahaan-perusahaan AS dalam bursa efek, sehingga hutang-hutangnya mengalami kemacetan pembayaran (kredit macet). Mungkin penyebab lain seperti yang kita tahu, bahwa kesombongan AS membuatnya produk ciptaannya kurang bisa bersaing, karena didasari tanpa memperhatikan keinginan pasar. Seperti Contoh General Motor yang selalu membuat mobil dengan kapasitas besar dan boros bensin yang kurang diminati pasar Internasional.

  39. 39
    Jordi Says:

    ini rahasia loh, jika anda ingin negara turun tahta maka jajalah afganistan. Bukti Inggris, Soviet dan sekarang USA.

  40. 40
    Andreas Says:

    Trim’s atas artikelnya

  41. 41
    keretaapi Says:

    untuk lebih jelasnya coba nonton dvd inside job disitu sudah ketauan siapa yang buat krisis finansiial amerika 2008

Leave a Reply