Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Kisah Laksamana Cheng Ho – Laksamana Agung dari daratan Tiongkok August 18, 2008

Posted by admin in : Article, Cerita menggugah , trackback

Salah satu cara untuk menghormati para pahlawan adalah meneladani jiwa besar dan perjuangan mereka. Mereka berjuang selalu membawa misi mulia demi kepentingan banyak orang. Itulah sifat para pahlawan.

Salah satu kisah yang ingin saya angkat adalah tentang seorang laksama atau jenderal dari daratan tiongkok china bernama Laksamana Cheng Ho atau Zheng He. Film tentang Laksamana Cheng ho akan mulai tayang di Metro TV setiap malam minggu dari tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir maret 2009. Film ini akan dibintangi oleh Yusril Ihza Mahendra. Cuplikannya bisa Anda download di video Laksamana Cheng Ho. atau film laksamana cheng ho format yang lebih baik.

Melalui artikel ini saya mencoba untuk merangkum kisah tentang laksamana cheng ho yang saya baca dari beberapa sumber di Internet, sehingga pembaca bisa mendapatkan kesatuan cerita yang lebih lengkap. Selamat membaca kisah laksamana cheng ho.

Masa kecil laksamana cheng ho

Walaupun tidak banyak catatan yang bisa menggambarkan masa kecil laksamana cheng ho, namun diketahui bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 1371 di propinsi Yunan. Ada artikel juga menyebutkan lebih spesifik yaitu di Hodai, sebuah kampung di Daerah Bao San.

Orang tuanya memberi nama Ma he, sedangkan Ma San po ( dialek fujian bisa diucapkan Sam Po, Sam Po) merupakan nama kecil dari Laksamana Cheng ho. Ia dilahirkan sebagai anak kedua dari pasangan Ma Hazhi dan Wen ibunya. Sebagai orang hui, yaitu etnis china yang sebagian besar adalah muslim, Cheng ho sejak kecil sudah memeluk agama islam. Baik kakeknya dan ayahnya sudah menunaikan rukun haji. Seperti diketahui kata hazhi dalam dialek mandarin mengacu pada kata Haji.

Saat dinasti Ming menguasai Yunnan dari dinasti Yuan ( bangsa Mongol ), banyak pemuda yang ditangkap dan dijadikan kasim di Nanjing. mahe yang saat itu berumur 11 tahun pun diabdikan ke Raja Zhu di istana beiping ( sekarang beijing ).

Masa menjadi kasim

Ketika menjadi kasim atau abdi kaisar, Kasim san po berhasil menunjukkan keberaniannya seperti ketika memimpin dalam perebutan tahta melawan kaisar Zhu Yunwen ( dinasti Ming ).

Antara tahun 1405 dan 1433, kaisar Zhu mensponsori beberapa ekspedisi armada laut ke beberapa penjuru dunia. Tujuannya adalah mengembalikan kejayaan tiongkok, mengontrol perdagangan, dan memperluas pengaruh di samudera Hindia.

Disinilah kasim san po menawarkan diri untuk melakukan misi ekspedisi ini dan Kaisar menyetujui. Mungkin disinilah nama Laksamana Zheng He atau Cheng Ho mulai digunakan. Ketika itu tahun 1405, armada yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan pertamanya. Armada ini terdiri dari sekitar 300 kapal dengan diawaki 28ribu awak kapal. Diperkirakan armada ini terdiri dari 6 kapal besar yang biasa digunakan dalam perjalanan kekaisaran.

Ekspedisi Laksamana Cheng Ho

Pelayaran pertama cheng ho ini merupakan seabad sebelum pelayaran pelaut pemberani dari Eropa, Vasco da gama. Walaupun jika dibandingkan kapal vasco da gama berukuran lebih kecil yaitu panjang 23m, lebar 5m, sedangkan Laksamana Cheng ho sekitar 122m, lebar 52m).

Pada pelayaran pertama ini, armada Laksamana Cheng Ho berhasil mencapai hingga ke Asia Tenggara atau semenanjung Melayu, Sumatera, dan Java. Kemudian dilanjutkan ekspedisi kedua di tahun 1407-1409 dan ekspedisi ketiga 1409-1411 yang mampu mencapai India dan Srilanka.

Pada ekspedisi keempat, sekitar tahun 1413-1415, berhasil mencapai teluk persia, daratan arab, mogadhisu (Afrika Timur). Jalur ini diulang pada pelayaran kelima(1417-1419) dan keenamnya(1421-1422). Kemudian ekspedisi terakhir dilakukan di tahun 1431-1433 yang berhasil mencapai Laut Merah.

