Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Perbedaan antara Pemenang dan Pecundang June 23, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , trackback

Sebuah terjemahan dari artikel berbahasa inggris. 

Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah

Pemenang selalu memiliki program atau rancangan
Pecundang selalu memiliki alasan ( pernyataan maaf )

Pemenang berkata “Biarkan saya yang melakukannya untuk anda”
Pecundang berkata “Itu bukan pekerjaan saya”

Pemenang selalu berusaha mencari jawaban dari setiap masalah
Pecundang melihat masalah dalan setiap jawaban

Pemenang berkata “Ini mungkin susah tapi memungkinkan untuk dilakukan”
Pecundang berkata “Ini mungkin dilakukan tapi terlalu susah untuk dilakukan”

Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan, ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”
Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan, i akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

Pemenang membuat komitmen-komitmen
Pecundang membuat janji-janji

Pemenang memiliki mimpi
Pecundang memiliki rencana kotor

Pemenang berkata “Saya harus melakukan sesuatu”
Pecundang berkata “Sesuatu seharusnya terkerjakan”

Pemenang adalah bagian dari tim
Pecundang terpisah dari tim

Pemenang melihat keuntungan
Pecundang melihat penyakit

Pemenang melihat kemungkinan
Pecundang melihat masalah

Pemenang meyakini win-win solution
Pecundang meyakini mereka harus success orang laen harus gagal

Pemenang melihat prospek
Pecundang melihat masa lalu

Pemenang seperti alat pengatur panas
Pecundang seperti alat pengukur panas

Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan
Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

Pemenang mengutarakan argumen yang kuat tetapi kata yang lembut
Pecundang mengutarakan argumen yang lemah tapi kata yang kuat ( memaksa )

Pemenang menggunakan filsofi :”Jangan melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lakukan terhadap dirinya”
Pecundang menjalani hidup dengan filosofi “Lakukan ke orang lain sebelum orang lain melakukannya ke diri sendiri”

Pemenang membuat sesuatu terjadi
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

Pemenang merencanakan dan mempersiapkan kemenangan
Kata kuncinyanya adalah persiapan


7 Responses to “Perbedaan antara Pemenang dan Pecundang”

  1. 1
    John Stress Man Says:

    Pemenang Bekerja Keras Membanting Tulang.
    Pecundang Yang Makan Dagingnya dan Menyisakan Tulangnya untuk dibanting-banting oleh si Pemenang.

  2. 2
    anwar Says:

    pecundang melihat orang lain seperti pecundang

  3. 3
    Angkin Says:

    ada kalanya saya menjadi pemenang dan ada kalanya menjadi pecundang…
    mari berusaha menjadi lebih baik.

  4. 4
    marco Says:

    cuiihhhh… gw ga peduli semua omongan di dunia ini dan julukan yang di berikan apa, yang jelas gw adalah org yg selalu mencari solusi dan tetap banyak belajar dan tidak pernah putus asa sebab tidak ada gunanya, sayang, kalau pemikiran kita ada yg negatif selama hidup, berpikirlah positif, bagi gw sang pecundang sejati adalah orang yg suka memberi penilaian kepada orang lain, apakah dia pemenang atau pecundang, why? alasannya jika org lain dikatakan pecundang dia pasti putus asa (kasian org ini), kalau di katakan pemenang dia pasti senang dan menjadi sombong(intinya penilaian org lain itu bisa mengubah perilaku org lain), maka dari itu tutup kuping anda, dan bilanglah fuck you kepada yg menilai anda. yang penting lakukan yg terbaik selama hidup yg sudah di takdirkan Tuhan dengan begitu anda tidak menjadi sombong atau putus asa, jangan hiraukan pendapat orang lain. thanks

  5. 5
    dinda Says:

    ayoLah…….masing2 org khan punya sendri ttg 2 kata ini,,yg terpenting adalah bagaimana qta
    menyikapi..gtu.

  6. 6
    Dwi rahma Says:

    pecundang itu menurut gw tidak mengakui kesalahannya..

  7. 7
    Moses peace Says:

    Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi
    Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah

    Pemenang selalu memiliki program atau rancangan
    Pecundang selalu memiliki alasan ( pernyataan maaf )

    Pemenang berkata “Biarkan saya yang melakukannya untuk anda”
    Pecundang berkata “Itu bukan pekerjaan saya”

    Pemenang selalu berusaha mencari jawaban dari setiap masalah
    Pecundang melihat masalah dalan setiap jawaban

    Pemenang berkata “Ini mungkin susah tapi memungkinkan untuk dilakukan”
    Pecundang berkata “Ini mungkin dilakukan tapi terlalu susah untuk dilakukan”

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan, ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”
    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan, i akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen
    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memiliki mimpi
    Pecundang memiliki rencana kotor

    Pemenang berkata “Saya harus melakukan sesuatu”
    Pecundang berkata “Sesuatu seharusnya terkerjakan”

    Pemenang adalah bagian dari tim
    Pecundang terpisah dari tim

    Pemenang melihat keuntungan
    Pecundang melihat penyakit

    Pemenang melihat kemungkinan
    Pecundang melihat masalah

    Pemenang meyakini win-win solution
    Pecundang meyakini mereka harus success orang laen harus gagal

    Pemenang melihat prospek
    Pecundang melihat masa lalu

    Pemenang seperti alat pengatur panas
    Pecundang seperti alat pengukur panas

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan
    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang mengutarakan argumen yang kuat tetapi kata yang lembut
    Pecundang mengutarakan argumen yang lemah tapi kata yang kuat ( memaksa )

    Pemenang menggunakan filsofi :”Jangan melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lakukan terhadap dirinya”
    Pecundang menjalani hidup dengan filosofi “Lakukan ke orang lain sebelum orang lain melakukannya ke diri sendiri”

    Pemenang membuat sesuatu terjadi
    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

    Pemenang merencanakan dan mempersiapkan kemenangan
    Kata kuncinyanya adalah persiapan

Leave a Reply