Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Pemimpin yang takut rugi July 7, 2008

Posted by admin in : Article, OOT , trackback

Sebentar lagi merupakan hari pemilihan gubernur Bali, tepatnya Rabu 9 July 2008. Bali dipilih sebagai contoh pemilihan umum daerah di tingkat nasional. Diharapkan pemilihan ini bisa berjalan lancar dan aman sehingga dapat ditiru oleh daerah lainnya.

Ada tiga pasangan kandidat yang diusung oleh masing-masing partai, yaitu pasangan Gede Winasa dan IGB Alit Putra, pasangan Cok Budi Suryawan dan Gede Suweta, terakhir pasangan Mangku Pastika dan Puspayoga. Tiga partai sudah melakukan kampanye politik ke semua daerah di Bali. Beberapa debat yang dihadiri ketiga pasangan cagub ini sudah diadakan oleh beberapa stasiun televisi, semakin memperjelas kualitas para calon gubernur.

Ada hal yang masih tetap saya perhatikan, dan saya pikir masyarakat Bali sudah muak dengan hal ini, Yaitu Janji atau tepatnya Janji politik. Janji yang selalu diucapkan oleh para calon gubernur sebelumnya, yang kenyataannya tidak pernah terpenuhi. Lebih sebagai pemikat dan pemanis kampanye saja.

Calon gubernur berjanji akan membangun jalan di suatu desa, jika di desa tersebut paling tidak 80% penduduk memilih dirinya. Calon gubernur akan mendatangi desa tersebut jika desa tersebut paling tidak 80% penduduk memilih dirinya. Calon gubernur akan membantu memperjuangkan nasib rakyatnya jika ia terpilih menjadi gubernur. Calon gubernur akan membangun lapangan pekerjaan bagi 15.000 pencari kerja, dan beberapa juga akan memberikan kredit untuk usaha, jika ia terpilih.

Dapat dimengerti bahwa calon gubernur takut rugi kalau-kalau dirinya tidak terpilih menjadi gubernur, padahal mereka tidak menjadi gubernur pun bisa memperjuangkan nasib masyarakat Bali. Mereka menginginkan komitmen dari masyarakat dahulu baru mereka akan berusaha menepati janji mereka.

Beberapa calon gubernur juga melakukan kontrak politik dengan rakyat, dimana jika program mereka tidak jalan seperti yang mereka janjikan, mereka siap mundur. Ya paling tidak hal ini mereka pikir dapat lebih meyakinkan bahwa dirinya memang bersungguh-sungguh menjalankan janji mereka.

Terlepas dari semua ini, saya yakin masyarakat sudah semakin kritis dalam memilih pemimpinnya. Mereka sudah muak dengan janji, mereka menginginkan bukti yang nyata. Sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan budaya Bali.

Demikian opini dari saya semoga pemilihan yang berlangsung hari Rabu dapat berjalan lancar dan aman. Yang kalah mesti mengakui kekalahannya dan tetap ikut mendukung gubernur terpilih demi kemajuan Bali yang dicintai ini. Bali yang bukan hanya dicintai oleh masyarakat bali sendiri, tetapi Bali yang dicintai masyarakat Indonesia maupun Dunia Internasional.


Leave a Reply