
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Prof. Nelson Tansu, PhD &#8211; Profesor termuda di AS</title>
	<atom:link href="http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/</link>
	<description>Kumpulan artikel motivasi dan bisnis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 08:34:11 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Marsella H</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/comment-page-1/#comment-5899</link>
		<dc:creator>Marsella H</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 19:54:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/#comment-5899</guid>
		<description>Yanto Chandra: Putra Bangsa Pertama yang menjadi Pemikir Manajemen Terkemuka di Dunia

Namanya nama Indonesia tulen. Yanto Chandra, Ph.D. http://www1.fee.uva.nl/pp/ychandra/
Ia adalah Tenured Assistant Professor di Amsterdam Business School, University of Amsterdam. Posisi Tenure ini ia capai hanya dalam waktu 2 tahun - suatu pencapaian luar biasa dan pengakuan tersendiri di kalangan akademisis di Barat. Ia adalah pakar di bidang Inovasi dan Kewirausahaan Internasional. Karena punya nama Indonesia, ia jadi punya daya tarik tersendiri. Apalagi ia berkarya dengan cemerlang di negara yang pernah menjajah Indonesia selama 365 tahun. Ini suatu prestasi bangsa yang inspirasional dan fenomenal. Sayang ia tidak hadir di acara Kick Andi yang baru baru ini ditayangkan di televisi. Biasanya pemerintah Uni Eropa termasuk Belanda berminat sekali untuk menarik orang berbakat alias genius semacam ini untuk menjadi warga negara mereka. Tetapi Dr Chandra ini lebih memilih untuk memegang Paspor Hijau Republik Indonesia. Ketika ditanya mengapa, ia bilang &quot;Saya cinta Indonesia. Saya akan kembali ke tanah air dalam waktu yang tidak terlalu lama&quot;.

Terlahir di Dumai (Riau) pada tanggal 29 September 2009, Dr Chandra mendapatkan gelar PhD dari University of New South Wales, Australia (2003-2007) atas beasiswa penuh dari AusAid. Tesis doktoralnya lulus cemerlang dengan pengujian dari para pakar kelas dunia di Kanada, Amerika dan Inggris seperti Nicole Coviello, Tamer Cavusgil dan Jim Bell. Ia juga mendapatkan beasiswa yang sama untuk gelar Master of Commerce (1999-2000). Setelah lulus Master, ia bekerja beberapa tahun di Jakarta dan Singapura sebagai konsultan manajemen di beberapa perusahaan multinasional sepert Lowe Lintas, Taylor Nelson Sofres, Ruder Finn Asia dan Arthur Andersen. Dr Chandra tercatat di Marquis Who&#039;s Who in the World, sebuah institusi pemeringkatan terhadap orang orang berkaliber dunia. Dr Chandra ini memiliki publikasi top di jurnal ilmiah bisnis seperti Journal of World Business, International Marketing Review, International Journal of Production Research. Jarang sekali ada nama Indonesia di jurnal seperti itu. Ia juga memiliki sederet riwayat berbicara di konferensi ilmiah di berbagai negara dari Amerika, Inggris, Finlandia, Italia, Belanda, Belgia, Perancis, Cina, Taiwan dan Indonesia. Ia juga sering menulis artikel di media di tanah air seperti the Jakarta Post, Harian Bisnis Indonesia, dan dimuat di Campus Asia, Investor Daily, Suara Pembaruan dan lain lain. Tahun 2009 ini ia sempat liburan ke Jakarta dan menjadi pembicara tamu di berbagai universitas terkemuka di Jakarta.

&quot;Saya bangga Bendera Merah Putih berkibar di tanah Belanda&quot;, kata Dr Chandra. &quot;Saya senang bisa menjadi duta besar kebangkitan Indonesia di abad ke 21 di negara yang pernah menjajah kita&quot;, lanjut Dr Chandra. &quot;Orang Belanda masih banyak yang memiliki persepsi bahwa Indonesia itu masih terbelakang. Setelah mereka melihat bahwa orang kita mampu bahkan bisa berprestasi cemerlang di tingkat dunia termasuk di negara mereka, mereka jadi hormat dengan saudara saudari kita yang 240 jutaan di tanah air&quot;, tambah Dr Chandra. &quot;I am proud of being Indonesian&quot;, kata Dr Chandra.