Selama perjalanannya, Laksamana Cheng ho memberikan hadiah kepada daerah yang dikunjunginya berupa porselin, sutera dan barang lainnya. Dan iapun mendapatkan hadiah aneh seperti zebra afrika dan jerapah. Selama berkunjung, Laksamana Cheng Ho dan armadanya sangat menghormati budaya dan kebiasaan masyarakat lokal. Bahkan ketika di Ceylon, Ia membangun monumen tiga agama yaitu Islam, Buddha dan Hindu.

Armada Laksamana Cheng Ho tidak mengutamakan peperangan untuk menyelesaikan masalah. Laksamana Cheng Ho lebih menyukai cara diplomasi untuk menyebarkan pengaruh Dinasti Ming. Walaupun dalam beberapa saat Laksamana Cheng Ho tetap mengerahkan kekuatannya seperti ketika menumpas Bajak Laut di Ceylon, atau ketika melawan armada lokal di arab dan afrika karena mengancam keberadaan Armadanya.

Salah satu kisah yang saya dengar dari acara Kick Andy, yaitu ketika Laksamana Cheng Ho berusaha mendamaikan kerajaan Blambangan dan Majapahit. Saat itu Laksamana Cheng Ho yang sedang berlabuh di semarang mengirimkan utusan kehormatan kaisar sebanyak 300 orang ke kerajaan Blambangan. Utusan ini sama sekali tidak bersenjata. Namun Majapahit salah mengira jika Kerajaan Blambangan sedang meminta bantuan dari Kaisar Ming. Sehingga Majapahit kemudian menyerang utusan ini. sekitar 170an lebih utusan tewas.

Laksamana Cheng Ho yang terkejut dengan serangan ini mengerahkan seluruh armadanya ke kerajaan Majapahit dan mengarahkan semua meriam kapal perangnya ke daratan. Namun ditengah emosi armadanya, Laksamana Cheng Ho melakukan tindakan yang mengejutkan yaitu dengan kapal kecil ditemani beberapa pengawalnya menghadap Raja Majapahit dan menanyakan alasan mengapa utusannya diserang.

Raja Majapahit menyadari telah terjadi kesalahpahaman. Masalah ini pun dapat terselesaikan dengan damai. Sungguh luar biasa hal yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho. Jika saja kita tidak mengutamakan kekerasan untuk memecahkan masalah maka hasilnya akan luar biasa. Jalan damai masih lah solusi yang terbaik.

Laksamana Cheng Ho diketahui meninggal dalam perjalanannya yang terakhir yaitu ke-7. Walaupun di china Anda akan bisa menemukan makamnya, namun seperti pahlawan lainnya makam itu kosong.

Laksamana Cheng Ho dalam 7 perjalanan lautnya berhasil menyebarkan warga china muslim ke Malaka, Palembang, Surabaya dan daerah lainnya. Seperti diketahui Malaka menjadi pusat pendidikan islam dan pusat perdagangan. Walaupun Laksamana Cheng Ho tidak mengedepankan perdagangan karena ia bukanlah seorang pedagang.

Misinya adalah menunjukkan organisasi yang baik dan teknologi maju kepada dunia. Ekspedisinya memudahkan pedagang china untuk mencapai dan berdagang hingga ke seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui orang china berhasil tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.


16 Responses to “Kisah Laksamana Cheng Ho – Laksamana Agung dari daratan Tiongkok”

  1. 1
    andi prastian Says:

    wah critanya baguzz, tapi belum nyampe purwkerto zaaa???

  2. 2
    dian Says:

    thanx atas ceritanya.. bagus.

  3. 3
    LAROS Says:

    Mantap…..!!! terus kegiatan Cheng di Semarang dan Surabaya, seharsunya bisa dikupas lebih dalam. Jadi penasaran nih. Terus apa hubungan Cheng dan Mbah Ratu yang di di Surabaya?

  4. 4
    intan Says:

    wwwwwwwwwwwwwwuuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!
    ceritanya goekilz, ternyata cheng ho sangat berjasa. kapan ya cheng ho ke kediri yyach????????

