Pasang Iklan Disini


jump to navigation

Pemikiran cerdas : tanpa email pun anda bisa sukses May 31, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas, Pelajaran hidup , 5comments

Artikel berikut merupakan terjemahan dari artikel berbahasa inggris. Semoga bermanfaat

Dikisahkan seorang pekerja melamar pekerjaan ke Microsoft sebagai office boy. Manager HRD mewawancarainya dan melihat kemampuannya membersikan lantai sebagai bagian dari test. “Kami akan memperkerjakan kamu”, kata manager HRD, “Tuliskan alamat email anda, saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi beserta pemberitahuan kapan anda mulai bekerja”.

Pelamar menjawab bahwa ia tidak memiliki alamat email. “Maafkan saya”, kata manajer HRD, “Jika anda tidak memiliki email berarti anda tidak ada, dan ini berarti kami tidak bisa memberikan pekerjaan kepada seseorang yang tidak ada”.

Pelamar pergi dengan langkah lunglai tanpa pengharapan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Di dompetnya hanya berisi 10$. Kemudian dia memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg tomat. Kemudian ia menjual tomat tersebut ke rumah-rumah didekatnya. Kurang dari 2 jam ia berhasil menggandakan modalnya.

(more…)

Tip Bisnis #2 : Apakah Anda Memenuhi Syarat? May 30, 2008

Posted by admin in : Article, Tip-bisnis , add a comment

Salah satu peraturan yang berat dan cepat dalam olah raga, serta dalam bersaing untuk mendapatkan pelanggan baru, adalah bahwa Anda tidak akan pernah menang bila Anda selalu memainkan pertahanan. Pertimbangkan utnuk mengubah proses penjualan dan mendekati pelanggan untuk melihat apakah mereka memenuhi syarat untuk berbisnis dengan Anda. Dengan memilah para pelanggan untuk melihat apakah mereka memenuhi syarat, maka Anda dapat menciptakan sebuah prinsip pendorong yang hebat, untuk membangun sebuah antusiasme berdasarkan pelanggan prospektif.

Seorang perencana keuangan telah menorehkan sebuah catatan kesuksesan dalam membantu klien mereka untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan uang mereka. Banyaknya referensi yang dikirimkan kepadanya adalah sesuatu yang paling diimpikan oleh seorang tenaga penjualan. Ia berada dalam posisi yang membanggakan karena ia mampu mengatakan kepada para prospek bahwa layanan yang dimilikinya tidaka diperuntukkan bagi semua orang, sehingga ia perlu bertemu untuk melihat apakah mereka memang prospek yang layak. Ia akan mewawancarai para prospek untuk melihat apakah ia dapat memperkenankan mereka untuk menjadi pelanggan. Ketika wawancara berakhir, sebagian besar pelanggan memohon kepadanya agar ia mau menangani investasi mereka. Dapatkah Anda mengubah proses penjualan dan memenuhi persyaratan pelanggan Anda?

Tugas : Agar prinsip ini bekerja dengan baik, Anda harus mampu mengukur keuntungan dari apa yang Anda tawarkan.

Epilog : Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa bila sesuatu semakin eksklusif, maka semakin banyak orang yang menghendakinya. Buat prospek Anda tertarik untuk menjadi pelanggan Anda, dan kembangkan suatu daftar pelanggan yang eksklusif.

Sumber : Buku 151 Ide Cerdas Mendapatkan Pelanggan Baru

Tip supaya kelihatan sibuk di Kantor May 29, 2008

Posted by admin in : Article, Tip-bisnis , 2comments

Artikel yang aneh ini saya dapat di forum theProfec.

1. Jangan pernah berjalan tanpa dokumen di tangan
Karyawan dengan dokumen ditangannya terlihat seolah dia adalah pekerja keras yang sedang menuju rapat penting. Karyawan yang berjalan dengan tangan kosong terlihat seperti orang yang menuju kantin. Karyawan yang berjalan dengan membawa koran atau majalah seperti sedang ingin nongrong di toilet.

Yang terpenting adalah kita harus membawa banyak dokumen dan barang yang berhubungan dengan pekerjaan kita pada malam hari, agar seolah bekerja lebih panjang dari pada yang lain.

2. Menggunakan komputer agar terlihat sibuk
Setiap kita menggukan komputer, akan membuat para bos dan kolega kita bahwa kita sedang sibuk. Untuk mengatasi kebosanan ketika didepan komputer, silakan main forwartan email, chatting, bahkan main video game. Yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kita. jika kita ketahuan bos, bilang saja kita sedang berdiskusi dengan klien di luar karena akan menghemat pengeluaran transpotasi dan komunikasi kantor. Jika tertangkap sedang bermain game, bilang saja kita sedang menginstall virus di game itu. Agar nanti HRD bisa mengetahui tiap orang yang sedang bermain game.