Mari kita acungkan jempol buat saudara Prof Dr Yanto Chandra. Semoga akan muncul lebih banyak lagi Yanto Chandra berikutnya dari tanah air. Salam merdeka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yanto Chandra: Putra Bangsa Pertama yang menjadi Pemikir Manajemen Terkemuka di Dunia</p>
<p>Namanya nama Indonesia tulen. Yanto Chandra, Ph.D. <a href="http://www1.fee.uva.nl/pp/ychandra/" rel="nofollow">http://www1.fee.uva.nl/pp/ychandra/</a><br />
Ia adalah Tenured Assistant Professor di Amsterdam Business School, University of Amsterdam. Posisi Tenure ini ia capai hanya dalam waktu 2 tahun &#8211; suatu pencapaian luar biasa dan pengakuan tersendiri di kalangan akademisis di Barat. Ia adalah pakar di bidang Inovasi dan Kewirausahaan Internasional. Karena punya nama Indonesia, ia jadi punya daya tarik tersendiri. Apalagi ia berkarya dengan cemerlang di negara yang pernah menjajah Indonesia selama 365 tahun. Ini suatu prestasi bangsa yang inspirasional dan fenomenal. Sayang ia tidak hadir di acara Kick Andi yang baru baru ini ditayangkan di televisi. Biasanya pemerintah Uni Eropa termasuk Belanda berminat sekali untuk menarik orang berbakat alias genius semacam ini untuk menjadi warga negara mereka. Tetapi Dr Chandra ini lebih memilih untuk memegang Paspor Hijau Republik Indonesia. Ketika ditanya mengapa, ia bilang &#8220;Saya cinta Indonesia. Saya akan kembali ke tanah air dalam waktu yang tidak terlalu lama&#8221;.</p>
<p>Terlahir di Dumai (Riau) pada tanggal 29 September 2009, Dr Chandra mendapatkan gelar PhD dari University of New South Wales, Australia (2003-2007) atas beasiswa penuh dari AusAid. Tesis doktoralnya lulus cemerlang dengan pengujian dari para pakar kelas dunia di Kanada, Amerika dan Inggris seperti Nicole Coviello, Tamer Cavusgil dan Jim Bell. Ia juga mendapatkan beasiswa yang sama untuk gelar Master of Commerce (1999-2000). Setelah lulus Master, ia bekerja beberapa tahun di Jakarta dan Singapura sebagai konsultan manajemen di beberapa perusahaan multinasional sepert Lowe Lintas, Taylor Nelson Sofres, Ruder Finn Asia dan Arthur Andersen. Dr Chandra tercatat di Marquis Who&#8217;s Who in the World, sebuah institusi pemeringkatan terhadap orang orang berkaliber dunia. Dr Chandra ini memiliki publikasi top di jurnal ilmiah bisnis seperti Journal of World Business, International Marketing Review, International Journal of Production Research. Jarang sekali ada nama Indonesia di jurnal seperti itu. Ia juga memiliki sederet riwayat berbicara di konferensi ilmiah di berbagai negara dari Amerika, Inggris, Finlandia, Italia, Belanda, Belgia, Perancis, Cina, Taiwan dan Indonesia. Ia juga sering menulis artikel di media di tanah air seperti the Jakarta Post, Harian Bisnis Indonesia, dan dimuat di Campus Asia, Investor Daily, Suara Pembaruan dan lain lain. Tahun 2009 ini ia sempat liburan ke Jakarta dan menjadi pembicara tamu di berbagai universitas terkemuka di Jakarta.</p>
<p>&#8220;Saya bangga Bendera Merah Putih berkibar di tanah Belanda&#8221;, kata Dr Chandra. &#8220;Saya senang bisa menjadi duta besar kebangkitan Indonesia di abad ke 21 di negara yang pernah menjajah kita&#8221;, lanjut Dr Chandra. &#8220;Orang Belanda masih banyak yang memiliki persepsi bahwa Indonesia itu masih terbelakang. Setelah mereka melihat bahwa orang kita mampu bahkan bisa berprestasi cemerlang di tingkat dunia termasuk di negara mereka, mereka jadi hormat dengan saudara saudari kita yang 240 jutaan di tanah air&#8221;, tambah Dr Chandra. &#8220;I am proud of being Indonesian&#8221;, kata Dr Chandra.</p>
<p>Mari kita acungkan jempol buat saudara Prof Dr Yanto Chandra. Semoga akan muncul lebih banyak lagi Yanto Chandra berikutnya dari tanah air. Salam merdeka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: monacely</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/comment-page-1/#comment-1255</link>
		<dc:creator>monacely</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:05:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/#comment-1255</guid>
		<description>Teruskan Bung buat artikel yang bagus sehingga memberikan inspirasi buat banyak orang..............sip deh................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teruskan Bung buat artikel yang bagus sehingga memberikan inspirasi buat banyak orang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..sip deh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ravenala G Saputra</title>
		<link>http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/comment-page-1/#comment-717</link>
		<dc:creator>Ravenala G Saputra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 16:28:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jualanbuku.com/2008/03/06/prof-nelson-tansu-phd-profesor-termuda-di-as/#comment-717</guid>
		<description>saya sangat mengagumi anda,dalam pencapain yang sudah anda lalui, itu membuat  bangga di dalam jiwa nasionalisme siapapun yang mengetahui bahwa masih ada orang indonesia yang dengan bangga menyatakan dirinya sebagaI WNI di negeri orang,Thanks for ur inspiration.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat mengagumi anda,dalam pencapain yang sudah anda lalui, itu membuat  bangga di dalam jiwa nasionalisme siapapun yang mengetahui bahwa masih ada orang indonesia yang dengan bangga menyatakan dirinya sebagaI WNI di negeri orang,Thanks for ur inspiration.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.143 seconds -->