  5. 5
    Andre marbun Says:

    Ternyata menarik jg kisah hidup laksmana cheng ho..sayang gw gak pernah ntn pilemnya di metro

  6. 6
    ani Says:

    emang bagus kok cerita laksamana aku juga baca novel yg anak angkat laksamana cheng ho wkatu perjalanan ke majapahit seru de….pi kalo film laksmana versi Indonesia kyanya males nonton deeee….kalo temen2 ada cerita2 dari daratan tiongkok bagi donk…

  7. 7
    Joni candra Says:

    Waw..waw…saya suka ini.. semoga ada banyak orang meneladaninya..sehingga dunia menjadi aman dan damai..manusia dapat hidup rukun dalam perbedaan

  8. 8
    Irawan Says:

    Kisah Cheng Ho adalah salah satu pemalsuan sejarah terbesar abad ini. Kedatangan utusan Cina Dinasti Ming bermula pada masa Prapanca 1368 M. Pada masa itu dataran Cina masih dijajah oleh bangsa Mongol Kubilai Khan (Bhs. Jawa Kuna menyebutnya dengan Tatar). Di Majapahit, pemerintah Majapahit menerima duta Cina bersama dengan duta India. Para duta itu datang dengan dipimpin oleh para pendetanya. Di Majapahit mereka membuat puja sastra untuk Raja Rajasanagara. Perlakuan Majapahit dengan menerima duta Cina yang pada saat itu belum berdiri menunjukkan politik luar negeri Majapahit saat itu tidak bebas dan aktif tapi menerapkan politik satu Cina yaitu Cina bangsa Han dan bukan Cina bangsa Mongol. Keberpihakan secara terang-terangan terbukti berhasil. Tiga (3) tahun selepas Nagarakrtagama dibuat, Bangsa Han terbukti dapat mengusir penjajah.

    Keberpihakan Majapahit atas bangsa Han tentu bukan keberpihakan di lingkup diplomasi saja. Pemimpin Dinasti Ming yang hanya seorang petani sangat sulit untuk mengusir penjajah yang memiliki salah satu tentara terbesar dan termodern didunia pada saat itu. Ada campur tangan Majapahit atas pengusiran itu. Seperti campur tangan Demak dalam mendudukkan Pangeran Samudra di Banjar.

    Kedatangan Cheng Ho ke Majapahit bukan merupakan duta utusan utama sebagaimana duta Cina yang datang di masa Prapanca. Cheng Ho dan Ma Huan ditempatkan di luar Majapahit. Catatan Ma Huan menyebut perjalanan mereka ke keraton Majapahit dari Canggu ditempuh selama 1,5 hari. Jarak ini bukan merupakan jarak antara Canggu dengan Majapahit. Di Hikayat Banjar jarak yang dilakukan oleh putra Banjar yang benar samapai ke Majapahit adalah 3 hari. Wajar bila yang datang di Majapahit kemudian adalah para pendetanya sebagaimana yang diterima Prapanca pada masa lalu. Cheng Ho dan Ma Huan ditempatkan diluar istana sebagaimana utusan Sunda. Bila Raja Sunda tidak mau datang ke Majapahit tanpa pengawalan karena menunjukkan dirinya hanya sebagai upeti, para utusan Cina menerima mengirim para pendetanya yang tanpa pengawalan di Majapahit. Hal ini menunjukkan bila duta Cina sebagaimana pernyataan Prapanca datang hanya untuk menunjukkan baktinya kepada Raja Majapahit dengan membuat puji-pujian.

  9. 9
    lala Says:

    wah……….. saya tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam………. kira2 dmna y saya bisa mendapatkan cerita Laksamana Cheng Ho yg lebih detail…………….

  10. 10
    indar Says:

    bagus juga cerita sejarah… Islam rahmatan lil alamin

  11. 11
    Dewi Says:

    I love Laksamana Cheng Ho… How powerful and wise this is a true hero…

  12. 12
    gedibal Says:

    saya setuju sama irawan soalnya dulu majapahit memang salah satu kerjaan besar di asia

  13. 13
    Andi DJ Says:

    Paling tidak saya bisa memetik apa yang baik dan benar menurut saya What ever u say.

  14. 14
    Raffi Indra Mulya Says:

    wah bagus juga nih artikelnya tolong saya ingin memberi saran perbanyaklah artikelnya dong pasti nanti saya sering mengunjungi web ini….. makasih atas artikelnya…….

    :D , thanks for the admin

  15. 15
    diana Says:

    laksama cheng ho hebat,,, idolaku dari kecil tuh. bangga deh ^^

  16. 16
    raven Says:

    versi ama crita2x nya beda2x mana yg benar bikin bingung palink cmn di lebih2x kan…….

Leave a Reply