(more…)

Hemat Itu Gaya May 29, 2008

Posted by admin in : Article, Mentalitas , add a comment

“Dapatkan satu set dapur branded, ditambah satu jaket kulit eksklusif, bila anda membeli apartemen sebelum akhir bulan ini”,”Bagi putra putri Anda, mainan kecil selama penerbangan” . Serbuan promosi ini kesemuanya ditanggapi oleh kita, baik yang kaya maupun miskin, yang perlu ataupun tidak memerlukan, dengan ungakapan: “kenapa tidak?” Apakah sesudah itu jaket maupun mainan dibuang ke tong sampah karena tidak cukup “berharga” untuk disimpan, itu urusan laen. Yang penting, kita “mendapatkan” -nya.

Tanpa sadar prilaku konsumsi kita sudah berjalan tanpa pikir panjang lagi. Kita tidak terlalu memedulikan lagi, apakah kita menjalankan “over consumption” yang diikuti prilaku membuang sampah, sesaat menggunakan produk kemudian mengganti lagi dengan produk laen atau mengikuti tren produk selanjutnya. Gejala “over consumption” ini sudah menggejala di setiap lapisan masyarakat secara menyedihkan. Tengok betapa seorang yg berpenghasilan dibawah satu juta rupiah membelanjakan uangnya untuk membeli pulsa ponsel. Seberapa pentingkah komunikasi instan ini bagi dirinya?
(more…)

Tip Bisnis #1 : Atasi Permasalahannya May 27, 2008

Posted by admin in : Article, Tip-bisnis , add a comment

Bila Anda pernah berhadapan dengan seorang pelanggan potensial dan tanpa disadari Anda tengah berjalan menuju sarang lebah, Anda tahu betapa sulitnya mencairkan suasana yang sulit. Satu dosis kecil latihan dapat menyembuhkan masalah  besar yang tidak menyenangkan. Selain itu juga dapat membantu Anda menghindari argumen yang seringkali membuat Anda kalah.

Untungnya, saat Joko harus menangani seorang pelanggan yang marah, ia tahu betul bagaimana menyelaraskan diri dengan pelanggan yang mengajukan keluhan. Setelah Joko menanyakan permasalahan yang membuat sang pelanggan kecewa, ia mengajukan sebuah pertanyaan penting: “Apa yang dapat kami lakukan untuk mengatasi permasalahan ini sehingga dapat memuaskan Anda?” Dengan menghindari perang mulut kepada pelanggan yang menyebabkan kedua pihak menjadi merasa paling benar, ia mampu mencapai ke akar permasalahannya serta mengatasinya dan mengubah pelanggan yang mengeluh menjadi pelanggan yang puas.

Tugas : Belajarlah cara untuk meredakan amarah pelanggan. Ungkapan kuncinya adalah: Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ini? Ingatlah bahwa bila pelanggan tidak puas dengan solusinya, maka Anda akan kehilangan pelanggan tersebut dengan mudah. Ini bukan masalah harga diri. Maka pastikan Anda mengasingkan ego Anda jauh dari tanggapan yang Anda berikan.

Epilog :  Bisa jadi Anda memenangkan perdebatan, namun Anda akan kehilangan pelanggan. Mana yang anda pilih, kebenaran atau mendapatkan bisnis?

Sumber : Buku 151 Ide Cerdas Mendapatkan Pelanggan Baru

Mari Menulis Buku : Belum Pakar Maka Belum Menulis Buku? May 26, 2008

Posted by admin in : Article, Bisnis hari ini, Sharing , 1 comment so far

Sebuah sharing yang disampaikan sdr. Dodi Mawardi

Seorang kawan mengeluhkan kondisi dirinya, ketika berdiskusi tentang menulis buku. Menurutnya, dia tidak akan mampu menulis sebuah buku karena dia belum menjadi pakar di bidang apapun. Ketika saya tanya bermacam kemampuannya, semua dijawab dengan kata ’rata-rata air’ sebagai gambaran kemampuannya yang pas-pasan. Sampai membicarakan minat/hobi sekalipun, dia tetap ’keukeuh’ semuanya tidak layak dibukukan karena dia tidak memiliki apapun yang istimewa.

”Ya sudah lah…” jawab saya menyerah.

Saya katakan kepadanya, untuk menjadi seorang penulis tidak butuh KEPAKARAN. Anda seorang pakar atau bukan, tidak menjadi masalah. Yang dibutuhkan hanyalah penguasaan materi. Menguasai materi belum bisa masuk kategori pakar, karena yang menentukan kepakaran seseorang bukan kita sendiri melainkan pihak lain. Misalnya media massa atau kampus atau komunitas tertentu dan sebuah buku.

(more…)