Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Bekerja untuk belajar May 7, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , trackback

Barusan saya berbincang dengan teman saya tentang mana yang lebih dulu bekerja apa belajar. Menurut saya kedua-duanya bisa merupakan awal. Paradigma yang biasa di masyarakat adalah kita harus menuntut ilmu setinggi-tingginya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Maka tak heran kalau orang tua selalu berusaha untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi, misalnya S1 atau S2 atau minimal SMA.

Dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi, diharapkan kita akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi kenyataannya kita dapat lihat banyak pengangguran, walaupun sudah bergelar sarjana. Sedangkan beberapa orang walaupun tidak tamat SD bisa sukses dalam bisnisnya. Saya bisa ambil contoh pak Bob Sadino, pak Andri Wongso dll. Kenapa bisa demikian?

Menurut saya, semakin tinggi kita menempuh ilmu maka semakin tinggi standar pekerjaan yang kita inginkan. Tentunya
lulusan S2 tidak mau bekerja sebagai kuli atau bawahan kan. Hal inilah yang membelenggu mereka sehingga mereka selalu mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan titel mereka. Tapi tentunya tidak banyak lowongan pekerjaan untuk level atas. Apa yang lebih dibutuhkan oleh perusahaan? Tentunya pengalaman akan berjalan lurus dengan keterampilan anda. Dan kebanyakan pekerja adalah fresh graduate, yang belum cukup pengalaman.

Jadi apa kuncinya disini? Iya pengalaman, dalam hal ini saya dapatkan katakan bahwa anda bekerja untuk belajar. Bekerja untuk mendapatkan pengalaman dan belajar untuk memecahkan masalah.

Dan yang menjadi kebiasaan bagi karyawan atau pekerja adalah mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Mereka berusaha lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor. Sehingga mereka lupa bahwa mereka perlu waktu untuk belajar, mengembangkan keterampilan mereka, belajar hal-hal yang baru, dan tidak terjebak dalam rutinitas kerja.

Banyak orang yang terjebak dalam rutinitas kerja menjadi stress. Karena ia tidak dapat meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.

Berkenaan dengan hal ini, maka saya menyarankan untuk memulai sesuatu dari hal yang kecil kemudian ke hal yang besar. Usahakan anda selalu dalam proses pembelajaran. Luangkan waktu anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tidak harus sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan anda saat ini. Karena apa yang anda pelajari saat ini mungkin akan menjadi masa depan anda.

Semoga bermanfaat


2 Responses to “Bekerja untuk belajar”

  1. 1
    John Stress Man Says:

    Kalau menurut gue, menganggur untuk belajar atau belajar untuk menjadi pengangguran. (kayaknya gue butuh motivator deh bukan donk)

  2. 2
    triyanto Says:

    menurut saya motivasi sangatlah penting karena dapat menstabilkan kinerja sehingga tetap konsisten tentang sesuatu yang diinginkan/ visi. orang yang gagal kebanyakan orang yang tidak konsisten……ayo lawan hawanafsu kita dengan motivasi………

Leave a Reply